Anies Dinilai Lebih Berkomitmen Kendalikan Polusi daripada Ahok, tetapi...

Kompas.com - 17/10/2019, 08:01 WIB
Direktur Eksekutif Komisi Penghapusan Bensin Bertimbal (KPBB) Ahmad Safrudin memaparkan data pencemaran udara di Jakarta. KOMPAS.com/VITORIO MANTALEANDirektur Eksekutif Komisi Penghapusan Bensin Bertimbal (KPBB) Ahmad Safrudin memaparkan data pencemaran udara di Jakarta.

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Komite Penghapusan Bensin Bertimbal Ahmad Safrudin menilai, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menunjukkan komitmen dalam pengendalian pencemaran udara Ibukota dalam 2 tahun kepemimpinannya.

"Memang (hasilnya) masih belum kelihatan. Tapi kita lihat, Pak Anies cukup bagus, dia ada roadmap untuk mengendalikan pencemaran udara dari 2019 ke 2030, secara jangka panjang dan dibuat juga jangka pendeknya. Kemudian beliau bikin instruksi (gubernur)," ungkap pria yang akrab disapa Puput itu kepada Kompas.com, Rabu (16/10/2019) malam.

Juli 2019 lalu, Pemprov DKI Jakarta mencanangkan peta jalan (roadmap) pengendalian polusi udara yang akan dikerjakan hingga 2030 nanti. Roadmap tersebut bertajuk "Jakarta Cleaner Air 2030", berisi 14 rencana pengendalian polusi udara seperti pemantauan kualitas udara, pengembangan transportasi ramah lingkungan, dan penerapan uji emisi kendaraan bermotor.

Baca juga: 2 Tahun Kepemimpinan Anies, F-Gerindra Soroti Program Rumah DP Rp 0 dan OK OCE

Di sisi lain, Anies Baswedan juga menerbitkan Instruksi Gubernur Nomor 66 Tahun 2019 pada Agustus lalu, berisi instruksi pada jajaran Pemprov DKI untuk mengendalikan pencemaran udara.

Di sana, tercantum sejumlah poin penting seperti pembangunan 25 ruas trotoar, perluasan sistem ganjil-genap, pembatasan usia kendaraan, serta penghijauan gedung pemerintah dan sekolah.

Puput menilai, terobosan sejenis itu belum pernah dilakukan pendahulu Anies.

Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok misalnya, yang memimpin Jakarta hingga 2017 lalu secara terang-terangan menepikan agenda pengendalian polusi udara Ibukota.

Baca juga: Wakil Ketua DPRD: 2 Tahun Anies Memerintah, Perilaku Warga Terkait Sampah Tak Banyak Berubah

"Agak berbeda dengan zaman Pak Ahok. Beliau waktu kita sampaikan ide pengendalian pencemaran udara, langsung dipotong. Artinya dipotong itu begini, beliau bilang 'ini bukan prioritas kami. Kami akan bangun ekonomi, ekonomi bagus, serta-merta polusi udara akan turun'," kata Puput.

Meski demikian, Anies dinilai belum mampu mengelola jajarannya agar sanggup menerapkan instruksinya soal polusi udara.

Menurut Puput, gagasan Anies bagus, tetapi butuh orang seperti Ahok untuk membuat jajaran Pemprov DKI tertib dan menerapkan instruksinya.

"Komitmennya (Anies) kita salut lah. Cuma dalam konteks langkah-langkah konkret, penerapan masih tersandera birokrat. Birokrat kita itu harus dikerasin, manajemen Pak Ahok itu cocok," tutupnya.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

BMKG: Jakarta Cerah Berawan Sepanjang Hari Ini

BMKG: Jakarta Cerah Berawan Sepanjang Hari Ini

Megapolitan
[UPDATE] Covid-19 1 Juni di Depok: Muncul 2 Kasus Positif Baru dan 9 Pasien Dinyatakan Sembuh

[UPDATE] Covid-19 1 Juni di Depok: Muncul 2 Kasus Positif Baru dan 9 Pasien Dinyatakan Sembuh

Megapolitan
PLN Pastikan Dana Pelanggan Listrik Prabayar yang Sudah Beli Token Tak Hilang

PLN Pastikan Dana Pelanggan Listrik Prabayar yang Sudah Beli Token Tak Hilang

Megapolitan
Sejak Sore Token Listrik Gagal Input, PLN Sebut Ada Gangguan Jaringan Data

Sejak Sore Token Listrik Gagal Input, PLN Sebut Ada Gangguan Jaringan Data

Megapolitan
Kabar Baik, 7 Kelurahan di Depok Dinyatakan Bebas Kasus Positif Covid-19

Kabar Baik, 7 Kelurahan di Depok Dinyatakan Bebas Kasus Positif Covid-19

Megapolitan
Gelar Razia di Danau Sunter, Satpol PP Sasar Warga yang Tak Kenakan Masker

Gelar Razia di Danau Sunter, Satpol PP Sasar Warga yang Tak Kenakan Masker

Megapolitan
Jakarta Belum Berencana Buka Kegiatan Belajar di Sekolah pada 13 Juli 2020

Jakarta Belum Berencana Buka Kegiatan Belajar di Sekolah pada 13 Juli 2020

Megapolitan
Sekolah di Bekasi Kembali Buka Saat Tahun Ajaran Baru

Sekolah di Bekasi Kembali Buka Saat Tahun Ajaran Baru

Megapolitan
Di Masa New Normal, Tiket Kereta Jarak Jauh Hanya Bisa Dipesan secara Online

Di Masa New Normal, Tiket Kereta Jarak Jauh Hanya Bisa Dipesan secara Online

Megapolitan
Catat, Penumpang KAI Wajib Gunakan Masker hingga Face Shield di Era New Normal

Catat, Penumpang KAI Wajib Gunakan Masker hingga Face Shield di Era New Normal

Megapolitan
Sebaran Kasus Covid-19 di DKI 1 Juni: Sunter Agung Tertinggi, Disusul Pademangan Barat

Sebaran Kasus Covid-19 di DKI 1 Juni: Sunter Agung Tertinggi, Disusul Pademangan Barat

Megapolitan
Pemkot Bekasi Akan Terbitkan Perwal sebagai Protokol New Normal

Pemkot Bekasi Akan Terbitkan Perwal sebagai Protokol New Normal

Megapolitan
Bungkusan Cairan Berasap Ditemukan di Dekat Masjid di Ciracas

Bungkusan Cairan Berasap Ditemukan di Dekat Masjid di Ciracas

Megapolitan
Jelang New Normal, Pemkot Bekasi Upayakan Keseimbangan Faktor Ekonomi dengan Kesehatan

Jelang New Normal, Pemkot Bekasi Upayakan Keseimbangan Faktor Ekonomi dengan Kesehatan

Megapolitan
Ketua DPRD DKI Minta Rumah Ibadah Segera Dibuka dengan Protokol Kesehatan

Ketua DPRD DKI Minta Rumah Ibadah Segera Dibuka dengan Protokol Kesehatan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X