Sampah Bambu Sumbat Aliran Sungai Cikeas di Bendungan Koja Bekasi

Kompas.com - 11/10/2019, 21:48 WIB
Sampah bambu menumpuk di aliran Sungai Cikeas, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi, tepatnya di Bendungan Koja, sejak Kamis (10/10/2019). Dokumentasi Komunitas Peduli Sungai Cileungsi Cikeas (KP2C)Sampah bambu menumpuk di aliran Sungai Cikeas, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi, tepatnya di Bendungan Koja, sejak Kamis (10/10/2019).
Penulis Dean Pahrevi
|

BEKASI, KOMPAS.com - Sampah bambu menumpuk di aliran Sungai Cikeas, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi, tepatnya di Bendungan Koja.

Ketua Komunitas Peduli Sungai Cileungsi-Cikeas (KP2C) Puarman mengatakan, sampah yang mayoritas berupa bambu dan ranting pohon itu sudah menumpuk di Bendungan Koja sejak Kamis (10/10/2019) pagi.

"Sampah itu menumpuk sudah sejak Kamis kemarin. Sampah 90 persen itu bambu dan 10 persennya sampah domestik rumah tangga," kata Puarman saat dihubungi Kompas.com, Jumat (11/10/2019).


Baca juga: 89 Ton Sampah Dikumpulkan di Kanal Banjir Barat Setelah Hujan Semalam

Dia menambahkan, sampah yang menumpuk itu menyumbat aliran Sungai Cikeas yang mengalir ke Kali Bekasi. Sampah menumpuk di aliran sungai sepanjang 120 meter dengan lebar sungai 10 meter.

"Volume sampahnya kurang lebih 1.000 meter kubik ya. Itu benar-benar menumpuk sampah air sungai saja tidak terlihat," ujar Puarman.

Menurut Puarman, sampah bambu itu kiriman dari hulu Sungai Cikeas. Rencananya, sampah akan diangkut pada Selasa (15/10/2019) mendatang, oleh personel gabungan.

"Iya Selasa nanti kita angkut dengan personel gabungan. Sampah diangkut terus dipotong-potong dulu baru dimasukkan ke truk dan dibawa ke tempat pembuangan akhir," ujar Puarman.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Usai Dilantik, Tak Ada Pengamanan Tambahan di Rumah Ma'ruf Amin di Koja

Usai Dilantik, Tak Ada Pengamanan Tambahan di Rumah Ma'ruf Amin di Koja

Megapolitan
Fraksi PDI-P Dominasi Pimpinan Komisi dan Badan di DPRD DKI dengan 6 Jabatan

Fraksi PDI-P Dominasi Pimpinan Komisi dan Badan di DPRD DKI dengan 6 Jabatan

Megapolitan
Slankers Jawa Tengah yang Terlunta di Bekasi Hanya Bawa Rp 50.000 Saat Berangkat ke Jakarta

Slankers Jawa Tengah yang Terlunta di Bekasi Hanya Bawa Rp 50.000 Saat Berangkat ke Jakarta

Megapolitan
Lahan Penyimpanan Besi Tua di Mustikajaya Bekasi Terbakar

Lahan Penyimpanan Besi Tua di Mustikajaya Bekasi Terbakar

Megapolitan
64 Slankers Terlunta di Bekasi Kehabisan Ongkos Pulang ke Jawa Tengah

64 Slankers Terlunta di Bekasi Kehabisan Ongkos Pulang ke Jawa Tengah

Megapolitan
Istri Sopir Ambulans Jadi Otak Penggelapan Mobil Rental di Tangsel

Istri Sopir Ambulans Jadi Otak Penggelapan Mobil Rental di Tangsel

Megapolitan
Menunggak Iuran BPJS dan Terlilit Hutang, Alasan Pasutri Gelapkan Mobil Rental

Menunggak Iuran BPJS dan Terlilit Hutang, Alasan Pasutri Gelapkan Mobil Rental

Megapolitan
Ini Daftar Pimpinan dan Anggota Empat Badan di DPRD DKI

Ini Daftar Pimpinan dan Anggota Empat Badan di DPRD DKI

Megapolitan
Forum Mahasiswa Bersatu: Jokowi Hanya Umbar Janji Tuntaskan Kasus Pelanggaran HAM

Forum Mahasiswa Bersatu: Jokowi Hanya Umbar Janji Tuntaskan Kasus Pelanggaran HAM

Megapolitan
Grup Peluru Katapel Komunikasi melalui WhatsApp dengan Menggunakan Sandi Khusus

Grup Peluru Katapel Komunikasi melalui WhatsApp dengan Menggunakan Sandi Khusus

Megapolitan
Jokowi Bagi-bagi Kekuasaan, Mahasiswa: 5 Tahun ke Depan Tak Ada Parpol yang Kritik Pemerintah

Jokowi Bagi-bagi Kekuasaan, Mahasiswa: 5 Tahun ke Depan Tak Ada Parpol yang Kritik Pemerintah

Megapolitan
Jaksa Tuntut Jefri Nichol dengan Hukuman 10 Bulan Rehabilitasi

Jaksa Tuntut Jefri Nichol dengan Hukuman 10 Bulan Rehabilitasi

Megapolitan
Ini Penyebab Cuaca Jakarta Tembus 36,5 Derajat Celcius Siang Tadi

Ini Penyebab Cuaca Jakarta Tembus 36,5 Derajat Celcius Siang Tadi

Megapolitan
Ini Daftar Pimpinan dan Anggota Komisi di DPRD DKI Jakarta

Ini Daftar Pimpinan dan Anggota Komisi di DPRD DKI Jakarta

Megapolitan
Kelompok Peluru Katapel Juga Ingin Gagalkan Pelantikan Presiden dengan Melepas Monyet

Kelompok Peluru Katapel Juga Ingin Gagalkan Pelantikan Presiden dengan Melepas Monyet

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X