Ditabrak Truk Peti Kemas, Rambu Lalin Roboh Halangi Jalur Keluar Tol Pancoran

Kompas.com - 20/10/2019, 14:36 WIB
Lalu lintas yang biasa padat di Jalan MT Haryono, Jakarta Timur, tampak lengang pada Selasa (4/6/2019). KOMPAS.com/CYNTHIA LOVALalu lintas yang biasa padat di Jalan MT Haryono, Jakarta Timur, tampak lengang pada Selasa (4/6/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Tiang rambu lalu lintas bertuliskan "Hati-Hati" di Jalan arteri MT Haryono, tepatnya di depan Bank Bukopin, Pancoran, Jakarta Selatan, roboh dan menutup sebagian lajur kendaraan keluar tol, Minggu (20/10/2019) siang.

"Kejadiannya sekitar pukul 11.30 WIB. Karena tersangkut truk peti kemas," kata salah satu saksi mata kejadian, Mufti Akbar di Jakarta, seperti dikutip Antara.

Menurut dia, truk peti kemas sempat terhenti lajunya di jalur arteri MT Haryono tepatnya di lajur keluar GT Pancoran karena rambu tersangkut di bagian atas peti kemas.

"Rambu jalan nyangkut di atasnya. Truknya maksa jalan sehingga tiang tertarik dan hampir roboh, persis exit depan Bukopin," katanya.

Rambu dengan tiang setinggi 2,5 meter berikut papan ukuran 1x1 meter per segi milik Dinas Perhubungan itu miring ke arah badan jalan Tol MT Haryono.

Tiang berikut papan rambu tersebut menutup sebagian lajur keluar Tol MT Haryono yang mengarah ke Bank Bukopin.

Tidak terjadi kepadatan lalu lintas akibat insiden ini.

Petugas Patroli Jasa Marga Tol Dalam Kota kemudian mengevakuasi rambu lalu lintas yang roboh tersebut.

"Kebetulan kami tidak memonitor kejadiannya karena sedang fokus giat patroli lalu lintas agenda pelantikan presiden," kata petugas piket patroli Jasa Marga Tol Dalam Kota, Gunawan, di Jakarta.

Rambu tersebut roboh setelah bagian pondasinya terangkat dari dalam tanah dengan posisi terakhir tersangkut di tiang pembatas jalan tol dengan posisi miring.

Sebanyak dua petugas patroli mengangkat rambu tersebut. Bangkai rambu digeser keluar menuju sisi Jalan Arteri MT Haryono sehingga tidak menghalangi laju kendaraan.

"Kita geser dulu ke bahu jalan arteri, minimal tidak ganggu pengendara. Biar nanti Dishub yang akan angkut tiang dan rambunya sebagai barang bukti," katanya.



Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Warga Depok Disebut Paling Tak Patuh Jaga Jarak, Data Ridwan Kamil Dipertanyakan

Warga Depok Disebut Paling Tak Patuh Jaga Jarak, Data Ridwan Kamil Dipertanyakan

Megapolitan
Penduduk di Luar DKI Bisa Melamar Tenaga Ahli Jakarta Smart City, Ini Syaratnya

Penduduk di Luar DKI Bisa Melamar Tenaga Ahli Jakarta Smart City, Ini Syaratnya

Megapolitan
Berkas yang Perlu Dipersiapkan Untuk Melamar Kerja Di Jakarta Smart City

Berkas yang Perlu Dipersiapkan Untuk Melamar Kerja Di Jakarta Smart City

Megapolitan
Bekasi Jadi Zona Merah Covid-19 Lagi, Ini Kata Wali Kota

Bekasi Jadi Zona Merah Covid-19 Lagi, Ini Kata Wali Kota

Megapolitan
Terkendala Cuaca Buruk, Penyelam Belum Bisa Lanjutkan Pencarian Sriwijaya Air SJ 182

Terkendala Cuaca Buruk, Penyelam Belum Bisa Lanjutkan Pencarian Sriwijaya Air SJ 182

Megapolitan
Proyek Terowongan Silaturahmi, Jalan Sekitar Istiqlal dan Katedral Dialihkan 20 Januari-31 Maret 2021

Proyek Terowongan Silaturahmi, Jalan Sekitar Istiqlal dan Katedral Dialihkan 20 Januari-31 Maret 2021

Megapolitan
Tim DVI Ungkap Kendala Proses Identifikasi Korban Sriwijaya Air SJ 182

Tim DVI Ungkap Kendala Proses Identifikasi Korban Sriwijaya Air SJ 182

Megapolitan
Update 19 Januari: Berkurang 139, Kini Ada 4.722 Pasien Covid-19 Dirawat di RSD Wisma Atlet

Update 19 Januari: Berkurang 139, Kini Ada 4.722 Pasien Covid-19 Dirawat di RSD Wisma Atlet

Megapolitan
Membandingkan Pelanggaran Prokes Rizieq Shihab vs Raffi Ahmad-Ahok

Membandingkan Pelanggaran Prokes Rizieq Shihab vs Raffi Ahmad-Ahok

Megapolitan
Gudang Dekorasi Pernikahan di Kembangan Terbakar

Gudang Dekorasi Pernikahan di Kembangan Terbakar

Megapolitan
Polisi Akan Cari Pelaku Tawuran di Manggarai Lewat Video di Medsos

Polisi Akan Cari Pelaku Tawuran di Manggarai Lewat Video di Medsos

Megapolitan
Kasus Pesta Ricardo Gelael yang Dihadiri Raffi Ahmad, Polisi: Tamu Tidak Diundang, Datang Sendiri

Kasus Pesta Ricardo Gelael yang Dihadiri Raffi Ahmad, Polisi: Tamu Tidak Diundang, Datang Sendiri

Megapolitan
Pegawai Positif Covid-19, Kantor Kecamatan Pasar Rebo Ditutup 3 Hari

Pegawai Positif Covid-19, Kantor Kecamatan Pasar Rebo Ditutup 3 Hari

Megapolitan
Kapasitas RS Rujukan Covid-19 di Jakarta Tersisa 13 Persen

Kapasitas RS Rujukan Covid-19 di Jakarta Tersisa 13 Persen

Megapolitan
Hari Ini, Tenaga Medis di RSD Wisma Atlet Mulai Divaksinasi Covid-19

Hari Ini, Tenaga Medis di RSD Wisma Atlet Mulai Divaksinasi Covid-19

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X