Kompas.com - 24/10/2019, 11:48 WIB
Spanduk kuning dipasang di Patung Dirgantara, Pancoran, Rabu (23/10/2019). Tangkapan layar dari akun @jktinfoSpanduk kuning dipasang di Patung Dirgantara, Pancoran, Rabu (23/10/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Sepulu relawan Greenpeace yang diamankan petugas kepolisian setelah memanjat dan membentangkan spanduk di Patung Dirgantara atau Pancoran, Jakarta Selatan, dan Patung Selamat Datang di Bundaran Hotel Indonesia, Rabu (23/10/2019) kemarin, akhirnya dipulangkan.

"Sudah dipulangkan," kata Arie Rompas, Juru Kampanye Hutan Greenpeace saat dihubungi di Jakarta, Kamis.

Arie menyebutkan, lima relawan pemanjat dan pembentang spanduk di Patung Pancoran tersebut dipulangkan sekitar pukul 15.00 WIB sejak diamankan pukul 09.00 WIB, Rabu.

Sementara lima relawan lainnya yang diamankan di Patung Selamat Datang Bundaran HI yang harus diproses lebih lama dan dipulangkan sekitar pukul 21.00 WIB.

Baca juga: Saat Aktivis Greenpeace Protes Kebakaran Hutan dengan Panjat Patung

Ia mengatakan, lima relawan pemanjat dan pembentang spanduk di Patung Pancoran hanya diamankan di Polsek Menteng, Jakarta Selatan dan diproses oleh Satpol PP setempat.

Sedangkan lima relawan yang diamankan di Bundaran HI diproses di Polres Metro Jakarta Pusat.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Jadi yang di Pancoran hanya diproses di polsek, yang di Bundaran HI diproses di Polres Jakarta Pusat," kata Arie.

Ia melanjutkan, para relawan itu dipulangkan tanpa diproses hukum karena perbuatan mereka tidak terbukti merupakan tindak pidana.

"Jadi diperiksa saja dan tidak ditemukan bukti melakukan tindak pidana, karena mereka profesional tidak merusak apa pun dan tidak mengganggu fasilitas umum, mereka tidak mengganggu karena semua alat-alat dibersihkan tidak ada yang ditinggalkan, kemudian mereka juga tidak merusak apa pun sesungguhnya tidak ada yang mengganggu kepentingan umum, cuma memasang spanduk aja," kata Arie.

Aksi para relawan Greenpeace itu merupakan yang pertama di dua patung ikonik yang ada di Jakarta. Tujuannya untuk mengingatkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersama para menteri yang baru dilantik untuk memprioritaskan dua hal terkait lingkungan di Indonesia.

Arie mengatakan, pemasangan spanduk berwarna kuning berisi dua pesan tersebut tujuannya untuk menyampaikan kepada pemerintahan yang baru dipilih dan kabinet yang baru tersusun untuk memprioritaskan dua sektor, yakni sektor energi dan sektor kehutanan.

Baca juga: Aktivis Greenpeace yang Panjat Patung Hanya Diam Saat Diperiksa Polisi

Sektor energi untuk beralih pada energi terbarukan dan meninggalkan energi kotor batu bara, juga untuk menyelamatkan hutan dan menjaga yang masih tersisa serta melawan para perusak hutan.

"Dua sektor ini menjadi sangat penting. Itu harus jadi prioritas jika pemerintah ingin bersungguh-sungguh untuk menyelesaikan masalah lingkungan dan juga melawan perubahan iklim, karena ini berkaitan dengan isu global," kata Arie.

Sebelumnya diberitakan, Kepolisian Resor Metro Jakarta Selatan mengamankan lima orang pemanjat dan pembentang spanduk di Patung Dirgantara atau Pancoran, Rabu kemarin.

Lima orang tersebut merupakan relawan Greenpeace terdiri atas tiga laki-laki dan dua perempuan, yakni Pani (27), Mulai, Jainudin, Indah, dan Anggara.

