Melayat ke Ratusan Pusara Mr. X di TPU Pondok Ranggon...

Kompas.com - 15/10/2019, 20:10 WIB
Area pemakaman tunawan atau Mr. X di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Pondok Ranggon, Cipayung, Jakarta Timur, Selasa (15/10/2019). KOMPAS.COM/DEAN PAHREVIArea pemakaman tunawan atau Mr. X di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Pondok Ranggon, Cipayung, Jakarta Timur, Selasa (15/10/2019).
Penulis Dean Pahrevi
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Sore itu belum menunjukkan pukul 15.00 WIB, matahari terlihat masih terik. Namun, teriknya matahari tak membuat suasana di area Tempat Pemakaman Umum (TPU) Pondok Ranggon, Jakarta Timur panas.

Rindangnya sejumlah pohon dan tanaman di TPU membuat suasana adem. Ditambah lagi angin yang berhembus pelan menambah kesejukan suasana di TPU.

Hari ini TPU terlihat sepi. Hanya sejumlah petugas dan pelayat berada di area pemakaman. Namun di hari-hari lainnya, area TPU ini ramai akan pelayat. 

Di bagian timur TPU itu terdapat sebuah pemandangan yang berbeda dibandingkan area lainnya. Di sana, terbentang tanah merah tanpa rumput dan tak terawat. 

Baca juga: Mister X di TPU Pondok Ranggon, Sebatang Kara di Akhir Hayat

Di tempat itulah tanpa identitas dimakamkan. Istilah bagi jasad-jasad tanpa nama ini adalah Mister X atau Mr. X yang terpatri di sebongkah nisan kayu. 

Secara fisik, makam Mr. X amat berbeda dengan makam umum lainnya.

Bila wajarnya, makam terdapat batu nisan dengan tertulis identitas lengkap jenazah. Makam Mr. X hanya berupa gundukan tanah dan papan nisan bertuliskan "Mr. X" atau kosong tanpa nama.

Lantas, siapa Mr. X itu?

Kepala Satuan Pelaksana TPU Pondok Ranggon Marton Sinaga mengatakan, lebih dari 450 jenazah Mr. X alias Tunawan dimakamkan di tanah seluas sekitar 300 meter persegi sejak tahun 2013.

Kebanyakan dari jenazah ialah korban kecelakaan, sakit, atau kasus kriminal lainnya yang identitasnya tidak diketahui.

Baca juga: 5 Tradisi Pemakaman Unik dan Istimewa di Indonesia

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Orangtua Pusing Ajari Anak Selama Pandemi Corona, Kak Seto: Jangan Posisikan Diri Seperti Guru

Orangtua Pusing Ajari Anak Selama Pandemi Corona, Kak Seto: Jangan Posisikan Diri Seperti Guru

Megapolitan
Selama Pandemi Corona, Kak Seto Sebut RT RW Harus Kreatif Cegah Anak-anak Beraktivitas di Luar Rumah

Selama Pandemi Corona, Kak Seto Sebut RT RW Harus Kreatif Cegah Anak-anak Beraktivitas di Luar Rumah

Megapolitan
Keluarganya Positif Covid-19, Dua Anak di Sawah Besar Isolasi Mandiri

Keluarganya Positif Covid-19, Dua Anak di Sawah Besar Isolasi Mandiri

Megapolitan
Ramayana Depok Buka Kemungkinan Rekrut Kembali Karyawan yang Kena PHK di Tengah Pandemi Corona

Ramayana Depok Buka Kemungkinan Rekrut Kembali Karyawan yang Kena PHK di Tengah Pandemi Corona

Megapolitan
Cegah Penyebaran Virus Corona, Sudinhub Jakbar Kurangi Petugas di Lapangan

Cegah Penyebaran Virus Corona, Sudinhub Jakbar Kurangi Petugas di Lapangan

Megapolitan
Diprotes Warga, Lippo Pastikan RS Covid-19 Dekat Apartemen Tak Bahayakan Penghuni

Diprotes Warga, Lippo Pastikan RS Covid-19 Dekat Apartemen Tak Bahayakan Penghuni

Megapolitan
Banyak Orangtua Kerja di Rumah, Kak Seto Sebut Itu Kesempatan Mahal untuk Akrab dengan Anak

Banyak Orangtua Kerja di Rumah, Kak Seto Sebut Itu Kesempatan Mahal untuk Akrab dengan Anak

Megapolitan
Andalkan Kebijakan yang Telah Berjalan, Bekasi Belum Ajukan PSBB

Andalkan Kebijakan yang Telah Berjalan, Bekasi Belum Ajukan PSBB

Megapolitan
Pedagang Ayam Potong di Kramatjati Terima Banyak Pesanan Online Saat Pandemi Covid-19

Pedagang Ayam Potong di Kramatjati Terima Banyak Pesanan Online Saat Pandemi Covid-19

Megapolitan
Dituduh Curi Dompet dan HP, Seorang Transgender Tewas Dibakar di Cilincing

Dituduh Curi Dompet dan HP, Seorang Transgender Tewas Dibakar di Cilincing

Megapolitan
Wali Kota: 38 Jenazah di Bekasi Dimakamkan dengan Protokol Pemulasaraan Jasad Pasien Covid-19

Wali Kota: 38 Jenazah di Bekasi Dimakamkan dengan Protokol Pemulasaraan Jasad Pasien Covid-19

Megapolitan
Riza Patria Diminta Tambal Hubungan Balai Kota-Istana yang 'Kurang Akur'

Riza Patria Diminta Tambal Hubungan Balai Kota-Istana yang "Kurang Akur"

Megapolitan
Tak Sampai 3 Tahun Jabat Wagub DKI, Riza Patria Diragukan Mampu Berbuat Banyak

Tak Sampai 3 Tahun Jabat Wagub DKI, Riza Patria Diragukan Mampu Berbuat Banyak

Megapolitan
Dampak Covid-19, Sebanyak 120 Pegawai di Ramayana Depok Kena PHK

Dampak Covid-19, Sebanyak 120 Pegawai di Ramayana Depok Kena PHK

Megapolitan
[UPDATE]: Depok Tambah 1 Pasien Positif Covid-19 dan 3 Suspect Wafat

[UPDATE]: Depok Tambah 1 Pasien Positif Covid-19 dan 3 Suspect Wafat

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X