Kompas.com - 18/10/2019, 09:04 WIB
Air yang berada di Kampung Apung cenderung tidak mengalir kemana-mana, atau bisa dibilang diam.  Terlihat dalam foto bagian pemakaman yang tertutup air hijau tenang dan bersih dari sampah. KOMPAS.com/BONFILIO MAHENDRA WAHANAPUTRA LADJARAir yang berada di Kampung Apung cenderung tidak mengalir kemana-mana, atau bisa dibilang diam. Terlihat dalam foto bagian pemakaman yang tertutup air hijau tenang dan bersih dari sampah.

JAKARTA, KOMPAS.com - Dahulu, banyak sekali pohon, kebun, dan empang di Kampung Teko, Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat.

Namun sekarang sudah tidak lagi. Nama Kampung Teko pun berganti menjadi Kampung Apung.

Itulah cerita Ketua RT010/RW015 Rudi Suwandi sekaligus warga senior yang sudah tinggal sejak 50 tahun lalu di kawasan Kampung Apung.

"Dari masih normal dulu kebun segala pohon nangka, rambutan, mangga ada empang juga ya pokoknya merasakan dari dulu sampai sekarang di mana masih bisa main tanahnya luas," ucap Rudi saat ditemui di Kampung Apung, Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat, Kamis (17/10/2019) malam.

Bahkan Rudi yang saat itu masih menjadi anak-anak sering bermain di area kuburan karena rimbunnya pepohonan.

Baca juga: Kisah di Balik Nama Kampung Apung, Berawal dari Kekompakan Warga Hadapi Musibah...

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Dulu di sini tahun 1975 sudah ada bioskop. Kuburan yang di dekat jembatan itu tempat main anak-anak. Kuburan masih wangi banyak pohon, kalau abang jalan di jembatan itu pohon kayak melingkar di atas kepala itu rimbun," ucapnya penuh senyum mengingat masa kecil.

Rudi mencoba mengingat kembali hal-hal apa saja yang ada saat Kampung Apung masih kering dan belum jadi seperti sekarang. Sekarang Kampung Apung selalu tergenang air.

Salah satu yang diingat Rudi adalah bagaimana kampungnya bisa tergenang seperti itu.

Rudi ingat kampungnya pertama kali diterjang banjir pada tahun 1995 atau 1996.

Kampung Apung, Kapung, Cengkareng, Jakarta BaratKOMPAS.com/ JIMMY RAMADHAN AZHARI Kampung Apung, Kapung, Cengkareng, Jakarta Barat

Seingat Rudi, waktu itu air hujan menggenang sekitar 30cm.

Halaman:


Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jumlah Penumpang Bus Transjakarta Turun Drastis Sejak Pandemi, Dulu 1 Juta Kini 150.000 Per Hari

Jumlah Penumpang Bus Transjakarta Turun Drastis Sejak Pandemi, Dulu 1 Juta Kini 150.000 Per Hari

Megapolitan
Presiden Perpanjang PPKM Level 4 hingga 9 Agustus, Wagub DKI Jakarta: Kami Mendukung

Presiden Perpanjang PPKM Level 4 hingga 9 Agustus, Wagub DKI Jakarta: Kami Mendukung

Megapolitan
Kecelakaan Beruntun di Tol Karang Tengah-Jakarta, Salah Satu Korbannya Kadispora Kota Tangerang

Kecelakaan Beruntun di Tol Karang Tengah-Jakarta, Salah Satu Korbannya Kadispora Kota Tangerang

Megapolitan
Penumpang Kereta Jarak Jauh dari Jakarta Turun 60 Persen Selama PPKM Darurat dan Level 4

Penumpang Kereta Jarak Jauh dari Jakarta Turun 60 Persen Selama PPKM Darurat dan Level 4

Megapolitan
Setelah Beraksi Ratusan Kali Selama 9 Tahun, Pencuri Motor Ini Akhirnya Ditangkap

Setelah Beraksi Ratusan Kali Selama 9 Tahun, Pencuri Motor Ini Akhirnya Ditangkap

Megapolitan
Tanggapi Usulan Perubahan RPJMD, F-PAN Minta Anies Tuntaskan Program Rumah DP Rp 0

Tanggapi Usulan Perubahan RPJMD, F-PAN Minta Anies Tuntaskan Program Rumah DP Rp 0

Megapolitan
Efek PPKM Level 4, BOR di Kabupaten Bekasi Turun Signifikan

Efek PPKM Level 4, BOR di Kabupaten Bekasi Turun Signifikan

Megapolitan
Permintaan Peti Mati yang Tak Kunjung Henti

Permintaan Peti Mati yang Tak Kunjung Henti

Megapolitan
Pengelola GBK Akan Tindak Satpamnya yang Pukul Mahasiswa

Pengelola GBK Akan Tindak Satpamnya yang Pukul Mahasiswa

Megapolitan
Pasien Covid-19 di RSUD Pasar Rebo Terus Menurun, Kini Ada 97 Orang yang Dirawat

Pasien Covid-19 di RSUD Pasar Rebo Terus Menurun, Kini Ada 97 Orang yang Dirawat

Megapolitan
UPDATE 2 Agustus: Jakarta Tambah 1.410 Kasus Covid-19

UPDATE 2 Agustus: Jakarta Tambah 1.410 Kasus Covid-19

Megapolitan
UPDATE 2 Agustus: 10.338 Pasien Covid-19 di Tangsel Masih Dirawat dan Isolasi Mandiri

UPDATE 2 Agustus: 10.338 Pasien Covid-19 di Tangsel Masih Dirawat dan Isolasi Mandiri

Megapolitan
Pendapatan Asli Daerah Anjlok, Wali Kota Bekasi Berharap PPKM Tak Diperpanjang

Pendapatan Asli Daerah Anjlok, Wali Kota Bekasi Berharap PPKM Tak Diperpanjang

Megapolitan
Tingkat Keterpakaian Tempat Tidur Pasien Rujukan Covid-19 di Jakbar Kini 55 Persen

Tingkat Keterpakaian Tempat Tidur Pasien Rujukan Covid-19 di Jakbar Kini 55 Persen

Megapolitan
Pemkot Jakarta Selatan Sebut Pekerja Wajib Vaksin demi Perlindungan Kesehatan

Pemkot Jakarta Selatan Sebut Pekerja Wajib Vaksin demi Perlindungan Kesehatan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X