Jumat Pagi, Kualitas Udara Bekasi dan Depok Lebih Buruk daripada Jakarta

Kompas.com - 18/10/2019, 07:56 WIB
Kendaraan padat merayap dengan latar belakang gedung bertingkat yang diselimuti asap polusi di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Kamis (1/8/2019). Berdasarkan data situs penyedia peta polusi daring harian kota-kota besar di dunia AirVisual, menempatkan Jakarta pada urutan pertama kota terpolusi sedunia pada Senin (29/7) pagi dengan kualitas udara mencapai 183 atau dalam kategori tidak sehat. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGKendaraan padat merayap dengan latar belakang gedung bertingkat yang diselimuti asap polusi di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Kamis (1/8/2019). Berdasarkan data situs penyedia peta polusi daring harian kota-kota besar di dunia AirVisual, menempatkan Jakarta pada urutan pertama kota terpolusi sedunia pada Senin (29/7) pagi dengan kualitas udara mencapai 183 atau dalam kategori tidak sehat.
Penulis Dean Pahrevi
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Kualitas udara DKI Jakarta pada Jumat (18/10/2019) pagi, masuk dalam kategori tidak sehat untuk kelompok sensitif, berdasarkan informasi dari situs penyedia data polusi udara AirVisual.

Pukul 07.37 WIB, kualitas udara Jakarta berstatus tidak sehat untuk kelompok sensitif, dengan Air Quality Index (AQI) atau indeks kualitas udara sebesar 128 dengan konsentrasi parameter PM2.5 46,7 ug/m3.

Berstatus tidak sehat untuk kelompok sensitif menandakan udara di Jakarta pagi ini tidak terpengaruh untuk warga yang tubuhnya fit.

Namun, untuk warga lanjut usia (lansia), anak-anak, dan penderita gangguan pernafasan direkomendasikan memakai masker saat beraktifitas pagi ini.

Dengan status tersebut, DKI Jakarta menempati peringkat ke-9 sebagai kota dengan kualitas udara terburuk di antara kota-kota besar lainnya di dunia.

Baca juga: Sidang Gugatan Polusi Udara Dilanjutkan, Hakim Beri Waktu Mediasi

Jakarta di bawah Kota Kabul di Afghanistan di peringkat ke-8, Kota Beijing di Cina peringkat ke-7, Kota Belgrade di Serbia peringkat ke-6, Kota Dhaka di Bangladesh peringkat ke-5, Kota Dubai di UEA peringkat ke-4, Kota Kolkata di India peringkat ke-3, Kota New Delhi di India peringkat ke-2, dan Kota Shenyang di Cina peringkat ke-1.

Pengukuran AirVisual terhadap kualitas udara dilakukan menggunakan parameter PM (particulate matter) 2,5 alias pengukuran debu berukuran 2,5 mikron berstandar US AQI (air quality index).

Kendati demikian, kualitas udara di Jakarta pagi ini masih lebih baik daripada Bekasi dengan US AQI 168 dan masuk kategori tidak sehat untuk semua kalangan.

Selain itu, udara Jakarta juga masih lebih baik dari Kota Depok yang pagi ini US AQI-nya 160 dan juga berstatus tidak sehat.

Warga Bekasi dan Depok juga direkomendasikan mengurangi kegiatan luar ruangan. Warga yang beraktivitas di luar ruang diimbau untuk mengenakan masker guna menangkal polusi.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X