Demi Para Siswa, Pemkab Bekasi Harap Bisa Bayar Lahan Sekolah yang Terancam Disegel

Kompas.com - 25/10/2019, 17:36 WIB
SDN 01 Karang Bahagia di Kabupaten Bekasi terancam disegel akibat sengketa tanah, Jumat (25/10/2019). Pemilik tanah memasang spanduk berisi permintaan pengosongan, dilengkapi bukti-bukti putusan pengadilan. KOMPAS.COM/VITORIO MANTALEANSDN 01 Karang Bahagia di Kabupaten Bekasi terancam disegel akibat sengketa tanah, Jumat (25/10/2019). Pemilik tanah memasang spanduk berisi permintaan pengosongan, dilengkapi bukti-bukti putusan pengadilan.

BEKASI, KOMPAS.com - Pemerintah Kabupaten Bekasi berharap diizinkan membayar lahan yang kini berdiri gedung SDN 01 Karang Bahagia. Hal ini berkaitan dengan permintaan pengosongan SDN 01 Karang Bahagia oleh ahli waris pemilik lahan.

"Rencananya begitu, tapi itu nanti harus koordinasi sama tim pengadaan lahan. Mereka nanti yang akan bertemu dengan ahli waris, bagaimana kemungkinannya, apakah sewa atau membeli, lalu bagaimana tindak lanjutnya," ujar Kepala Bidang SD Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi Hery Herlangga, ketika dihubungi, Jumat (25/10/2019) petang.

Adapun, SDN 01 Karang Bahagia terancam disegel karena gedung sekolah itu berdiri bukan di atas tanah pemerintah. Fakta tersebut diperkuat dalam putusan pengadilan, bahkan hingga tingkat kasasi di Mahkamah Agung.

Baca juga: Sengketa Tanah, Sekolah di Bekasi Terancam Disegel

"Begitu juga enggak apa-apa, ada label segel, tapi jangan ditutup, kami mohon waktu untuk proses belajar anak. Jangan sampai anak jadi korban. Kita hormati kalau kita kalah," ujar Hery.

Ia mengatakan, proses pemindahan sekolah jelas membutuhkan waktu banyak dan mengorbankan banyak hal.

Siswa jadi perlu beradaptasi lagi. Belum lagi, ada peluang sejumlah siswa jadi jauh sekolahnya usai pemindahan. Ongkos membangun gedung baru pun tak sedikit.

"Persiapan infrastrukturnya (kalau dipindah) nanti juga kita harus ada kepastian dulu, mau pindahin ke mana. Sekarang saja masih kita pikirkan ke sekolah mana, karena jangan terlalu jauh, kasihan," ujar Hery.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polres Jakbar Amankan 254 Kilogram Ganja di Sumatera Utara

Polres Jakbar Amankan 254 Kilogram Ganja di Sumatera Utara

Megapolitan
Detik-detik Aksi Penodongan di Warteg, Pelaku Awalnya Memesan Makanan

Detik-detik Aksi Penodongan di Warteg, Pelaku Awalnya Memesan Makanan

Megapolitan
KA Tawang Jaya Anjlok, Sejumlah Perjalanan KRL Terganggu

KA Tawang Jaya Anjlok, Sejumlah Perjalanan KRL Terganggu

Megapolitan
Kereta Api Tawang Jaya Anjlok di Perlintasan Pasar Senen

Kereta Api Tawang Jaya Anjlok di Perlintasan Pasar Senen

Megapolitan
Korban Meninggal akibat Kecelakaan Bus Pariwiasata di Subang Bertambah Satu

Korban Meninggal akibat Kecelakaan Bus Pariwiasata di Subang Bertambah Satu

Megapolitan
Pemerintah Hapus Tenaga Honorer, Pemkot Tangsel Prihatin akan Nasib Pegawai

Pemerintah Hapus Tenaga Honorer, Pemkot Tangsel Prihatin akan Nasib Pegawai

Megapolitan
Kejar Tersangka hingga ke Sumatera, Polres Jakbar Ungkap Peredaran Ganja Lintas Provinsi

Kejar Tersangka hingga ke Sumatera, Polres Jakbar Ungkap Peredaran Ganja Lintas Provinsi

Megapolitan
Diduga Peras PNS, Oknum Wartawan di Bogor Ditangkap Polisi

Diduga Peras PNS, Oknum Wartawan di Bogor Ditangkap Polisi

Megapolitan
Modus Pemalak Sopir Truk di Kapuk Kamal, Bagikan Karcis dengan Nama Polisi Fiktif

Modus Pemalak Sopir Truk di Kapuk Kamal, Bagikan Karcis dengan Nama Polisi Fiktif

Megapolitan
Mulai Februari, Tilang Elektronik Berlaku untuk Pengendara Sepeda Motor di Jakarta

Mulai Februari, Tilang Elektronik Berlaku untuk Pengendara Sepeda Motor di Jakarta

Megapolitan
Pemalak Sopir Truk di Kapuk Kamal Ditangkap Setelah Video Pemalakan Viral

Pemalak Sopir Truk di Kapuk Kamal Ditangkap Setelah Video Pemalakan Viral

Megapolitan
Warga Was-was dengan Keberadaan Sarang Tawon Vespa di Bintaro

Warga Was-was dengan Keberadaan Sarang Tawon Vespa di Bintaro

Megapolitan
Dugaan Penyiksaan Lutfi, IPW Sebut Oknum Polisi Lakukan Cara Nazi

Dugaan Penyiksaan Lutfi, IPW Sebut Oknum Polisi Lakukan Cara Nazi

Megapolitan
PKS DKI Sebut Nama Baru Cawagub Tak Perlu Lewati Fit And Proper Test

PKS DKI Sebut Nama Baru Cawagub Tak Perlu Lewati Fit And Proper Test

Megapolitan
Polisi Tembak Polisi di Depok Dituntut Hukuman 13 Tahun Penjara

Polisi Tembak Polisi di Depok Dituntut Hukuman 13 Tahun Penjara

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X