KPBB: Peningkatan Pengguna Transportasi Umum di Jakarta Bagus, tapi...

Kompas.com - 17/10/2019, 12:04 WIB
Direktur Utama PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) Agung Wicaksono melakukan sosialisasi penggunaan alat pembayaran Tap On Bus (TOB) di salah satu bus non-BRT, di Halte Transjakarta Bundaran HI, Jakarta Pusat, Selasa (6/8/2019). PT Transportasi Jakarta akan mengganti alat pembayaran EDC (electronic data capture) yang selama ini digunakan di bus non-BRT (non-koridor) dengan alat pembayaran TOB. Dengan alat ini, seluruh pembayaran akan menjadi cashless dan tidak ada lagi pembayaran dengan uang cash di atas kendaraan bus non-koridor. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGDirektur Utama PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) Agung Wicaksono melakukan sosialisasi penggunaan alat pembayaran Tap On Bus (TOB) di salah satu bus non-BRT, di Halte Transjakarta Bundaran HI, Jakarta Pusat, Selasa (6/8/2019). PT Transportasi Jakarta akan mengganti alat pembayaran EDC (electronic data capture) yang selama ini digunakan di bus non-BRT (non-koridor) dengan alat pembayaran TOB. Dengan alat ini, seluruh pembayaran akan menjadi cashless dan tidak ada lagi pembayaran dengan uang cash di atas kendaraan bus non-koridor.


JAKARTA, KOMPAS.com - Dua tahun memimpin Ibu Kota, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengklaim bahwa terjadi peningkatan signifikan dalam hal okupansi angkutan massal sejak 2017.

Anies memaparkan, jumlah penumpang Transjakarta naik hampir 2 kali lipat hingga angka 640 ribu penumpang per hari. Jumlah armada pun bertambah, dari 2.380 unit pada 2017 menjadi 3.548 unit pada 2019.

Kemudian, jumlah rata-rata penumpang MRT Jakarta mencapai 94.824 orang per hari pada Juli 2019. Sementara uji coba LRT Jakarta telah melayani 798.000 penumpang dalam jangka waktu 11 Juni hingga 13 Oktober 2019.

Jakarta juga sempat diganjar penghargaan dalam ajang Sustainable Transport Award (STA) 2020, Juni 2019 lalu, sebagai salah satu kota paling inovatif dalam terobosan transportasi.

Baca juga: Dua Tahun Pimpin Jakarta, Anies Dinilai Minim Gebrakan Atasi Polusi Seperti Pendahulunya

Ketua Komite Penghapusan Bensin Bertimbal ( KPBB) Ahmad "Puput" Safrudin mengapresiasi capaian itu. Namun, menurutnya, hal ini tak serta-merta mengendalikan pencemaran udara di Jakarta.

"Kita hargai lah, memang ada tren peningkatan pengguna angkutan umum. Memang sudah memadai pengembangan angkutan umumnya. Tapi, Ini tatarannya masih tataran belajar. Efek (menekan) pencemaran udara, belum," ujar Puput melalui telepon kepada Kompas.com, Rabu (16/10/2019) malam.

"Belajar kan gini, riilnya nanti di perkotaan itu orang kalau jarak dekat itu jalan kaki. Jarak 10 km dia akan bersepeda. Jarak jauh dia pakai angkutan massal," tambahnya.

Puput menengarai, tren kenaikan penumpang angkutan massal bukan disumbang dari eks pengguna kendaraan pribadi. Pasalnya, kemacetan dirasa tak mereda.

Baca juga: Anies Dinilai Lebih Berkomitmen Kendalikan Polusi daripada Ahok, tetapi...

"Penumpang angkutan massal naik, tapi kenapa kemacetan belum reda? Itu artinya, yang bergeser menggunakam angkutan massal bukan kendaraan pribadi, tapi dulunya Kopaja lalu ganti MRT, dulu Metromini jadi Transjakarta, dulu APTB jadi pakai KRL. Itu kan enggak efektif, harusnya (pengguna) sepeda motor sama mobil yang bergeser," kata dia.

