Warga Kampung Apung Berharap Ditengok Anies

Kompas.com - 17/10/2019, 13:30 WIB
Suasana lahan kuburan yang saat ini terendam air di Kampung Apung RT015/RW001, Kelurahan Kapuk, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat, Kamis (17/10/2019). KOMPAS.com/BONFILIO MAHENDRA WAHANAPUTRA LADJARSuasana lahan kuburan yang saat ini terendam air di Kampung Apung RT015/RW001, Kelurahan Kapuk, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat, Kamis (17/10/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Salah satu warga Kampung Apung, Mauli, berharap Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berkenan menengok dan membantu warga yang bermukim di sana.

Terlebih di era Gubernur Anies Baswedan ini, Mauli mengklaim dirinya belum pernah melihat orang nomor satu di Jakarta meninjau langsung Kampung Apung.

"Belum pernah, enggak pernah (datang). Kan tadi sudah saya bilang, pas pencalonan saja dia enggak datang, apalagi sudah jadi (terpilih jadi gubernur)," ucap Mauli di RT010/RW001, Kelurahan Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat, Kamis (17/10/2019).

Padahal, Mauli sangat berharap kampungnya dapat ditengok oleh pemerintah setempat, dalam hal ini Anies dan jajarannya. Sebab, kata Mauli, masih ada warga pinggiran Jakarta yang perlu mendapat bantuan.

Baca juga: Selain Rumah Warga, Makam Juga Terendam Air Selama Bertahun-tahun di Kampung Apung

"Kan kalau sudah jadi (gubernur) biasa ke sini nanya-nanya. Tolong bantu saya, ini atau itu, kan gitu. Dari pemerintah pun belum ada," kata Mauli.

Walau mengklaim tidak pernah mendapat bantuan dari pemerintah setempat, Mauli tidak patah semangat.

Dirinya bersama-sama warga sekitar bergotong royong membersihkan sampah-sampah atau permasalahan lain di permukiman Kampung Apung.

"Ada ini masyarakat-masyarakat saja, kalau kerja bakti RT mengumpulkan ya untuk sekadar uang rokok dan kopi. Di sini masyarakat semua gotong royong," ucap Mauli.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

613 Pengemudi Ojek di Jakarta Selatan Langgar PSBB

613 Pengemudi Ojek di Jakarta Selatan Langgar PSBB

Megapolitan
Pantau Langsung Operasi Yustisi di Bogor, Kapolda Jabar Lihat Masih Banyak Warga Tak Pakai Masker

Pantau Langsung Operasi Yustisi di Bogor, Kapolda Jabar Lihat Masih Banyak Warga Tak Pakai Masker

Megapolitan
Politisi PDI-P Kritik Pemprov DKI soal Kebijakan Isolasi Mandiri Pasien Covid-19 yang Berubah-ubah

Politisi PDI-P Kritik Pemprov DKI soal Kebijakan Isolasi Mandiri Pasien Covid-19 yang Berubah-ubah

Megapolitan
Seorang Pria yang Bawa Sabu Ditangkap Saat Operasi Yustisi

Seorang Pria yang Bawa Sabu Ditangkap Saat Operasi Yustisi

Megapolitan
PHRI Ajak Pengusaha agar Bersedia Hotelnya Jadi Tempat Isolasi Pasien Covid-19

PHRI Ajak Pengusaha agar Bersedia Hotelnya Jadi Tempat Isolasi Pasien Covid-19

Megapolitan
Wali Kota Depok dan Wakilnya Cuti Kampanye 71 Hari, Pemprov Jabar Tunjuk Pejabat Sementara

Wali Kota Depok dan Wakilnya Cuti Kampanye 71 Hari, Pemprov Jabar Tunjuk Pejabat Sementara

Megapolitan
Keluh Kesah Mereka yang Tak Bisa Kerja dari Rumah Selama PSBB...

Keluh Kesah Mereka yang Tak Bisa Kerja dari Rumah Selama PSBB...

Megapolitan
Rekam Jejak Terpidana Mati Cai Changpan, Kabur 2 Kali dari Sel Tahanan

Rekam Jejak Terpidana Mati Cai Changpan, Kabur 2 Kali dari Sel Tahanan

Megapolitan
Lihat Pelanggaran Protokol Kesehatan, Lapor ke Hotline Polisi 0822-1666-6911

Lihat Pelanggaran Protokol Kesehatan, Lapor ke Hotline Polisi 0822-1666-6911

Megapolitan
PHRI: Protokol di Hotel untuk Isolasi Pasien OTG Akan Ketat seperti Wisma Atlet

PHRI: Protokol di Hotel untuk Isolasi Pasien OTG Akan Ketat seperti Wisma Atlet

Megapolitan
Selama Pengetatan PSBB, 211 Restoran di Jakarta Ditutup Sementara

Selama Pengetatan PSBB, 211 Restoran di Jakarta Ditutup Sementara

Megapolitan
Ruko di Kebayoran Baru Terbakar, 2 Mobil Pemadam Dikerahkan

Ruko di Kebayoran Baru Terbakar, 2 Mobil Pemadam Dikerahkan

Megapolitan
Jadi Calon Wakil Wali Kota Tangsel, Kekayaan Rahayu Saraswati Senilai Rp 23,7 Miliar

Jadi Calon Wakil Wali Kota Tangsel, Kekayaan Rahayu Saraswati Senilai Rp 23,7 Miliar

Megapolitan
3.000 Pasangan Bercerai di Jakut Setiap Tahunnya

3.000 Pasangan Bercerai di Jakut Setiap Tahunnya

Megapolitan
Wagub DKI: Aparat Pengawas PSBB 20.000 Tak Sebanding dengan 11 Juta Warga Jakarta

Wagub DKI: Aparat Pengawas PSBB 20.000 Tak Sebanding dengan 11 Juta Warga Jakarta

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X