Melayat ke Ratusan Pusara Mr. X di TPU Pondok Ranggon...

Kompas.com - 15/10/2019, 20:10 WIB
Area pemakaman tunawan atau Mr. X di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Pondok Ranggon, Cipayung, Jakarta Timur, Selasa (15/10/2019). KOMPAS.COM/DEAN PAHREVIArea pemakaman tunawan atau Mr. X di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Pondok Ranggon, Cipayung, Jakarta Timur, Selasa (15/10/2019).
Penulis Dean Pahrevi
|

"Tunawan di sini sekitar 450 makam yah. Mereka ini kebanyakan tidak ada identitas, ada yang kecelakaan ada yang sakit, ya bagaimana lah," kata Marton saat ditemui di TPU Pondok Ranggon, Jakarta Timur, Selasa (15/10/2019).

Meski tanpa identitas dan tidak diketahui keluarganya, seluruh urusan Mr. X dari masih di rumah sakit hingga proses pemakaman ditanggung pemerintah.

"Jadi jenazah itu tuh dihubungkan langsung dengan dinas, jadi pelayanan dimandiin, dikafanin, ambulansnya itu ditanggung semua sampai pemakamannya di sini," ujar Marton.

Adapun proses pemakaman Mr. X  dilakukan sebagaimana pada umumnya. Untuk jenazah yang diketahui agamanya, maka dimakamkan sesuai dengan ritual agama yang dianut.

"Biasanya kita lihat kondisi dari rumah sakit, kalau dari RS dikafankan ya kita makamkan secara islam, kita adzanin. Kalau dari RS dipetikan, ya kita makamkan sesuaikan. Semua proses pemakaman oleh petugas kita," ujar Marton.

Selain itu, walaupun para jenazah dimakamkan dengan status tanpa identitas, terdapat pula jenazah yang pada akhirnya diketahui oleh pihak keluarganya.

Sehingga papan nisan bertuliskan Mr. X pun diubah dengan memberi identitas jenazah yang lengkap.

Keberadaan makam Mr. X memang menjadi pembeda di area TPU Pondok Ranggon. Kehadiran Pemprov DKI Jakarta dalam mengurusi pemakaman Mr. X sekiranya patut diapresiasi.

Sebab, para Mr. X yang tidak diketahui kolega dan keluarganya itu dapat terurusi pemakamannnya, selayaknya pemakaman pada umumnya.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kepala KKP Belum Bisa Pastikan Bagaimana Petugas Bandara Soekarno-Hatta Terjangkit Covid-19

Kepala KKP Belum Bisa Pastikan Bagaimana Petugas Bandara Soekarno-Hatta Terjangkit Covid-19

Megapolitan
Pemprov DKI Alokasikan Anggaran Rp 3 Triliun untuk Penanggulangan Corona

Pemprov DKI Alokasikan Anggaran Rp 3 Triliun untuk Penanggulangan Corona

Megapolitan
Dampak Corona, Jumlah Penumpang di Bandara Soekarno-Hatta Turun Sejak Awal Tahun

Dampak Corona, Jumlah Penumpang di Bandara Soekarno-Hatta Turun Sejak Awal Tahun

Megapolitan
RSUP Persahabatan Tambah Kapasitas Tempat Tidur untuk Rawat 100 Pasien Covid-19

RSUP Persahabatan Tambah Kapasitas Tempat Tidur untuk Rawat 100 Pasien Covid-19

Megapolitan
Banyak RS Swasta Rawat Pasien Covid-19, Anies Minta BPJS Tak Telat Bayar Tagihan

Banyak RS Swasta Rawat Pasien Covid-19, Anies Minta BPJS Tak Telat Bayar Tagihan

Megapolitan
Oknum Ojol Ditangkap karena Ujaran Kebencian terhadap Wantimpres soal Penanganan Covid-19

Oknum Ojol Ditangkap karena Ujaran Kebencian terhadap Wantimpres soal Penanganan Covid-19

Megapolitan
Pemerintah Pusat dan Pemprov DKI Akan Beri Rp 1 Juta untuk 3,7 Juta Warga Terdampak Corona

Pemerintah Pusat dan Pemprov DKI Akan Beri Rp 1 Juta untuk 3,7 Juta Warga Terdampak Corona

Megapolitan
Minim Order Saat Pandemi Covid-19, Ojol Dapat Bantuan Voucher Makan Gratis

Minim Order Saat Pandemi Covid-19, Ojol Dapat Bantuan Voucher Makan Gratis

Megapolitan
Cerita Salah Satu Tamu Saat Hadiri Pesta Pernikahan Mantan Kapolsek Kembangan

Cerita Salah Satu Tamu Saat Hadiri Pesta Pernikahan Mantan Kapolsek Kembangan

Megapolitan
Bekasi Dukung Rekomendasi BPTJ untuk Batasi Transportasi Umum di Jabodetabek

Bekasi Dukung Rekomendasi BPTJ untuk Batasi Transportasi Umum di Jabodetabek

Megapolitan
Sebagian PO Bus AKAP di Terminal Pondok Cabe Tak Beroperasi karena Sepi Penumpang

Sebagian PO Bus AKAP di Terminal Pondok Cabe Tak Beroperasi karena Sepi Penumpang

Megapolitan
Tiap Hari, RSUP Persahabatan Membutuhkan 1.000 APD untuk Tangani Pasien Covid-19

Tiap Hari, RSUP Persahabatan Membutuhkan 1.000 APD untuk Tangani Pasien Covid-19

Megapolitan
UPDATE: Bertambah 2, Kini Ada 40 Pasien Positif Covid-19 di Kota Bekasi

UPDATE: Bertambah 2, Kini Ada 40 Pasien Positif Covid-19 di Kota Bekasi

Megapolitan
Novel Baswedan Tak Hadir, Sidang 2 Terdakwa Penyiram Air Keras Ditunda Akhir Bulan

Novel Baswedan Tak Hadir, Sidang 2 Terdakwa Penyiram Air Keras Ditunda Akhir Bulan

Megapolitan
Nyinyiran Calon Mempelai soal Kapolsek Kembangan yang 'Hanya' Dimutasi

Nyinyiran Calon Mempelai soal Kapolsek Kembangan yang "Hanya" Dimutasi

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X