Puput mengungkapkan, tak menurunnya polusi udara Jakarta juga disumbang oleh masifnya pengguna sepeda motor di Ibu Kota. Padahal, menurut riset KPBB yang rilis Agustus 2019 lalu, sepeda motor menyumbang 44,5 persen polusi udara Jakarta, tertinggi di antara moda transportasi lain.

Namun, penggunaan sepeda motor tak dibatasi oleh Pemprov DKI Jakarta, seperti dalam kebijakan perluasan ganjil-genap di 25 ruas jalan protokol. Praktis, tipis kemungkinan pengguna sepeda motor beralih ke angkutan massal.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pembangunan Sektor Damkar Pondok Gede Belum Diusulkan dalam APBD 2020 Kota Bekasi

Pembangunan Sektor Damkar Pondok Gede Belum Diusulkan dalam APBD 2020 Kota Bekasi

Megapolitan
Hari Anak Sedunia, Ada Petugas Cilik Bertugas di Bandara Soekarno-Hatta

Hari Anak Sedunia, Ada Petugas Cilik Bertugas di Bandara Soekarno-Hatta

Megapolitan
Anggaran Cekak, Pemkot Bekasi Sulit Bebaskan Lahan untuk Underpass Bulak Kapal

Anggaran Cekak, Pemkot Bekasi Sulit Bebaskan Lahan untuk Underpass Bulak Kapal

Megapolitan
Kebakaran Landa Sebuah Gudang Plastik di Kalideres

Kebakaran Landa Sebuah Gudang Plastik di Kalideres

Megapolitan
Sunter Agung Tak Seperti Kampung Akuarium, Taufik: Pilihan Terbaik Warga Dipindahkan ke Rusun

Sunter Agung Tak Seperti Kampung Akuarium, Taufik: Pilihan Terbaik Warga Dipindahkan ke Rusun

Megapolitan
Walau Mendesak, Bekasi Belum Prioritaskan Pembangunan Damkar Sektor Pondok Gede

Walau Mendesak, Bekasi Belum Prioritaskan Pembangunan Damkar Sektor Pondok Gede

Megapolitan
Tebing di Jalan DI Panjaitan Rawan Longsor karena Tak Ada Saluran Air

Tebing di Jalan DI Panjaitan Rawan Longsor karena Tak Ada Saluran Air

Megapolitan
Kabur Berhari-hari, Preman yang Pukuli Pria di Ceger Ditangkap Polisi

Kabur Berhari-hari, Preman yang Pukuli Pria di Ceger Ditangkap Polisi

Megapolitan
Fakta Seputar Kematian Pilot Wings Air yang Diduga Bunuh Diri di Kamar Indekos

Fakta Seputar Kematian Pilot Wings Air yang Diduga Bunuh Diri di Kamar Indekos

Megapolitan
Nunung Minta Dihukum Ringan karena Harus Urus 13 Anak Angkat

Nunung Minta Dihukum Ringan karena Harus Urus 13 Anak Angkat

Megapolitan
3 Lokasi di Jakarta Barat Jadi Proyek Awal Atasi Penurunan Tanah

3 Lokasi di Jakarta Barat Jadi Proyek Awal Atasi Penurunan Tanah

Megapolitan
Transjakarta Puji Pengemudi yang Tak Mengalah terhadap Pemotor yang Lawan Arah

Transjakarta Puji Pengemudi yang Tak Mengalah terhadap Pemotor yang Lawan Arah

Megapolitan
Babak Baru Polemik Ormas Kelola Parkir Minimarket di Bekasi

Babak Baru Polemik Ormas Kelola Parkir Minimarket di Bekasi

Megapolitan
Polisi Masih Selidiki Dugaan Korupsi pada Penerbitan Surat Tugas Ormas Kelola Parkir di Bekasi

Polisi Masih Selidiki Dugaan Korupsi pada Penerbitan Surat Tugas Ormas Kelola Parkir di Bekasi

Megapolitan
Rekan Ditabrak Petugas Sekuriti Saat Berdagang, Pedagang Bakso Gelar Aksi Teatrikal

Rekan Ditabrak Petugas Sekuriti Saat Berdagang, Pedagang Bakso Gelar Aksi Teatrikal

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X