Pilih Bertahan di Trotoar Kebon Sirih, Pencari Suaka Menangis Saat Akan Dipindah

Kompas.com - 10/10/2019, 23:24 WIB
Pencari suaka dari Afganistan dan Pakistan menolak untuk dipindahkan kembali ke Kalideres di depan Kantor Komisi Tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Pengungsi di Kebon Sirih, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (10/10/2019) malam. Para pencari suaka tak mau dipindahkan jika tak ada kepastian dari UNHCR mengenai kelanjutan nasib mereka. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGPencari suaka dari Afganistan dan Pakistan menolak untuk dipindahkan kembali ke Kalideres di depan Kantor Komisi Tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Pengungsi di Kebon Sirih, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (10/10/2019) malam. Para pencari suaka tak mau dipindahkan jika tak ada kepastian dari UNHCR mengenai kelanjutan nasib mereka.

JAKARTA, KOMPAS.com - Sejumlah pencari suaka menangis dan mencoba bertahan saat akan dipindahkan dari trotoar Kebon Sirih, Jakarta Pusat.

Setelah menduduki trotoar di Jalan Kebon Sirih selama 10 jam, mereka dipaksa oleh Satpol PP untuk pindah ke Kalideres.

Saat itu beberapa pencari suaka mencoba bertahan dan melawan petugas Satpol PP.

Petugas pun terpaksa membawa beberapa orang yang melawan untuk segera naik ke dalam bus.

Tampak seorang ibu yang mengenakan baju merah menangis sembari menggendong bayinya.

Kepala Kesbangpol DKI Jakarta Taufan Bakri terlihat ikut menggiring wanita tersebut bersama suaminya.

Taufan meminta agar mereka mau naik ke dalam bus dan dibawa ke Kalideres karena kasihan dengan sang bayi.

Baca juga: Ketika Anak-anak Pencari Suaka Ikut Bersuara Tolak Dipindahkan dari Trotoar Kebon Sirih

"Ayo bu kasihan bayinya, mending di dalam saja," kata Taufan, Kamis (10/10/2019).

Tak hanya wanita yang menangis, saat pemindahan pencari suaka ke dalam bus, ada bayi yang ditinggalkan di atas trotoar.

Petugas dari Dinas Sosial DKI Jakarta pun mengangkat bayi tersebut dan membawa ke dalam bus untuk dicarikan ibunya.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pembobol Rekening Ilham Bintang Bantah Membobol Kartu Kredit BCA

Pembobol Rekening Ilham Bintang Bantah Membobol Kartu Kredit BCA

Megapolitan
Reklamasi Ancol Ala Anies Ternyata Lanjutan Proyek Pulau L Zaman Ahok

Reklamasi Ancol Ala Anies Ternyata Lanjutan Proyek Pulau L Zaman Ahok

Megapolitan
BMKG: Jakarta Harus Waspada terhadap Gempa di Selatan Banten dan Jawa Barat

BMKG: Jakarta Harus Waspada terhadap Gempa di Selatan Banten dan Jawa Barat

Megapolitan
Diizinkan Angkut Penumpang, Pengemudi Ojol Bekasi Wajib Periksa Kesehatan Berkala di Pos Aman

Diizinkan Angkut Penumpang, Pengemudi Ojol Bekasi Wajib Periksa Kesehatan Berkala di Pos Aman

Megapolitan
Sempat Dorong-dorongan, Massa Tolak Reklamasi Ancol Kecewa dengan Anies

Sempat Dorong-dorongan, Massa Tolak Reklamasi Ancol Kecewa dengan Anies

Megapolitan
Rekaman CCTV Ungkap Detik-detik Perempuan Lompat dari Teras Hotel di Tanah Abang

Rekaman CCTV Ungkap Detik-detik Perempuan Lompat dari Teras Hotel di Tanah Abang

Megapolitan
Tak Punya Sumber Gempa, Jakarta Tetap Rawan Guncangan karena Tanahnya Lunak

Tak Punya Sumber Gempa, Jakarta Tetap Rawan Guncangan karena Tanahnya Lunak

Megapolitan
Rusak Kantor Satpel Lingkungan Hidup Mampang, 2 Anggota PPSU Dipecat

Rusak Kantor Satpel Lingkungan Hidup Mampang, 2 Anggota PPSU Dipecat

Megapolitan
Pria di Kota Tangerang Tewas Tersengat Listrik Saat Petik Mangga

Pria di Kota Tangerang Tewas Tersengat Listrik Saat Petik Mangga

Megapolitan
Krisis akibat Covid-19, 73 Perusahaan di Kota Tangerang PHK 8.282 Karyawan

Krisis akibat Covid-19, 73 Perusahaan di Kota Tangerang PHK 8.282 Karyawan

Megapolitan
Ilham Bintang Salahkan Indosat dalam Kasus Pembobolan Rekeningnya

Ilham Bintang Salahkan Indosat dalam Kasus Pembobolan Rekeningnya

Megapolitan
Ilham Bintang Sempat Lapor Polisi Melbourne karena Duga Pembobol Rekeningnya Sindikat Internasional

Ilham Bintang Sempat Lapor Polisi Melbourne karena Duga Pembobol Rekeningnya Sindikat Internasional

Megapolitan
Dinkes Bantah Temuan di TPA Sumur Batu adalah Limbah Medis

Dinkes Bantah Temuan di TPA Sumur Batu adalah Limbah Medis

Megapolitan
Camat Sebut PPSU Pukul Anggota PJLP karena Tak Diberikan Video Rekaman

Camat Sebut PPSU Pukul Anggota PJLP karena Tak Diberikan Video Rekaman

Megapolitan
Anggota PPSU Perusak Kantor Satpel LH Mampang Tak dalam Kondisi Mabuk

Anggota PPSU Perusak Kantor Satpel LH Mampang Tak dalam Kondisi Mabuk

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X