Kisah di Balik Nama Kampung Apung, Berawal dari Kekompakan Warga Hadapi Musibah...

Kompas.com - 18/10/2019, 06:57 WIB
Salah satu akses menuju Kampung Apung melalui jembatan beton.  Dari jalan Kapuk Raya, masuk kira-kira 300-400 meter menuju jembatan beton.  Kondisi jembatan juga memprihatinkan, dimana tidak ada pembatas di sisi kiri dan kanan jembatan, namun sudah diterangi oleh lampu. Lebarnya pun sekitar 1,5 meter pas untuk 2 motor berpapasan.  Jembatan menjadi pemisah dua sudut Kampung Apung, bila berjalan dari Jalan Kapuk Raya sisi kanan jembatan dulunya kuburan. Sementara sisi kiri permukiman warga KOMPAS.com/BONFILIO MAHENDRA WAHANAPUTRA LADJARSalah satu akses menuju Kampung Apung melalui jembatan beton. Dari jalan Kapuk Raya, masuk kira-kira 300-400 meter menuju jembatan beton. Kondisi jembatan juga memprihatinkan, dimana tidak ada pembatas di sisi kiri dan kanan jembatan, namun sudah diterangi oleh lampu. Lebarnya pun sekitar 1,5 meter pas untuk 2 motor berpapasan. Jembatan menjadi pemisah dua sudut Kampung Apung, bila berjalan dari Jalan Kapuk Raya sisi kanan jembatan dulunya kuburan. Sementara sisi kiri permukiman warga

JAKARTA, KOMPAS.com -Kampung Teko sudah berubah nama menjadi Kampung Apung sejak 2009.

Ketua RT010/RW015 Rudi Suwandi mengatakan nama Kampung Apung mulai digunakan sejak banyak masyarakat yang datang ke kampung tersebut.

"Waktu itu ada LSM bantu, lalu ada juga mahasiswa dari berbagai universitas media juga sempat ke sini. Ya dari omongan satu ke yang lain bilang ini Kampung Apung ya sudah, booming pada 2009 sampai 2012," ucap Rudi saat ditemui di Kampung Apung, Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat, Kamis (17/10/2019) malam.


Rudi mencoba mengingat dan menceritakan masa-masa saat awal mula pemberian nama Kampung Apung.

Bermula dari sikap gotong royong warga untuk membenahi kampung mereka yang sudah terendam.

Baca juga: Warga Kampung Apung Berharap Ditengok Anies

Warga melakukan segala cara agar air yang merendam kampungnya tidak meluas bahkan sampai bertambah volumenya agar masyarakat di Kampung Apung tetap bisa beraktivitas normal meski terendam banjir.

Salah satu cara warga adalah membangun jembatan kayu yang menghubungkan rumah warga dengan Jalan Kapuk Raya.

Namun, jembatan kayu tersebut tidak kuat menampung debit air yang tiap bulan bertambah.

Ditambah lagi bila hujan tiba jembatan kayu menjadi rapuh dan lama-kelamaan tidak bisa dilalui warga.

"Kita berupaya setiap minggu kumpulin dana untuk membuat jembatan dicor dengan beton, ya kumpulin Rp 1.000, Rp 2.000 bisa dibeton. Ini konsep warga, di mana kita kena musibah tapi bisa terima," ucap Rudi.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Identitas Kepala Sudinhub Jakbar Dicatut Penipu, Stafnya Jadi Korban

Identitas Kepala Sudinhub Jakbar Dicatut Penipu, Stafnya Jadi Korban

Megapolitan
Hendak Menumpang Truk, Seorang Bocah Tewas Terserempet Bus di Koja

Hendak Menumpang Truk, Seorang Bocah Tewas Terserempet Bus di Koja

Megapolitan
Petugas Damkar Evakuasi Ular Sanca 3 Meter yang Melilit di Lampu Jalan

Petugas Damkar Evakuasi Ular Sanca 3 Meter yang Melilit di Lampu Jalan

Megapolitan
ART yang Ditusuk Orang Tak Dikenal di Duren Sawit Meninggal

ART yang Ditusuk Orang Tak Dikenal di Duren Sawit Meninggal

Megapolitan
Perempuan yang Selonjoran di Tengah Jalan Margonda Pernah Coba Bunuh Diri Lompat dari JPO

Perempuan yang Selonjoran di Tengah Jalan Margonda Pernah Coba Bunuh Diri Lompat dari JPO

Megapolitan
Diduga Depresi, Seorang Perempuan Selonjoran di Tengah Jalan Margonda Depok

Diduga Depresi, Seorang Perempuan Selonjoran di Tengah Jalan Margonda Depok

Megapolitan
Petugas Damkar Tangkap Biawak 1,5 Meter di Atap Rumah Warga

Petugas Damkar Tangkap Biawak 1,5 Meter di Atap Rumah Warga

Megapolitan
Pondok Indah Mal Hadirkan Atraksi Juara Dunia Barongsai, Ini Jadwalnya

Pondok Indah Mal Hadirkan Atraksi Juara Dunia Barongsai, Ini Jadwalnya

Megapolitan
Mulai Rabu Depan, Kelenteng Petak Sembilan Buka 24 Jam Sampai Imlek

Mulai Rabu Depan, Kelenteng Petak Sembilan Buka 24 Jam Sampai Imlek

Megapolitan
Wakapolri: Jumlah Mahasiswa yang Terjerat Narkoba Bertambah Tiap Tahun

Wakapolri: Jumlah Mahasiswa yang Terjerat Narkoba Bertambah Tiap Tahun

Megapolitan
Wakapolri Sebut Laut Rentan Jadi Jalur Masuk Narkoba Jaringan Luar Negeri

Wakapolri Sebut Laut Rentan Jadi Jalur Masuk Narkoba Jaringan Luar Negeri

Megapolitan
Curi Lebih dari 100 Motor, Pasutri Ditangkap Polisi

Curi Lebih dari 100 Motor, Pasutri Ditangkap Polisi

Megapolitan
Kepulauan Seribu Perkenalkan Objek Wisata Baru Pantai Cikaya di Pulau Karya

Kepulauan Seribu Perkenalkan Objek Wisata Baru Pantai Cikaya di Pulau Karya

Megapolitan
Jumlah Anak Muda Pemakai Narkoba Terus Meningkat, Ini Penjelasan Wakapolri

Jumlah Anak Muda Pemakai Narkoba Terus Meningkat, Ini Penjelasan Wakapolri

Megapolitan
Dana Belum Turun, Pengerukan di Lokasi Penggusuran Sunter Agung Berhenti

Dana Belum Turun, Pengerukan di Lokasi Penggusuran Sunter Agung Berhenti

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X