Jelang Musim Hujan, Pemkot Jakpus Siapkan Sumur Resapan di 400 Titik

Kompas.com - 22/10/2019, 15:03 WIB
Sumur resapan. sciencevictim.blogspot.comSumur resapan.
Penulis Cynthia Lova
|


JAKARTA, KOMPAS.com - Jelang musim penghujan, Pemerintah Kota Jakarta Pusat targetkan pengerjaan sumur resapan di 400 titik kawasan Jakarta Pusat rampung pada Desember 2019 mendatang.

Kepala Seksi (Kasie) Pemeliharaa Sudin SDA Jakarta Pusat, Glend Santista mengatakan, saat ini pengerjaan sumur resapan sudah selesai 60 persen.

"Dari 400 titik, baru 60 persen yang telah rampung. Target kami Desember sudah selesai semua pengerjaan," ujar Glend saat dikonfirmasi, Selasa (22/10/2019).

Pembangunan sumur resapan tersebut tersebar di lokasi yang masuk dalam kategori rawan genangan.

Baca juga: 26 Lokasi Rawan Genangan di Jakarta Utara Saat Musim Hujan

Selain di kawasan kategori rawan genangan, sumur resapan itu juga dibangun di kawasan kantor pemerintah, sekolah, puskesmas, Monas, dan pedestrian.

Sumur resapan itu diharapkan bisa mengatasi genangan bahkan banjir di kawasan itu.

"Jadi kan kalau ada sumber resapan genangan air itu tidak muncul dan terserap masuk ke dalam tanah," ucapnya.

Sumur resapan itu masing-masing dibangun dengan kedalaman tiga meter dengan diameter satu meter menggunakan Buis Beton.

"Kadang ada yang dua meter tapi sudah ditemuin airnya. Tapi ada juga yang perlu gali lagi lebih dari tiga meter untuk nemuin titik airnya," kata Glend.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pro dan Kontra Warga Jakarta Menyikapi Penerapan Tilang ETLE

Pro dan Kontra Warga Jakarta Menyikapi Penerapan Tilang ETLE

Megapolitan
Polisi Duga Komplotan Penganiaya Wartawan Bukan Calo SIM, tetapi Tukang Ojek

Polisi Duga Komplotan Penganiaya Wartawan Bukan Calo SIM, tetapi Tukang Ojek

Megapolitan
Masuk Daftar Pilkada Paling Rawan, Ini Tanggapan KPU Tangsel

Masuk Daftar Pilkada Paling Rawan, Ini Tanggapan KPU Tangsel

Megapolitan
Petinggi Sunda Empire Ditangkap di Tambun Saat Mampir ke Rumah Saudaranya

Petinggi Sunda Empire Ditangkap di Tambun Saat Mampir ke Rumah Saudaranya

Megapolitan
 Tanggapan PKS soal Rencana Koalisi Gerindra dan PDIP untuk Menghadapinya di Pilkada Depok

Tanggapan PKS soal Rencana Koalisi Gerindra dan PDIP untuk Menghadapinya di Pilkada Depok

Megapolitan
Siap Evakuasi WNI dari Wuhan, TNI AU Tinggal Tunggu Perintah

Siap Evakuasi WNI dari Wuhan, TNI AU Tinggal Tunggu Perintah

Megapolitan
Pemindahan Sampah dari TPA Cipayung ke Lulut Nambo Rencananya Dilakukan Juli 2020

Pemindahan Sampah dari TPA Cipayung ke Lulut Nambo Rencananya Dilakukan Juli 2020

Megapolitan
Sebelum Tabrak Gardu Tol Halim, Sopir Sempat Lompat Keluar dari Truk Bersama Anak Kecil

Sebelum Tabrak Gardu Tol Halim, Sopir Sempat Lompat Keluar dari Truk Bersama Anak Kecil

Megapolitan
Pegawai Honorer Dinilai Sangat Membantu, Kadisdukcapil Tangsel Minta Jangan Dihapus

Pegawai Honorer Dinilai Sangat Membantu, Kadisdukcapil Tangsel Minta Jangan Dihapus

Megapolitan
Ramai Virus Corona, Penjualan Masker di Apotek Tangsel Meningkat

Ramai Virus Corona, Penjualan Masker di Apotek Tangsel Meningkat

Megapolitan
PLN: Tiang Roboh di Sawangan Bukan Punya Kita

PLN: Tiang Roboh di Sawangan Bukan Punya Kita

Megapolitan
Angka Kematian Virus Corona Masih Rendah, Warga Diharap Tidak Panik

Angka Kematian Virus Corona Masih Rendah, Warga Diharap Tidak Panik

Megapolitan
Begini Kelengkapan Ruang Isolasi RSPI Sulianti Saroso untuk Pasien Diduga Terinfeksi Corona

Begini Kelengkapan Ruang Isolasi RSPI Sulianti Saroso untuk Pasien Diduga Terinfeksi Corona

Megapolitan
Kisah Soekarno Ditipu Raja dan Ratu Fiktif, Idrus dan Markonah

Kisah Soekarno Ditipu Raja dan Ratu Fiktif, Idrus dan Markonah

Megapolitan
Polisi Sebut Lokasi Pengeroyokan Wartawan Bukan di Area Kantor Satpas SIM Daan Mogot

Polisi Sebut Lokasi Pengeroyokan Wartawan Bukan di Area Kantor Satpas SIM Daan Mogot

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X