Jejak Tradisi Tionghoa Benteng di Museum Benteng Heritage

Kompas.com - 24/10/2019, 05:47 WIB
Museum Benteng Heritage merupakan museum warisan budaya peranakan Tionghoa yang didirikan oleh Udaya Halim pada pukul 20.11 tanggal 11 bulan 11 tahun 2011. Kompas.com/Ersianty Peginusa WardhaniMuseum Benteng Heritage merupakan museum warisan budaya peranakan Tionghoa yang didirikan oleh Udaya Halim pada pukul 20.11 tanggal 11 bulan 11 tahun 2011.

TANGERANG, KOMPAS.com - Di tengah laju kemajuan Kota Tangerang, warga Tionghoa masih hidup dengan mempertahankan tradisinya.

Orang Tionghoa telah menetap di Tangerang sejak tahun 1407. Jejak keberadaan mereka dapat ditemukan di sekitar kawasan Pasar Lama, Tangerang. 

Salah satu warisan sejarah kaum Tionghoa Benteng adalah Museum Benteng Heritage. Museum itu kaya akan peninggalan tradisi Tionghoa Benteng.

Di museum itu ditemukan lukisan-lukisan yang mengisahkan budaya masyarakat Tionghoa Benteng sejak dulu hingga sekarang.

Salah satunya tentang festival Pehtjun atau Lomba Perahu Naga.

Baca juga: Mengenal Perwira TNI Keturunan Tionghoa John Lie, Hantu Selat Malaka..

"Festival Lomba Perahu Naga, tiap tahun diadakan tanggal lima bulan lima kalender Tionghoa. Kalau di masehi, biasanya bulan Juni," kata Pemandu Wisata Museum Benteng Heritage, Martin.

Pemilihan tanggal lima bulan lima didasari kepercayaan bahwa tanggal tersebut merupakan puncak musim panas.

Festival Pehtjun merupakan tradisi yang hingga kini masih rutin dilaksanakan kaum Tionghoa Benteng di Tangerang.

Dalam festival tersebut, masyarakat akan berlomba mengayuh perahu berbentuk naga di Sungai Cisadane, dimulai dari daerah Babakan sampai ke sekitar Pasar Lama.

"(Festival) ini tiap tahun beda tanggal. Tahun ini tanggal tujuh Juni, enggak tahu tahun depan," tambah Martin.

Selama perayaan Festival Pehtjun dilaksanakan, ada tiga tradisi lain yang turut dijalankan. Tradisi pertama adalah tradisi menangkap bebek.

Bebek-bebek akan dilempar ke tengah Sungai Cisadane. Setiap orang yang ingin mendapatkan bebek harus menceburkan diri ke sungai. Bebek yang dilepas bebas diambil oleh siapa saja.

Tradisi kedua yaitu tradisi mendirikan telur. Telur yang berbentuk bulat diusahakan agar bisa berdiri di atas bidang datar. Kaum Tionghoa percaya, pukul 12.15 adalah waktu yang paling tepat untuk bisa mendirikan telur.

"Kalau coba (mendirikan) jam 11, belum bisa. Setelah jam 12 itu besar kemungkinannya," kata Martin.

Tampak bagian depan Museum Benteng Heritage di Pasar Lama, Kota Tangerang, Rabu (12/8/2015). Jalan di depan museum digunakan untuk lapak pedagang pasar tradisional.KOMPAS/RADITYA HELABUMI Tampak bagian depan Museum Benteng Heritage di Pasar Lama, Kota Tangerang, Rabu (12/8/2015). Jalan di depan museum digunakan untuk lapak pedagang pasar tradisional.

Tradisi terakhir adalah tradisi pelemparan bakcang. Bakcang sendiri berasal dari kata bak yang berarti daging dan cang yang artinya diikat.

Baca juga: Peran Prajurit Tionghoa dalam Perkembangan TNI...

Pelemparan bakcang itu dilakukan untuk mengenang menteri Tiongkok bernama Yuan yang sangat dicintai rakyatnya. Menteri itu hidup 2000 tahun yang lalu.

Hingga kini, bakcang pun masih dikonsumsi oleh mayoritas masyarakat Tionghoa, termasuk kaum Tionghoa Benteng.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

DPRD DKI Akan Ajukan Surat Perpanjangan Waktu Pembahasan Anggaran

DPRD DKI Akan Ajukan Surat Perpanjangan Waktu Pembahasan Anggaran

Megapolitan
Fraksi PSI Sesalkan DKI Pangkas Anggaran Rehab Sekolah tetapi Tambah Anggaran Formula E

Fraksi PSI Sesalkan DKI Pangkas Anggaran Rehab Sekolah tetapi Tambah Anggaran Formula E

Megapolitan
GrabWheels Klaim Punya Aturan buat Pengguna Skuter Listrik

GrabWheels Klaim Punya Aturan buat Pengguna Skuter Listrik

Megapolitan
Keluarga Korban Kecelakaan Minta Grab Evaluasi Aturan Penggunaan GrabWheels

Keluarga Korban Kecelakaan Minta Grab Evaluasi Aturan Penggunaan GrabWheels

Megapolitan
Sejumlah Negara Punya Aturan Soal Skuter Listrik, Indonesia Menyusul?

Sejumlah Negara Punya Aturan Soal Skuter Listrik, Indonesia Menyusul?

Megapolitan
Sulit Dikenali, RS Polri Rekonstruksi Wajah Jenazah Pria Dalam Koper

Sulit Dikenali, RS Polri Rekonstruksi Wajah Jenazah Pria Dalam Koper

Megapolitan
Penabrak Dua Pengguna Skuter Listrik di Senayan Diduga Anak Orang Penting

Penabrak Dua Pengguna Skuter Listrik di Senayan Diduga Anak Orang Penting

Megapolitan
Petugas GrabWheel Ditempatkan di JPO Hingga Pukul 02.00 WIB, Sosialisasi Aturan Penggunaan Skuter Listrik

Petugas GrabWheel Ditempatkan di JPO Hingga Pukul 02.00 WIB, Sosialisasi Aturan Penggunaan Skuter Listrik

Megapolitan
Kronologi Kecekalaan Mobil Camry dengan Skuter Listrik GrabWheel

Kronologi Kecekalaan Mobil Camry dengan Skuter Listrik GrabWheel

Megapolitan
Polisi Tembak Mati Pengedar Narkoba yang Ingin Merebut Senjata

Polisi Tembak Mati Pengedar Narkoba yang Ingin Merebut Senjata

Megapolitan
Ini Enam Kecelakaan Fatal yang Libatkan Skuter Listrik di Berbagai Negara dalam Setahun Terakhir

Ini Enam Kecelakaan Fatal yang Libatkan Skuter Listrik di Berbagai Negara dalam Setahun Terakhir

Megapolitan
Marak Skuter Listrik Melintas Jembatan Penyeberangan, Grab Pasang Tanda Larang Mengendarai GrabWheels di Setiap JPO

Marak Skuter Listrik Melintas Jembatan Penyeberangan, Grab Pasang Tanda Larang Mengendarai GrabWheels di Setiap JPO

Megapolitan
Polisi Imbau Skuter Listrik Tidak Digunakan di Jalan Raya

Polisi Imbau Skuter Listrik Tidak Digunakan di Jalan Raya

Megapolitan
Bekasi Punya Kapal Sampah, Kali Bekasi Akan Disekat

Bekasi Punya Kapal Sampah, Kali Bekasi Akan Disekat

Megapolitan
Asal Mula Warga Turunan Arab Penuhi Kawasan Condet

Asal Mula Warga Turunan Arab Penuhi Kawasan Condet

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X