Kompas.com - 14/10/2019, 16:03 WIB
Aktivitas warga di Kampung Akuarium, Penjaringan, Jakarta Utara, Rabu (9/10/2019). Pemprov DKI akan membangun kembali Kampung Akuarium pada tahun 2020. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGAktivitas warga di Kampung Akuarium, Penjaringan, Jakarta Utara, Rabu (9/10/2019). Pemprov DKI akan membangun kembali Kampung Akuarium pada tahun 2020.

JAKARTA, KOMPAS.com - Aroma laut tercium begitu kuat saat memasuki sebuah kawasan luas di ujung Kota Jakarta. Warga menyebutnya sebagai "Kampung Akuarium". Dalam struktur administrasi di perkotaan, tidak tercatat penyebutan kampung, tetapi kebiasaan masyarakat turun-temurun memberikan istilah tersebut.

Kampung Akuarium berada di RT 1 dan RT 12 di RW 004, Kelurahan Penjaringan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara.

Kampung Akuarium dengan batas bagian utara Laut Pulau Jawa, bagian timur Pelabuhan Sunda Kelapa, bagian selatan Pasar Hexagon, dan bagian barat Kampung Luar Batang, dengan luas wilayah 10.384 meter persegi.

Kampung Akuarium hanya ditandai dengan papan nama kecil, terpampang kurang jelas saat masuk kawasan itu. Sebuah lapangan kosong yang cukup luas turut menjadi penanda, jika lokasi pernah menjadi pemukiman padat penduduk.

Baca juga: BERITA FOTO: Kilas Balik Kampung Akuarium, Digusur Ahok dan Kini Dibangun Kembali

Tercatat puluhan selter atau rumah tinggal sementara dibangun bermodel huruf U, dibagian sisi Utara, Timur, dan Barat dari Kampung Akuarium.

Bukhari, salah seorang warga tertua yang tinggal di Kampung Akuarium sejak tahun 1978 lalu. Dia pertama kali tinggal di Kampung Akuarium bersama dua orang lainnya yakni pegawai Museum Bahari.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Setelah itu, satu persatu orang datang untuk membangun, puncaknya di tahun 1989-1990,” ungkapnya.

Dia tidak mengetahui mengapa tempat tinggalnya diberi nama Kampung Akuarium. Yang terbayang oleh Bukhari, sisa-sisa kolam ikam ikan ukuran besar yang sudah dihancurkan dan bekas bangunan gedung Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

Baca juga: Rumah Bedeng di Tengah Puing, Saksi Perjuangan Warga Kampung Akuarium 3 Tahun Pasca Digusur Ahok

“Dulu disini hanya ada pasar ikan dan rumah tua yang mulai rubuh. Setelah itu orang mulai berdatangan untuk membangun rumah di sini, untuk orang-orang yang punya istri lebih dari satu atau istri muda,” jelas Bukhari.

Warga lainnya, Topas Juanda, mengakui jika keluarganya tinggal di Kampung Akuarium sejak puluhan tahun lalu. Tidak ada cerita lengkap soal kampung itu, hanya karena orang tua mereka tinggal dan menetap disana, sehingga lokasi itu terus dipertahankan.

“Sejak kakek saya, orang tua hingga saya sekarang berumur 33 tahun,” kata Topas.

Zona Merah

Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2014 tentang Rencana Detail Tata Ruang dan Peraturan Zonasi (RDTR dan PZ) Provinsi DKI Jakarta menjelaskan jika Kampung Akuarium masuk ke dalam zona merah atau zona pemerintah daerah dengan rincian kawasan pemugaran Kota Tua/Sunda Kelapa.

Halaman:


Video Pilihan

Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ini Lokasi Bengkel Uji Emisi di Jakarta Utara

Ini Lokasi Bengkel Uji Emisi di Jakarta Utara

Megapolitan
Kasus Dugaan Pengeroyokan yang Tewaskan Warga, Istri Korban Kecewa RS di Salemba Berbohong

Kasus Dugaan Pengeroyokan yang Tewaskan Warga, Istri Korban Kecewa RS di Salemba Berbohong

Megapolitan
Harga Minyak Goreng Naik, Pedagang dan Pemegang KJP Bisa Dapat Lebih Murah di Mini DC

Harga Minyak Goreng Naik, Pedagang dan Pemegang KJP Bisa Dapat Lebih Murah di Mini DC

Megapolitan
UPDATE 27 Oktober: Tambah 5 Kasus di Kota Tangerang, 23 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE 27 Oktober: Tambah 5 Kasus di Kota Tangerang, 23 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
Pemkot Depok Kucurkan 'Uang Lelah' Rp 85 Juta untuk Atlet yang Berlaga di PON Papua

Pemkot Depok Kucurkan "Uang Lelah" Rp 85 Juta untuk Atlet yang Berlaga di PON Papua

Megapolitan
UPDATE 27 Oktober: 8 Pasien Covid-19 di Depok Selesai Isolasi, 1 Orang Wafat

UPDATE 27 Oktober: 8 Pasien Covid-19 di Depok Selesai Isolasi, 1 Orang Wafat

Megapolitan
Kelurahan Duri Kepa Tak Kembalikan Pinjaman Rp 264,5 Juta, Warga Cibodas Lapor Polisi

Kelurahan Duri Kepa Tak Kembalikan Pinjaman Rp 264,5 Juta, Warga Cibodas Lapor Polisi

Megapolitan
Prakiraan Cuaca BMKG: Jakarta Waspada Banjir Lagi

Prakiraan Cuaca BMKG: Jakarta Waspada Banjir Lagi

Megapolitan
Ingat, Sanksi Tilang Pelanggar Ganjil Genap di 13 Kawasan di Jakarta Berlaku Mulai Hari Ini

Ingat, Sanksi Tilang Pelanggar Ganjil Genap di 13 Kawasan di Jakarta Berlaku Mulai Hari Ini

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Dua Jambret Tewas Ditabrak Mobil Korbannya di Tebet | Buruh Minta UMP Jakarta Naik Jadi Rp 5,3 Juta

[POPULER JABODETABEK] Dua Jambret Tewas Ditabrak Mobil Korbannya di Tebet | Buruh Minta UMP Jakarta Naik Jadi Rp 5,3 Juta

Megapolitan
Pengakuan Pengemudi Taksi Online yang Tabrak 2 Jambret hingga Tewas: “Saya Kejar, Tabrak, Dia Mental”

Pengakuan Pengemudi Taksi Online yang Tabrak 2 Jambret hingga Tewas: “Saya Kejar, Tabrak, Dia Mental”

Megapolitan
Soal Warga Koja Keracunan Nasi Kotak, PSI: Kami Bertanggung Jawab dan Tidak Lari

Soal Warga Koja Keracunan Nasi Kotak, PSI: Kami Bertanggung Jawab dan Tidak Lari

Megapolitan
Galeri Nasional Buka untuk Umum Mulai Kamis

Galeri Nasional Buka untuk Umum Mulai Kamis

Megapolitan
Kejari Kabupaten Bekasi Tahan 3 Pejabat Terkait Kasus Korupsi

Kejari Kabupaten Bekasi Tahan 3 Pejabat Terkait Kasus Korupsi

Megapolitan
Wajib Tes PCR, Jumlah Penumpang di Bandara Soekarno-Hatta Menurun

Wajib Tes PCR, Jumlah Penumpang di Bandara Soekarno-Hatta Menurun

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.