Polisi Duga Ada Koordinator di Balik Pemalak Sopir Truk

Kompas.com - 23/10/2019, 10:14 WIB
H, Pak ogah yang diamankan tim elang laut Polres Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara pada Selasa (22/10/2019) KOMPAS.COM/JIMMY RAMADHAN AZHARIH, Pak ogah yang diamankan tim elang laut Polres Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara pada Selasa (22/10/2019)

JAKARTA, KOMPAS.com - Kanit 2 Pidana Umum Polres Pelabuhan Tanjung Priok Ipda Gusti Ngurah Rai menduga para pemalak sopir truk dan pak ogah di sekitar Pelabuhan Tanjung Priok dikoordinasi oleh seseorang.

Dugaan itu muncul dari pemeriksaan terhadap pelaku-pelaku yang telah diamankan Tim Elang Laut sebelumnya.

"Jadi katanya bosnya ini tinggal di Kalibaru," kata Gusti dalam operasi cipta kondisi di sekitar Pelabuhan Tanjung Priok, Selasa (23/10/2019) malam.

Gusti mengatakan sosok itu mengatur jadwal pak ogah dan pemalak yang menyasar sopir truk di sana.

Para pemalak tersebut diatur koordinatornya untuk bergantian setiap dua jam sekali.

Baca juga: Tim Elang Laut Amankan 5 Pak Ogah dan Pemalak Sopir Truk

Para pemalak lalu diminta untuk menyetor uang sebesar Rp 25.000 oleh koordinator tersebut setiap dua jam mereka beroperasi di lokasi tersebut.

"Tapi kita perlu memastikan apakah tokoh ini fiktif atau tidak," ucap Gusti.

Berdasarkan pantauan Kompas.com saat operasi penangkapan pada Selasa malam dari lima orang pelaku yang ditangkap tak ada yang mengakui bahwa mereka terkoordinasi dan menyetor kepada seseorang.

Akan tetapi mereka membenarkan bahwa para pak ogah yang berjaga di lokasi berganti setiap dua jam sekali.

Adapun dalam operasi yang berlangsung tadi malam, polisi mengamankan lima orang terduga pemalak dan pak ogah tersebut.

Salah satu di antaranya melakukan aksi dengan modus memaksa sopir truk untuk membeli air mineral kepada dirinya dengan harga yang lebih mahal dari pasaran.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pihak SDIT Izzati Bantah Terduga Teroris yang Ditangkap di Depok Adalah Guru

Pihak SDIT Izzati Bantah Terduga Teroris yang Ditangkap di Depok Adalah Guru

Megapolitan
Pemprov DKI Tak Akan Larang GrabWheels Beroperasi

Pemprov DKI Tak Akan Larang GrabWheels Beroperasi

Megapolitan
YLKI Minta Pemprov DKI Buat Regulasi soal Skuter Listrik, dari Perizinan hingga Asuransi

YLKI Minta Pemprov DKI Buat Regulasi soal Skuter Listrik, dari Perizinan hingga Asuransi

Megapolitan
Kuli Bangunan Asal Cilandak Jadi Korban Kecelakaan Bus di Tol Cipali

Kuli Bangunan Asal Cilandak Jadi Korban Kecelakaan Bus di Tol Cipali

Megapolitan
Korban Pemerkosaan Ayah Tiri Sempat Diancam Pria Misterius

Korban Pemerkosaan Ayah Tiri Sempat Diancam Pria Misterius

Megapolitan
Pemkot Tangerang Jelaskan Duduk Perkara Pengosongan Ruko di Cimone

Pemkot Tangerang Jelaskan Duduk Perkara Pengosongan Ruko di Cimone

Megapolitan
Kapal Sampah Bekasi Pabrikan Jerman Bisa Angkut 300 Kilogram Sampah Sekali Jalan

Kapal Sampah Bekasi Pabrikan Jerman Bisa Angkut 300 Kilogram Sampah Sekali Jalan

Megapolitan
Pengguna Skuter Listrik Ditabrak Mobil, Pemerintah dan Operator Diminta Segera Rumuskan Kebijakan

Pengguna Skuter Listrik Ditabrak Mobil, Pemerintah dan Operator Diminta Segera Rumuskan Kebijakan

Megapolitan
Beda dengan Klaim Polisi, Korban Kecelakaan Grabwheels Sebut Pelaku Langsung Kabur

Beda dengan Klaim Polisi, Korban Kecelakaan Grabwheels Sebut Pelaku Langsung Kabur

Megapolitan
Pemkot Tangerang: Pengosongan Ruko Permata Cimone Saran dari Kepolisian

Pemkot Tangerang: Pengosongan Ruko Permata Cimone Saran dari Kepolisian

Megapolitan
Pengacara Warga: Pengosongan Ruko Permata Cimone Cacat Prosedur

Pengacara Warga: Pengosongan Ruko Permata Cimone Cacat Prosedur

Megapolitan
Usai Kecelakaan GrabWheels, Pemprov DKI Kaji Aturan Jam Penyewaan Skuter Listrik

Usai Kecelakaan GrabWheels, Pemprov DKI Kaji Aturan Jam Penyewaan Skuter Listrik

Megapolitan
YLKI Minta Grab Hentikan Sementara Penyewaan GrabWheels

YLKI Minta Grab Hentikan Sementara Penyewaan GrabWheels

Megapolitan
Ruko Permata Cimone Dikosongkan, Penghuni Ambil Langkah Hukum

Ruko Permata Cimone Dikosongkan, Penghuni Ambil Langkah Hukum

Megapolitan
Satu Sisi JPO di Pinggir Rel Kereta Kawasan Kalianyar Berdiri Tanpa Pagar Pembatas

Satu Sisi JPO di Pinggir Rel Kereta Kawasan Kalianyar Berdiri Tanpa Pagar Pembatas

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X