Kisah Kampung Apung yang Dahulu Rimbun Penuh Pohon, Kebun, dan Empang...

Kompas.com - 18/10/2019, 09:04 WIB
Air yang berada di Kampung Apung cenderung tidak mengalir kemana-mana, atau bisa dibilang diam.  Terlihat dalam foto bagian pemakaman yang tertutup air hijau tenang dan bersih dari sampah. KOMPAS.com/BONFILIO MAHENDRA WAHANAPUTRA LADJARAir yang berada di Kampung Apung cenderung tidak mengalir kemana-mana, atau bisa dibilang diam. Terlihat dalam foto bagian pemakaman yang tertutup air hijau tenang dan bersih dari sampah.

Namun, air yang membanjiri kampung tidak begitu saja surut dalam hitungan jam atau hari.

Butuh waktu 3 sampai 4 bulan untuk membuat Kampung Apung surut seperti sedia kala.

"Tahun 1990, kalau enggak salah di 1995 sampai 1996 sudah mulai banjir secara permanen. Saat itu 30 cm kalau enggak salah, lalu keringnya itu lama kira-kira selama 3 sampai 4 bulan baru kering," tambah Rudi.

Tahun berganti tahun, Rudi masih berharap agar kampungnya yang tergenang banjir cepat surut.

Sayangnya hal tersebut tidak terjadi, justru semakin tahun Kampung Apung makin sulit kering saat hujan datang.

Baca juga: Warga Kampung Apung Berharap Ditengok Anies

"Ganti tahun lagi durasi bertambah, debit air bertambah dari sekitar 15cm sampai 20cm ketinggian air bertambah setiap tahun. Begitu pun waktu berubah dari 3 sampai 4 bulan, sampai 6 bulan baru kering lama kelamaan jadi sepanjang tahun enggak pernah kering," tambah Rudi.

Fenomena terendamnya Kampung Teko bukan hal yang terjadi seketika.

Ada proses yang menyebabkan air menggenangi kampungnya, dirinya pun tidak menyebut ini sebagai musibah.

"Jadi bisa dibilang seperti apa ya merambat gitu, enggak langsung karena ada prosesnya," tambah Rudi.

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Sebut Pelanggaran Lalu Lintas Masa PSBB Transisi di Jakarta Meningkat 50 Persen

Polisi Sebut Pelanggaran Lalu Lintas Masa PSBB Transisi di Jakarta Meningkat 50 Persen

Megapolitan
Bima Arya Klaim 150 Bantuan Bus Gratis Cukup Bantu Urai Kepadatan di Stasiun Bogor

Bima Arya Klaim 150 Bantuan Bus Gratis Cukup Bantu Urai Kepadatan di Stasiun Bogor

Megapolitan
Ahli Epidemiologi: Stop Rapid Test, Perbanyak Tes PCR

Ahli Epidemiologi: Stop Rapid Test, Perbanyak Tes PCR

Megapolitan
Kegiatan Tatap Muka Diizinkan, SMPN 2 Bekasi Tetap Belajar Daring karena Alasan Ini

Kegiatan Tatap Muka Diizinkan, SMPN 2 Bekasi Tetap Belajar Daring karena Alasan Ini

Megapolitan
Wali Kota Tangerang Ingin Ojek Online Diizinkan Angkut Penumpang

Wali Kota Tangerang Ingin Ojek Online Diizinkan Angkut Penumpang

Megapolitan
Mewaspadai Pasar sebagai Klaster Penyebaran Covid-19 di Jakarta...

Mewaspadai Pasar sebagai Klaster Penyebaran Covid-19 di Jakarta...

Megapolitan
Wali Kota Tangerang: Pelanggaran PSBB Semakin Banyak

Wali Kota Tangerang: Pelanggaran PSBB Semakin Banyak

Megapolitan
3 Pilot Ditangkap karena Pakai Sabu, Alvin Lie: Pengawasan Masih Bolong-bolong

3 Pilot Ditangkap karena Pakai Sabu, Alvin Lie: Pengawasan Masih Bolong-bolong

Megapolitan
Pandemi Covid-19, Begini Prosedur Hewan Kurban Diangkut ke Kepulauan Seribu

Pandemi Covid-19, Begini Prosedur Hewan Kurban Diangkut ke Kepulauan Seribu

Megapolitan
Polisi Sudah Periksa 20 Saksi Terkait Kematian Wartawan Metro TV

Polisi Sudah Periksa 20 Saksi Terkait Kematian Wartawan Metro TV

Megapolitan
Waktu Operasional Uji Coba Bus Listrik Transjakarta Diperpanjang Jadi 12 Jam

Waktu Operasional Uji Coba Bus Listrik Transjakarta Diperpanjang Jadi 12 Jam

Megapolitan
Kebakaran di Bekasi, Tiga Penghuni Rumah Tewas

Kebakaran di Bekasi, Tiga Penghuni Rumah Tewas

Megapolitan
Urai Kepadatan Penumpang di Stasiun Bogor, Jadwal Keberangkatan KRL Mulai Pukul 03.41 WIB

Urai Kepadatan Penumpang di Stasiun Bogor, Jadwal Keberangkatan KRL Mulai Pukul 03.41 WIB

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Penonaktifan Lurah Grogol Selatan karena e-KTP Djoko Tjandra | Tiga Kali Lonjakan Kasus Covid-19 di Jakarta

[POPULER JABODETABEK] Penonaktifan Lurah Grogol Selatan karena e-KTP Djoko Tjandra | Tiga Kali Lonjakan Kasus Covid-19 di Jakarta

Megapolitan
Hari Ini SMAN 2 Bekasi Lakukan Pembukaan Masa Pengenalan Sekolah secara Tatap Muka

Hari Ini SMAN 2 Bekasi Lakukan Pembukaan Masa Pengenalan Sekolah secara Tatap Muka

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X