Ombudsman: Apjatel Harus Turunkan Kabel Udara di 27 Lokasi Sebelum Dipotong Pemprov DKI

Kompas.com - 21/10/2019, 14:41 WIB
Dinas Binamarga DKI Jakarta potong kabel utilitas di jalan Dr Satrio, Jakarta Selatan, Rabu (16/10/2019) KOMPAS.COM/WALDA MARISONDinas Binamarga DKI Jakarta potong kabel utilitas di jalan Dr Satrio, Jakarta Selatan, Rabu (16/10/2019)
Penulis Nursita Sari
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Ombudsman RI Perwakilan Jakarta Raya Teguh P Nugroho mengatakan, Dinas Bina Marga DKI Jakarta dan Laporan Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi ( APJATEL) sudah memiliki kesepakatan soal pemotongan kabel fiber optik yang masih menggantung di udara.

Dalam kesepakatan itu, APJATEL harus menurunkan kabel udara di 27 lokasi hingga akhir Desember 2019.

" Apjatel masih punya sisa 27 proyek yang harus diselesaikan sampai Desember. Bina Marga sudah sepakat bahwa mereka tidak akan memotong, menertibkan, atau menata kalau belum berkoordinasi dengan Apjatel," ujar Teguh saat dihubungi, Senin (21/10/2019).

Jika Apjatel tidak bisa menyelesaikan proyek itu hingga akhir Desember 2019, kata Teguh, Dinas Bina Marga berhak memotong kabel-kabel udara yang masih menggantung. APJATEL juga tidak berhak memprotes pemotongan kabel utilitas yang dilakukan Dinas Bina Marga.

"Kami minta APJATEL memberikan komitmen, kalau sampai Desember itu yang 27 proyek tidak selesai, kemudian dipotong oleh Bina Marga, maka Apjatel tidak bisa komplain," kata dia.

Baca juga: Tujuh Titik Kabel Semrawut di Jakarta Selatan Segera Ditertibkan

Menurut Teguh, APJATEL nantinya akan bersurat kepada Bina Marga DKI untuk memberitahukan setiap proyek penurunan kabel udara yang akan dikerjakan.

"APJATEL akan mengirimkan surat kepada Bina Marga mengenai titik-titik mana saja yang akan dibangun sampai Desember 2019 untuk menyelesaikan 27 titik," ucap Teguh.

Seperti diketahui, Dinas Bina Marga DKI Jakarta sedang gencar memotong kabel udara bersamaan dengan revitalisasi trotoar yang dikerjakan.

Pemotongan kabel itu diprotes oleh APJATEL. APJATEL pun mengadu kepada Ombudsman RI Perwakilan Jakarta Raya. Ombudsman kemudian memanggil kedua pihak untuk mengklarifikasi persoalan tersebut dan melakukan mediasi hingga akhirnya muncul kesepakatan.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jenazah yang Ditemukan di Pulau Sangiang Belum Dipastikan Warga China

Jenazah yang Ditemukan di Pulau Sangiang Belum Dipastikan Warga China

Megapolitan
MRT Jakarta Hadirkan Anjing Pelacak di Stasiun untuk Lacak Benda-Benda Mencurigakan

MRT Jakarta Hadirkan Anjing Pelacak di Stasiun untuk Lacak Benda-Benda Mencurigakan

Megapolitan
Berbagai Festival Meriahkan Jakarta Akhir Pekan Ini

Berbagai Festival Meriahkan Jakarta Akhir Pekan Ini

Megapolitan
Keamanan di Stasiun MRT Jakarta Ditingkatkan atas Permintaan Polisi

Keamanan di Stasiun MRT Jakarta Ditingkatkan atas Permintaan Polisi

Megapolitan
PT Transjakarta Klarifikasi, Bus Transjakarta Zongtong Belum Beroperasi Setelah Ada Kasus Video Tak Senonoh

PT Transjakarta Klarifikasi, Bus Transjakarta Zongtong Belum Beroperasi Setelah Ada Kasus Video Tak Senonoh

Megapolitan
RS Polri Kesulitan Identifikasi Jenazah yang Diduga Warga China yang Tewas Selat Sunda

RS Polri Kesulitan Identifikasi Jenazah yang Diduga Warga China yang Tewas Selat Sunda

Megapolitan
Pipi, Pelipis, dan Kaki Pelajar SMP di Kembangan Luka Akibat Disiram Air Keras

Pipi, Pelipis, dan Kaki Pelajar SMP di Kembangan Luka Akibat Disiram Air Keras

Megapolitan
PKL yang Jualan di Bahu Jalan Senen Khawatir Pendapatan Berkurang Jika Direlokasi

PKL yang Jualan di Bahu Jalan Senen Khawatir Pendapatan Berkurang Jika Direlokasi

Megapolitan
DPRD DKI Pesimistis APBD 2020 Rampung Sesuai Aturan Kemendagri

DPRD DKI Pesimistis APBD 2020 Rampung Sesuai Aturan Kemendagri

Megapolitan
Minim Penerangan, Warga Sulit Seberangi JPO Stasiun Pasar Minggu Baru di Malam Hari

Minim Penerangan, Warga Sulit Seberangi JPO Stasiun Pasar Minggu Baru di Malam Hari

Megapolitan
Bima Arya Pertimbangkan Maju sebagai Calon Ketua Umum PAN

Bima Arya Pertimbangkan Maju sebagai Calon Ketua Umum PAN

Megapolitan
Pelaku Pelecehan Seksual Dikejar dan Ditangkap Korbanya di Kalideres

Pelaku Pelecehan Seksual Dikejar dan Ditangkap Korbanya di Kalideres

Megapolitan
WNA Pemilik Salon Operasi Lipatan Kelopak Mata Ilegal di PIK Belajar dari Dokter di China.

WNA Pemilik Salon Operasi Lipatan Kelopak Mata Ilegal di PIK Belajar dari Dokter di China.

Megapolitan
Dukung Ahok Jadi Bos BUMN, Ketua DPRD DKI: Selama Pimpin Jakarta Kinerjanya Baik

Dukung Ahok Jadi Bos BUMN, Ketua DPRD DKI: Selama Pimpin Jakarta Kinerjanya Baik

Megapolitan
Pabrik Sepatu Hengkang, Pengangguran di Banten Berpotensi Naik Ratusan Ribu Orang

Pabrik Sepatu Hengkang, Pengangguran di Banten Berpotensi Naik Ratusan Ribu Orang

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X