Kelima aktivis itu membentangkan spanduk berukuran 5x5 meter. Spanduk berwarna kuning itu dipasang sisi kiri dan kanan patung. Spanduk kiri bertuliskan "Orang baik pilih energi yang baik,Greenpeace #Reformasi dikorupsi.

Lalu tulisan spanduk sebelah kanan ""Lawan perusak hutan,"Greenpeace" #Reformasi dikorupsi".

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

PPKM Level 2, Tempat Wisata dan Taman di Jakarta Dibuka dengan Kapasitas 25 Persen

PPKM Level 2, Tempat Wisata dan Taman di Jakarta Dibuka dengan Kapasitas 25 Persen

Megapolitan
Sudah Dibuka, Tempat Bermain di TangCity Mall Ramai Dikunjungi Anak di Bawah 12 Tahun

Sudah Dibuka, Tempat Bermain di TangCity Mall Ramai Dikunjungi Anak di Bawah 12 Tahun

Megapolitan
PPKM Level 2 Jakarta, Resepsi Pernikahan Boleh Digelar dengan Kapasitas 50 Persen

PPKM Level 2 Jakarta, Resepsi Pernikahan Boleh Digelar dengan Kapasitas 50 Persen

Megapolitan
Meski Korban Tak Melapor, Polisi Mestinya Tetap Selidiki Kasus Remaja Dilecehkan Penjaga Warung di Pamulang

Meski Korban Tak Melapor, Polisi Mestinya Tetap Selidiki Kasus Remaja Dilecehkan Penjaga Warung di Pamulang

Megapolitan
Wahana Indoor di TMII Masih Ditutup

Wahana Indoor di TMII Masih Ditutup

Megapolitan
Anak Boleh Masuk Tempat Wisata, Petugas TMII Keliling Ingatkan Pengunjung Terapkan Prokes

Anak Boleh Masuk Tempat Wisata, Petugas TMII Keliling Ingatkan Pengunjung Terapkan Prokes

Megapolitan
Anak di Bawah 12 Tahun Boleh Masuk Ancol, Simak Aturan Lengkapnya

Anak di Bawah 12 Tahun Boleh Masuk Ancol, Simak Aturan Lengkapnya

Megapolitan
Mulai Rabu Ini, Anak Usia 12 Tahun ke Bawah Boleh Masuk Taman Impian Jaya Ancol

Mulai Rabu Ini, Anak Usia 12 Tahun ke Bawah Boleh Masuk Taman Impian Jaya Ancol

Megapolitan
Wali Kota Bekasi: Kasus Aktif 0,03 Persen, Angka Kematian Pasien Covid-19 Enggak Ada

Wali Kota Bekasi: Kasus Aktif 0,03 Persen, Angka Kematian Pasien Covid-19 Enggak Ada

Megapolitan
Calon Kades di Tangerang Diduga Gelapkan 2 Mobil Rental, Terungkap Setelah Kalah Pilkades

Calon Kades di Tangerang Diduga Gelapkan 2 Mobil Rental, Terungkap Setelah Kalah Pilkades

Megapolitan
Anak Boleh Masuk Tempat Wisata di Jakarta, Jumlah Pengunjung TMII Meningkat

Anak Boleh Masuk Tempat Wisata di Jakarta, Jumlah Pengunjung TMII Meningkat

Megapolitan
Jakarta PPKM Level 2, Polisi Bahas Penerapan Ganjil Genap di 25 Lokasi

Jakarta PPKM Level 2, Polisi Bahas Penerapan Ganjil Genap di 25 Lokasi

Megapolitan
Sampah Kiriman Menumpuk di Pintu Air Manggarai

Sampah Kiriman Menumpuk di Pintu Air Manggarai

Megapolitan
Merasa Difitnah soal Pemecatan, Viani Limardi Resmi Gugat PSI Rp 1 Triliun

Merasa Difitnah soal Pemecatan, Viani Limardi Resmi Gugat PSI Rp 1 Triliun

Megapolitan
Anies Izinkan Anak di Bawah Usia 12 Tahun Masuk Tempat Wisata Didampingi Orangtua

Anies Izinkan Anak di Bawah Usia 12 Tahun Masuk Tempat Wisata Didampingi Orangtua

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.