Kompas.com - 15/10/2019, 13:13 WIB
Penulis Cynthia Lova
|


JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nila Djuwita Faried Anfasa Moeloek bercerita, sehari pasca-penusukan Menkopolhukam Wiranto pada Jumat (11/10/2019), ia pergi ke Padang, Sumatera Barat.

Kedatangannya ke Padang kala itu untuk menguji mahasiswa ujian S3 di Fakultas di Universitas Andalas.

Namun, sesampainya di Padang, Nila kaget lantaran diikuti ratusan anggota kepolisian untuk pengamanan.

Hal itu dilakukan atas perintah Presiden Joko Widodo untuk memperketat pejagaan kemananan menteri.

“Saya kaget terus terang, kenapa saya tiba-tiba dijemput sama Pak Kapolres ya. Terus saya menegur Pak Kapolres, saya bilang, ‘Bapak mau jemput siapa pak, lalu dia bilang mau jemput saya’, langsung kaget saya. Kapolres bilang itu adalah prosedur dan ketetapannya,” ujar Nila di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Selasa (15/10/2019).

Baca juga: Nila F Moeloek: Sebelum ke Pandeglang, Wiranto ke Wamena Masih Aman

Bahkan, Nila memastikannya kepada Kapolri Jenderal Tito Karnavian terkait banyaknya anggota polisi yang mengikutinya kala itu.

“Saya WhatsApp Pak Kapolri, 'Pak Kapolri saya agak terkejut kok kayaknya pasukan bapak banyak banget ya?'. Terus beliau menjawab, ‘Inilah Protap (prosedur dan ketetapan) yang diperketat dalam hal ini (pasca-kejadian penusukan Wiranto)’, akhirnya saya juga mesti mengerti,” kata Nila.

Meski awalnya risih diikuti banyak tim kepolisian, Nila berangsur-angsur memahami prosedur dan ketetapan pengamanan yang dilakukan pihak kepolisian untuk para pejabat.

“Tapi ya itulah kalau diikuti dengan ratusan polisi repot juga saya ya ke mana-mana. Akhirnya saya mengerti juga ke sini-sininya,” ucapnya.

Untuk diketahui, Wiranto ditusuk saat tiba di Alun-alun Menes, Kabupaten Pandeglang usai menghadiri sebuah acara di Universitas Mathla'ul Anwar.

Menurut polisi, Wiranto menderita luka di tubuh bagian depan. Polisi mengamankan dua pelaku yang terdiri dari satu perempuan dan satu laki-laki.

Keduanya berinisial SA dan FA. Polisi menyebut pelaku terpapar radikalisme ISIS dan tengah mendalami kaitannya dengan Jamaah Ansharut Daulah (JAD).

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Datang ke Polres, Ayah Kandung Balita yang Tewas Dibanting Ingin Laporkan Mantan Istri

Datang ke Polres, Ayah Kandung Balita yang Tewas Dibanting Ingin Laporkan Mantan Istri

Megapolitan
Harga Bahan Pangan Serba Naik, Cabai Rawit Dijual Rp 50.000 Per Kg di Pasar Pademangan Timur

Harga Bahan Pangan Serba Naik, Cabai Rawit Dijual Rp 50.000 Per Kg di Pasar Pademangan Timur

Megapolitan
Sebelum Bunuh Icha, Rudolf Tobing Pastikan Tak Ada CCTV Terpasang di Kamar Apartemen Sewaan

Sebelum Bunuh Icha, Rudolf Tobing Pastikan Tak Ada CCTV Terpasang di Kamar Apartemen Sewaan

Megapolitan
Polres Metro Bekasi Kota Perketat Penjagaan Usai Insiden Bom Astanaanyar

Polres Metro Bekasi Kota Perketat Penjagaan Usai Insiden Bom Astanaanyar

Megapolitan
Pengamanan Polres Jakbar Diperketat Setelah Ada Bom di Mapolsek Astanaanyar, Semua yang Masuk Diperiksa Ketat

Pengamanan Polres Jakbar Diperketat Setelah Ada Bom di Mapolsek Astanaanyar, Semua yang Masuk Diperiksa Ketat

Megapolitan
Ribuan Pelajar SMA Kota Bekasi Dikumpulkan di Alun-Alun, Diberi Pembinaan untuk Cegah Tawuran

Ribuan Pelajar SMA Kota Bekasi Dikumpulkan di Alun-Alun, Diberi Pembinaan untuk Cegah Tawuran

Megapolitan
Naik 6,97 Persen, Pemprov Banten Tetapkan UMK Kota Tangerang 2023 Jadi Rp 4,5 Juta

Naik 6,97 Persen, Pemprov Banten Tetapkan UMK Kota Tangerang 2023 Jadi Rp 4,5 Juta

Megapolitan
Akses Masuk Mapolres Tangsel Dijaga Aparat Bersenjata Buntut Bom Bunuh Diri di Mapolsek Astanaanyar

Akses Masuk Mapolres Tangsel Dijaga Aparat Bersenjata Buntut Bom Bunuh Diri di Mapolsek Astanaanyar

Megapolitan
3 Bus di Terminal Induk Bekasi Tak Layak Jalan Berdasarkan Hasil 'Ramp Check'

3 Bus di Terminal Induk Bekasi Tak Layak Jalan Berdasarkan Hasil "Ramp Check"

Megapolitan
Diminta Kunjungi Tiap Fraksi DPRD, Heru Budi: Saya Akan Keliling Secepatnya

Diminta Kunjungi Tiap Fraksi DPRD, Heru Budi: Saya Akan Keliling Secepatnya

Megapolitan
Polres Jaksel Perketat Pengamanan Pasca-Bom Bunuh Diri Astanaanyar

Polres Jaksel Perketat Pengamanan Pasca-Bom Bunuh Diri Astanaanyar

Megapolitan
Banjir Rob di 8 RT Jakarta Utara Telah Surut setelah Disedot Pompa

Banjir Rob di 8 RT Jakarta Utara Telah Surut setelah Disedot Pompa

Megapolitan
Anggaran Barcode Pohon Rp 48 Juta, Wali Kota Depok: Murah dan Sangat Efektif

Anggaran Barcode Pohon Rp 48 Juta, Wali Kota Depok: Murah dan Sangat Efektif

Megapolitan
Pemprov DKI Bakal Gelar Perayaan Tahun Baru 2023 di Bundaran HI dan TMII

Pemprov DKI Bakal Gelar Perayaan Tahun Baru 2023 di Bundaran HI dan TMII

Megapolitan
8 RT di Jakarta Utara Terendam Banjir Rob, Ketinggian Capai 30 Cm

8 RT di Jakarta Utara Terendam Banjir Rob, Ketinggian Capai 30 Cm

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.