KILAS METRO

Pemprov Jakarta Klaim Perhatikan Kesejahteraan Pelajar

Kompas.com - 22/10/2019, 14:32 WIB
Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Ratiyono memberikan makanan kepada murid SD 03 dan 04 Penjaringan dalam rangka launching program Pemberian Penyediaaan Makanan Tambahan Anak Sekolah (PMTAS), Rabu (27/3/2019). Dokumen Pemkot Jakarta UtaraKepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Ratiyono memberikan makanan kepada murid SD 03 dan 04 Penjaringan dalam rangka launching program Pemberian Penyediaaan Makanan Tambahan Anak Sekolah (PMTAS), Rabu (27/3/2019).

KOMPAS.com - Selama dua tahun kepemimpinan Anies Baswedan di DKI, Pemerintah Provinsi ( Pemprov) Jakarta serius memberi perhatian khusus kepada kesejahteraan anak sekolah.

Perhatian itu pun diwujudkan melalui salah satu program unggulan Pemprov DKI Jakarta, yakni program makanan tambahan anak sekolah (PMTAS) dan pembagian Kartu Kesejahteraan untuk anak sekolah dan mahasiswa.

PMTAS sendiri diluncurkan pada 2018 untuk meningkatkan gizi anak. Dalam keterangan persnya Pemprov DKI menjelaskan, sejak dilunjurkan program ini telah menjangkau 144.223 anak di 456 sekolah di seluruh Jakarta.

Setiap anak diberikan paket makanan senilai Rp 10.890 yang diberikan setiap hari di sekolah.

"Setiap Senin sampai Jumat siswa-siswi diberi makanan tambahan. Pemberiannya menyesuaikan waktu belajar mengajar, bisa pagi, siang ataupun sore," ujar Ratiyono ketika masih menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Ratiyono, seperti dimuat Kompas.com, Rabu (27/3/2019).

Baca juga: Penuhi Gizi Anak Sekolah, Pemprov DKI Gelontorkan Rp 324 Miliar

Perlu diketahui dalam program PMTAS ada 29 varian menu yang disediakan, di antaranya roti, susu UHT, onde-onde, bubur kacang hijau, puding buah, buah-buahan, martabak telur, dan omelet telur daging.

Untuk menyediakan paket makanan tambahan anak sekolah tersebut Pemprov DKI Jakarta bekerjasama dengan komite sekolah dan memberdayakan pedagang setempat. Anggaran untuk program PMTAS pada 2019 mencapai Rp 324 Miliar.

"Total anggarannya Rp 324 miliar untuk lima kotamadya dan satu kabupaten di Jakarta. Semoga bisa langsung diterima masyarakat," kata Ratiyono.

KJP Plus dan KJMU

Agar anak tetap dapat melanjutkan aktivitas sekolah dengan lancar, Pemprov DKI Jakarta juga memperkenalkan dua jenis Kartu Kesejahteraan untuk siswa sekolah dan perguruan tinggi dalam dua tahun terakhir.

Pertama, Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus yang memberikan dana pendidikan sebesar Rp 250.000 – Rp 450.000 per bulan, sesuai jenjang pendidikan. Pada 2019, total sudah 860.397 siswa menerima KJP Plus.

Halaman:
Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rasio Kasus Covid-19 di Kelurahan Kenari Jakpus Masih Tinggi, Ini Penyebabnya

Rasio Kasus Covid-19 di Kelurahan Kenari Jakpus Masih Tinggi, Ini Penyebabnya

Megapolitan
Bacok Orang hingga Tewas Saat Tawuran di Tambora, Pria Ini Ditangkap di Cilacap

Bacok Orang hingga Tewas Saat Tawuran di Tambora, Pria Ini Ditangkap di Cilacap

Megapolitan
Ojek Online Dilarang Angkut Penumpang di Kelurahan Zona Merah Depok

Ojek Online Dilarang Angkut Penumpang di Kelurahan Zona Merah Depok

Megapolitan
CFD Kota Bekasi Kembali Digelar Besok, PKL Dilarang Berjualan

CFD Kota Bekasi Kembali Digelar Besok, PKL Dilarang Berjualan

Megapolitan
Ojek Online Boleh Angkut Penumpang di Depok Mulai 7 Juli, Jika...

Ojek Online Boleh Angkut Penumpang di Depok Mulai 7 Juli, Jika...

Megapolitan
Vaksin Covid-19 Belum Ditemukan, Wagub DKI Minta Warga Terbiasa Jalankan Protokol Kesehatan

Vaksin Covid-19 Belum Ditemukan, Wagub DKI Minta Warga Terbiasa Jalankan Protokol Kesehatan

Megapolitan
Wagub DKI Sebut Banyak Pedagang Pasar yang Tak Mau Dites Swab

Wagub DKI Sebut Banyak Pedagang Pasar yang Tak Mau Dites Swab

Megapolitan
Cemburu, Suami Bacok Istri di Hadapan Anak di Bekasi

Cemburu, Suami Bacok Istri di Hadapan Anak di Bekasi

Megapolitan
Petugas Sekuriti Diduga Cabuli 4 Anak di Tangerang, KPAI: Edukasikan Anak soal Cari Pertolongan

Petugas Sekuriti Diduga Cabuli 4 Anak di Tangerang, KPAI: Edukasikan Anak soal Cari Pertolongan

Megapolitan
 Wagub DKI: Kami Gencar Lakukan Tes Covid-19 dan Lampaui Standar WHO

Wagub DKI: Kami Gencar Lakukan Tes Covid-19 dan Lampaui Standar WHO

Megapolitan
Kampus UI Jadi Lokasi Pelaksanaan UTBK 2020, Ini Protokol Kesehatannya

Kampus UI Jadi Lokasi Pelaksanaan UTBK 2020, Ini Protokol Kesehatannya

Megapolitan
Wagub DKI Sebut Pengunjung Mal Saat PSBB Transisi Hanya 20-30 Persen

Wagub DKI Sebut Pengunjung Mal Saat PSBB Transisi Hanya 20-30 Persen

Megapolitan
Federasi Serikat Guru: PPDB Zonasi Bina RW Akan Jadi Masalah Baru

Federasi Serikat Guru: PPDB Zonasi Bina RW Akan Jadi Masalah Baru

Megapolitan
Alasan Pemprov DKI Pilih PSBB Transisi Dibanding New Normal

Alasan Pemprov DKI Pilih PSBB Transisi Dibanding New Normal

Megapolitan
Polisi dan Pemkot Tangsel Bakal Buat Aturan untuk Pesepeda

Polisi dan Pemkot Tangsel Bakal Buat Aturan untuk Pesepeda

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X