Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 18/10/2019, 07:20 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Seorang dokter berinisial IZH menambah daftar jumlah tersangka dalam kasus penculikan dan penganiayaan pegiat media sosial yang juga relawan Joko Widodo saat Pilpres 2019, Ninoy Karundeng.

Dokter IZH merupakan lulusan universitas swasta di Jakarta. Dia diketahui berprofesi sebagai dokter yang membuka praktik di rumahnya karena belum memiliki jadwal praktik di rumah sakit mana pun.

"Yang bersangkutan hingga saat ini tidak bekerja di rumah sakit mana pun, hanya bekerja sebagai freelance (pekerja lepas) dokter di rumahnya," kata Suyudi saat dikonfirmasi, Kamis (17/10/2019).

Saat ini, penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya telah menetapkan 15 tersangka dalam kasus tersebut. Salah satu tersangka adalah Sekretaris Jenderal Persaudaraan Alumni (PA) 212 Bernard Abdul Jabbar.

Baca juga: Polisi Tetapkan Seorang Tersangka Kasus Ninoy Karundeng, Total 14 Tersangka

Sebanyak 14 tersangka telah ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Polda Metro Jaya. Sementara itu, satu tersangka lain, yakni TR, ditangguhkan penahanannya dengan alasan kondisi kesehatan.

Peran dokter IZH tak membantu Ninoy

Direktur Ditreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Suyudi Ario Seto mengungkap peran dokter IZH dalam kasus penganiayaan Ninoy.

Dokter IZH bersama suaminya diketahui berada di lokasi penganiayaan Ninoy di Masjid Al Falah, Pejompongan, Jakarta Pusat, pada September lalu.

Namun, keduanya tak menolong Ninoy yang dianiaya sekelompok orang di masjid tersebut, padahal keduanya berprofesi sebagai dokter.

"Sebagai seorang tenaga medis, dia (dokter IZH) tidak ada upaya membantu seseorang yang sudah babak belur dianiaya banyak orang, padahal korban dalam keadaan butuh dukungan medis," ungkap Suyudi.

Suyudi menambahkan, dokter dan suaminya itu bahkan turut menginterogasi Ninoy saat dianiaya orang-orang.

Baca juga: Polisi: Dokter IZH Ikut Interogasi Ninoy Karundeng Saat Dianiaya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Aksi Oknum Suporter Persita Lempar Batu ke Bus Persis Solo Terencana, Dalangnya 2 Orang

Aksi Oknum Suporter Persita Lempar Batu ke Bus Persis Solo Terencana, Dalangnya 2 Orang

Megapolitan
Pemprov DKI Tak Lagi Bangun Rumah DP Rp 0, tetapi...

Pemprov DKI Tak Lagi Bangun Rumah DP Rp 0, tetapi...

Megapolitan
Pria Diduga Tewas Tersetrum di Jatinegara Sempat Hilang Kontak 3 Hari

Pria Diduga Tewas Tersetrum di Jatinegara Sempat Hilang Kontak 3 Hari

Megapolitan
Cerita Pedagang Kopi Starling di Tengah Menjamurnya Pesaing, Hanya Bisa Jualan di Rute Tertentu

Cerita Pedagang Kopi Starling di Tengah Menjamurnya Pesaing, Hanya Bisa Jualan di Rute Tertentu

Megapolitan
Gelar Pesta Miras dengan Busana Minim, Kolam Renang di Bekasi Digerebek Petugas Gabungan

Gelar Pesta Miras dengan Busana Minim, Kolam Renang di Bekasi Digerebek Petugas Gabungan

Megapolitan
Berkaca Kasus Kecelakaan Hasya, Kapolda Metro Imbau Warga Latih Kemampuan Berkendara demi Keselamatan

Berkaca Kasus Kecelakaan Hasya, Kapolda Metro Imbau Warga Latih Kemampuan Berkendara demi Keselamatan

Megapolitan
Diduga Tersetrum, Seorang Pria Ditemukan Tewas di Tempat Kerjanya Kawasan Jatinegara

Diduga Tersetrum, Seorang Pria Ditemukan Tewas di Tempat Kerjanya Kawasan Jatinegara

Megapolitan
Balas Dendam, Alasan Oknum Suporter Persita Lempar Batu ke Bus Persis Solo

Balas Dendam, Alasan Oknum Suporter Persita Lempar Batu ke Bus Persis Solo

Megapolitan
Polisi Dalami Peran 7 Pelaku Pelemparan Batu ke Bus Pemain Persis di Tangerang

Polisi Dalami Peran 7 Pelaku Pelemparan Batu ke Bus Pemain Persis di Tangerang

Megapolitan
Pemprov DKI Ungkap BUMN dan Swasta Akan Bangun Rumah DP Rp 0, Kini Sedang Urus Izin

Pemprov DKI Ungkap BUMN dan Swasta Akan Bangun Rumah DP Rp 0, Kini Sedang Urus Izin

Megapolitan
Bonceng Tiga Sambil Tenteng Celurit, Remaja Diduga Begal Ditangkap Tim Perintis Presisi di Bekasi

Bonceng Tiga Sambil Tenteng Celurit, Remaja Diduga Begal Ditangkap Tim Perintis Presisi di Bekasi

Megapolitan
Pabrik Besar Terbakar di Kebon Jeruk, 16 Unit Damkar Diterjunkan

Pabrik Besar Terbakar di Kebon Jeruk, 16 Unit Damkar Diterjunkan

Megapolitan
Pemprov DKI Hanya Fokus Pasarkan Rumah DP Rp 0, Pembangunan Diserahkan ke Pihak Ketiga

Pemprov DKI Hanya Fokus Pasarkan Rumah DP Rp 0, Pembangunan Diserahkan ke Pihak Ketiga

Megapolitan
Polisi Tetapkan 7 Oknum Suporter Persita sebagai Tersangka Kasus Pelemparan Bus Ofisial Persis Solo

Polisi Tetapkan 7 Oknum Suporter Persita sebagai Tersangka Kasus Pelemparan Bus Ofisial Persis Solo

Megapolitan
Libatkan Ahli Transportasi hingga Otomotif, Polda Metro Usut Kasus Mahasiswa UI yang Tewas Ditabrak Pensiunan Polri

Libatkan Ahli Transportasi hingga Otomotif, Polda Metro Usut Kasus Mahasiswa UI yang Tewas Ditabrak Pensiunan Polri

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.