Seandainya Kota Bekasi dan Jakarta Digabung...

Kompas.com - 19/10/2019, 07:06 WIB
 Anak-anak bermain di atas tanggul penahan luapan Sungai Cileungsi di Blok Y Perumahan Villa Nusa Indah 2, Bojongkulur, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Selasa (31/5). Ribuan warga di Villa Nusa Indah berencana pindah administrasi menjadi warga Kota Bekasi karena merasa tidak diperhatikan Pemerintah Kabupaten Bogor. Alasannya, persoalan banjir dan jalan rusak di wilayah itu tidak kunjung terselesaikan. KOMPAS/HARRY SUSILO Anak-anak bermain di atas tanggul penahan luapan Sungai Cileungsi di Blok Y Perumahan Villa Nusa Indah 2, Bojongkulur, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Selasa (31/5). Ribuan warga di Villa Nusa Indah berencana pindah administrasi menjadi warga Kota Bekasi karena merasa tidak diperhatikan Pemerintah Kabupaten Bogor. Alasannya, persoalan banjir dan jalan rusak di wilayah itu tidak kunjung terselesaikan.

BEKASI, KOMPAS.com – Mayoritas warga Bekasi dan Jakarta dianggap setuju bila kedua wilayah itu digabung.

Kesimpulan itu muncul dalam jajak pendapat yang dilakukan oleh lembaga survei Median pada 21 September 2019 sampai 5 Oktober 2019.

Survei itu dilakukan terhadap 500 warga Bekasi dan 500 warga Jakarta yang dipilih melalui multistage random sampling.

Adapun margin of error berkisar pada +/- 4,3 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.

Berikut ini rangkuman dari hasil jajak pendapat tersebut.

60 persen warga Bekasi setuju

Khusus untuk responden asal Bekasi, sebanyak 60,6 persen responden setuju jika Kota Bekasi menyatu dengan Ibu Kota.

"Hanya sebesar 11,4 persen warga saja yang tidak setuju, sedangkan 26 persen warga menjawab tidak tahu," kata Direktur Eksekutif Median Rico Marbun dalam keterangan yang diterima Kompas.com, Jumat (18/10/2019).

Setidaknya ada lima alasan utama bagi warga Kota Bekasi yang setuju dengan wacana penggabungan ke Jakarta.

"Sebanyak 14,4 persen menganggap lebih dekat dengan wilayah DKI Jakarta daripada Bandung," jelas Rico.

"Lalu, 7,8 persen menganggap (Bekasi) akan lebih maju dan berkembang; 7,8 persen setuju dengan usulan Pemkot Bekasi bergabung dengan DKI Jakarta; 5,8 persen menganggap lebih strategis dengan DKI Jakarta; 5,8 persen ingin mengatasi pengangguran," paparnya.

Warga Jakarta lebih setuju lagi

Sebaliknya, sebagian besar responden asal Jakarta pun sepakat jika Bekasi bersama mereka.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemkot Tangerang Jelaskan Duduk Perkara Pengosongan Ruko di Cimone

Pemkot Tangerang Jelaskan Duduk Perkara Pengosongan Ruko di Cimone

Megapolitan
Kapal Sampah Bekasi Pabrikan Jerman Bisa Angkut 300 Kilogram Sampah Sekali Jalan

Kapal Sampah Bekasi Pabrikan Jerman Bisa Angkut 300 Kilogram Sampah Sekali Jalan

Megapolitan
Pengguna Skuter Listrik Ditabrak Mobil, Pemerintah dan Operator Diminta Segera Rumuskan Kebijakan

Pengguna Skuter Listrik Ditabrak Mobil, Pemerintah dan Operator Diminta Segera Rumuskan Kebijakan

Megapolitan
Beda dengan Klaim Polisi, Korban Kecelakaan Grabwheels Sebut Pelaku Langsung Kabur

Beda dengan Klaim Polisi, Korban Kecelakaan Grabwheels Sebut Pelaku Langsung Kabur

Megapolitan
Pemkot Tangerang: Pengosongan Ruko Permata Cimone Saran dari Kepolisian

Pemkot Tangerang: Pengosongan Ruko Permata Cimone Saran dari Kepolisian

Megapolitan
Pengacara Warga: Pengosongan Ruko Permata Cimone Cacat Prosedur

Pengacara Warga: Pengosongan Ruko Permata Cimone Cacat Prosedur

Megapolitan
Usai Kecelakaan GrabWheels, Pemprov DKI Kaji Aturan Jam Penyewaan Skuter Listrik

Usai Kecelakaan GrabWheels, Pemprov DKI Kaji Aturan Jam Penyewaan Skuter Listrik

Megapolitan
YLKI Minta Grab Hentikan Sementara Penyewaan GrabWheels

YLKI Minta Grab Hentikan Sementara Penyewaan GrabWheels

Megapolitan
Ruko Permata Cimone Dikosongkan, Penghuni Ambil Langkah Hukum

Ruko Permata Cimone Dikosongkan, Penghuni Ambil Langkah Hukum

Megapolitan
Satu Sisi JPO di Pinggir Rel Kereta Kawasan Kalianyar Berdiri Tanpa Pagar Pembatas

Satu Sisi JPO di Pinggir Rel Kereta Kawasan Kalianyar Berdiri Tanpa Pagar Pembatas

Megapolitan
Takut Dilaporkan ke Polisi, Ayah Ingin Nikahi Anak Tiri yang Diperkosanya hingga Hamil

Takut Dilaporkan ke Polisi, Ayah Ingin Nikahi Anak Tiri yang Diperkosanya hingga Hamil

Megapolitan
Ditetapkan Tersangka, Pengemudi Mobil yang Tabrak Pengguna Skuter Listrik Tak Ditahan

Ditetapkan Tersangka, Pengemudi Mobil yang Tabrak Pengguna Skuter Listrik Tak Ditahan

Megapolitan
Kualitas Udara Jakarta dan Depok Pagi Ini Tidak Sehat, Bekasi Lebih Buruk

Kualitas Udara Jakarta dan Depok Pagi Ini Tidak Sehat, Bekasi Lebih Buruk

Megapolitan
Kisah Pilu Enam Sahabat yang Terpisahkan Maut Saat Berkendara Skuter Listrik

Kisah Pilu Enam Sahabat yang Terpisahkan Maut Saat Berkendara Skuter Listrik

Megapolitan
Datangi Korban, Keluarga Ayah yang Perkosa Anak Tirinya Minta Laporan Polisi Dicabut

Datangi Korban, Keluarga Ayah yang Perkosa Anak Tirinya Minta Laporan Polisi Dicabut

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X