Putar Balik Sembarangan, Pengendara Motor di Jalan Dr Satrio Dihukum Cabut Pentil Ban

Kompas.com - 22/10/2019, 16:18 WIB
Petugas Dishub lakukan sanksi cabut pentil kepada pengendara motor yang parkir dan memutar jalan di area hijau Jalan Doktor Satrio, Kuningan, Jakarta Selatan, (22/10/2019). KOMPAS.COM/WALDA MARISONPetugas Dishub lakukan sanksi cabut pentil kepada pengendara motor yang parkir dan memutar jalan di area hijau Jalan Doktor Satrio, Kuningan, Jakarta Selatan, (22/10/2019).
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Sebanyak 37 kendaraan roda dua yang mayoritas pengendara ojek online terkena penindakan di kawasan Jalan Dr Satrio, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (22/10/2019).

Mereka ditindak oleh petugas Sudin Dishub Jakarta Selatan karena memutar balik di sembarang jalur, tepatnya di depan Bank Muamalat.

Padahal tempat mereka memutar balik merupakan jalur hijau yang masih dalam proses refitalisasi.

Tidak hanya memutar balik, ojol yang kerap parkir sembarangan di jalur hijau tersebut juga terkena penindakan.

Baca juga: Dishub DKI Surati Pengurus Gedung Sediakan Fasilitas Pesepeda

"Lokasi taman dan trotoar bukan tempat buat parkir, kendaraan yang parkir sembarang tempat dicabut pentil agar menimbulkan efek jera," ujar Kasudin Perhubungan Jakarta Selatan, Christianto , Selasa (22/10/2019).

Akhirnya, 37 kendaraan roda dua tersebut terkena sanksi cabut pentil dari pihak Dishub.

Christianto berharap dengan adanya kegiatan ini masyarakat khususnya pengendara motor bisa jera dan tidak menggunakan jalur hijau dengan sembarang.

"Operasi parkir liar sebagai tindak lanjut pengaduan masyarakat tentang banyaknya ojek online yang parkir di trotoar dan di taman," kata dia.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Antisipasi Kampanye Hitam Pilkades, Polresta Tangerang Turunkan Personel Khusus

Antisipasi Kampanye Hitam Pilkades, Polresta Tangerang Turunkan Personel Khusus

Megapolitan
Dihentikan Karena Lintasi Jalur Sepeda, Pengemudi Ojol Protes ke Petugas Dishub

Dihentikan Karena Lintasi Jalur Sepeda, Pengemudi Ojol Protes ke Petugas Dishub

Megapolitan
Pasar Senen Jaya Blok I dan Blok II Akan Dibangun Kembali

Pasar Senen Jaya Blok I dan Blok II Akan Dibangun Kembali

Megapolitan
 Seribu Alasan Pengendara Motor yang Naik JPO Dekat Sudinhub Jakut...

Seribu Alasan Pengendara Motor yang Naik JPO Dekat Sudinhub Jakut...

Megapolitan
CPNS Pemprov DKI, Dua Formasi Ini Masih Belum Ada Pelamar

CPNS Pemprov DKI, Dua Formasi Ini Masih Belum Ada Pelamar

Megapolitan
Hingga 20 November 2019, 18.876 Orang Daftar CPNS Pemprov DKI

Hingga 20 November 2019, 18.876 Orang Daftar CPNS Pemprov DKI

Megapolitan
Polisi Tetapkan Seorang Tersangka Bentrok FBR dan PP

Polisi Tetapkan Seorang Tersangka Bentrok FBR dan PP

Megapolitan
Jelang Kampanye Pilkades, Kapolresta Tangerang Ancam Bakal Proses Hukum Pelaku Kampanye Hitam

Jelang Kampanye Pilkades, Kapolresta Tangerang Ancam Bakal Proses Hukum Pelaku Kampanye Hitam

Megapolitan
Nunung kepada Majelis Hakim: Saya Sangat Salah dan Menyesali Perbuatan

Nunung kepada Majelis Hakim: Saya Sangat Salah dan Menyesali Perbuatan

Megapolitan
Mikrotrans Jak Lingko 80 Layani Rute Rawa Buaya sampai Rawa Kompeni

Mikrotrans Jak Lingko 80 Layani Rute Rawa Buaya sampai Rawa Kompeni

Megapolitan
Bobol Showroom Motor, Dua Pencuri Ditangkap Polisi

Bobol Showroom Motor, Dua Pencuri Ditangkap Polisi

Megapolitan
Tahun 2019 Sisa 40 Hari, PAD Kota Bekasi Masih Minus Rp 1 Triliun

Tahun 2019 Sisa 40 Hari, PAD Kota Bekasi Masih Minus Rp 1 Triliun

Megapolitan
Setu Sawangan akan Dinormalisasi, Pedagang Pasrah Warungnya Digusur

Setu Sawangan akan Dinormalisasi, Pedagang Pasrah Warungnya Digusur

Megapolitan
Agar Tak Dilintasi Motor, Pejalan Kaki Saran Pasang Penghalang di JPO Dekat Sudinhub Jakut

Agar Tak Dilintasi Motor, Pejalan Kaki Saran Pasang Penghalang di JPO Dekat Sudinhub Jakut

Megapolitan
Wali Kota Bekasi Lebih Dulu Berhitung Sebelum Siapkan APAR di Sekolah-sekolah

Wali Kota Bekasi Lebih Dulu Berhitung Sebelum Siapkan APAR di Sekolah-sekolah

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X