Sikapi Kerusuhan, Kini Perlintasan di Dekat Stasiun Palmerah Dipasang Pagar

Kompas.com - 18/10/2019, 14:23 WIB
Pagar di perlintasan dekat stasiun Palmerah terdapat di kedua ruas jalan. Kompas.com/ BONFILIO MAHENDRA WAHANAPUTRA LADJARPagar di perlintasan dekat stasiun Palmerah terdapat di kedua ruas jalan.

JAKARTA, KOMPAS.com - Perlintasan dekat Stasiun Palmerah, Jakarta, kini dipasang pagar.

Pantuan Kompas.com, Jumat (18/10/2019) siang, pagar tersebut sudah terpasang di kedua sisi, yakni dari arah Jalan Gelora ke Jalan Palmerah Selatan dan sebaliknya.

Para petugas sedang mengelas untuk merampungkan pemasangan pagar yang berwarna hijau tersebut.

Vice President Corporate Communications PT KCI, Anne Purba mengatakan, pemasangan pagar tersebut demi menjaga kenyamanan dan keamanan pelanggan KRL.

"Ya untuk keselamatan dan keamanan penumpang saja," ucapnya saat dihubungi Kompas.com, Jumat (18/10/2019).

Baca juga: BERITA FOTO: Demo Pelajar Brutal, Bakar Motor dan Pos Polisi hingga Blokade Jalan Tol

Pemasangan pagar tersebut diakui terkait aksi kerusuhan yang terjadi di sekitar Stasiun Palmerah, beberapa waktu lalu. Saat itu, kerusuhan membahayakan penumpang.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kita melihat dari beberapa kejadian di Palmerah kemarin-kemarin itu dan sangat membahayakan banyak orang, terutama pelanggan kami pengguna KRL. Sehingga dibuatlah pagar supaya kita bisa mengantisipasi, jangan sampai fasilitas publik rusak dan pengguna jasa KRL juga terkena dampak," tambah Anne.

Baca juga: Yang Tersisa dari Rusuh di Palmerah, Kisah Para Pedagang yang Merugi

Pada Senin (30/9/2019) lalu, bentrokan terjadi antara oknum pelajar dengan pihak aparat di sekitar Palmerah.

Para pelajar menguasai sebagian wilayah perlintasan sehingga membuat KRL berjalan pelan dan layanan sempat ditutup.

Batu-batu yang ada di sekitar rel dijadikan senjata bagi para oknum pelajar untuk menyerang polisi.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

13 Tahun MRT Jakarta: Transformasi dan Kolaborasi

13 Tahun MRT Jakarta: Transformasi dan Kolaborasi

Megapolitan
Para Pesepeda Tolak Wacana Pembongkaran Jalur Sepeda Sudirman-Thamrin

Para Pesepeda Tolak Wacana Pembongkaran Jalur Sepeda Sudirman-Thamrin

Megapolitan
RS Mulai Penuh, Anies: Hindari Bepergian yang Tidak Perlu, Nanti Menyesal

RS Mulai Penuh, Anies: Hindari Bepergian yang Tidak Perlu, Nanti Menyesal

Megapolitan
Pihak Wisma Atlet: Coba Lebaran Kemarin Bisa Diatur, Lonjakan Covid-19 Tidak Setinggi Ini

Pihak Wisma Atlet: Coba Lebaran Kemarin Bisa Diatur, Lonjakan Covid-19 Tidak Setinggi Ini

Megapolitan
Diduga Sopir Mengantuk, Truk Muatan Bahan Bangunan Terguling di Permata Hijau

Diduga Sopir Mengantuk, Truk Muatan Bahan Bangunan Terguling di Permata Hijau

Megapolitan
Jumlah Pasien Rawat Inap RSDC Wisma Atlet di Kemayoran dan Pademangan Tembus 7.056

Jumlah Pasien Rawat Inap RSDC Wisma Atlet di Kemayoran dan Pademangan Tembus 7.056

Megapolitan
Anies: Kita di Rumah Saja Sabtu-Minggu, Jangan Bepergian

Anies: Kita di Rumah Saja Sabtu-Minggu, Jangan Bepergian

Megapolitan
Kasus Covid-19 Melonjak, Depok Tingkatkan WFH Jadi 70 Persen

Kasus Covid-19 Melonjak, Depok Tingkatkan WFH Jadi 70 Persen

Megapolitan
Melintas di JLNT Casablanca Bareng Mobil, Ini Komentar Para Pesepeda Road Bike

Melintas di JLNT Casablanca Bareng Mobil, Ini Komentar Para Pesepeda Road Bike

Megapolitan
Pasien Covid-19 yang Diisolasi di Rusun Nagrak Harus Melalui Rujukan Puskesmas

Pasien Covid-19 yang Diisolasi di Rusun Nagrak Harus Melalui Rujukan Puskesmas

Megapolitan
Cerita Pesepeda Lipat dan MTB yang Diusir Saat Coba Melintasi JLNT Casablanca

Cerita Pesepeda Lipat dan MTB yang Diusir Saat Coba Melintasi JLNT Casablanca

Megapolitan
Rusun Nagrak Jadi Tempat Isolasi Pasien Covid-19, Dinkes DKI Siapkan Nakes hingga Poliklinik

Rusun Nagrak Jadi Tempat Isolasi Pasien Covid-19, Dinkes DKI Siapkan Nakes hingga Poliklinik

Megapolitan
OJK Bakal Minta Blokir Aplikasi Pinjol Setelah Teror Pria yang Dijadikan Penjamin oleh Teman

OJK Bakal Minta Blokir Aplikasi Pinjol Setelah Teror Pria yang Dijadikan Penjamin oleh Teman

Megapolitan
Sabtu Pagi, Pesepeda Road Bike Melintas Bareng Mobil di JLNT Casablanca

Sabtu Pagi, Pesepeda Road Bike Melintas Bareng Mobil di JLNT Casablanca

Megapolitan
UPDATE: Tambah 988 Kasus di Kota Bekasi, 1.801 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE: Tambah 988 Kasus di Kota Bekasi, 1.801 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X