Duet Jokowi-Ahok dan Warisan KJP dan KJS untuk Warga Jakarta

Kompas.com - 29/10/2019, 12:24 WIB
Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, saat memasuki ruangan kerja usai pelantikan di Balai Kota, Jakarta Pusat, Senin (15/10/2012). Jokowi-Ahok terpilih menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Periode 2012-2017. WARTA KOTA/ANGGA BHAGYA NUGRAHAGubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, saat memasuki ruangan kerja usai pelantikan di Balai Kota, Jakarta Pusat, Senin (15/10/2012). Jokowi-Ahok terpilih menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Periode 2012-2017.
Penulis Cynthia Lova
|

Tulisan di bawah ini adalah bagian dari Liputan Khusus "Teladan Para Mantan Gubernur DKI Jakarta". Simak kisah-kisah menarik mantan gubernur lainnya dalam tautan berikut ini.

JAKARTA, KOMPAS.com - Menilik kembali duet Joko Widodo (Jokowi) dan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di DKI Jakarta pada 2012 tak lepas dari "warisan" keduanya bagi kota ini yang hingga sekarang masih dirasakan warga Jakarta.

Warisan yang dimaksud itu yakni Kartu Jakarta Sehat (KJS) dan Kartu Jakarta Pintar (KJP)

Jokowi-Ahok menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta dan Wakil Gubernur DKI Jakarta pada 15 Oktober 2012. Program unggulan keduanya saat itu yakni KJS dan KJP.

Program ini merupakan terobosan di saat Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di tingkat nasional saat itu masih belum terlaksana. JKN baru terlaksana menjelang akhir pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada tahun 2014.

Puluhan pasien Kartu Jakarta Sehat (KJS) berdesakan di Instalasi Gawat Darurat RSUD Koja, Jakarta Utara, untuk mendapatkan kamar rawat inap kelas 3, Senin (27/5/2013). Setiap harinya sekitar 150 pasien KJS antre untuk mendapatkan ruang rawat inap di rumah sakit tersebut.KOMPAS / WISNU WIDIANTORO Puluhan pasien Kartu Jakarta Sehat (KJS) berdesakan di Instalasi Gawat Darurat RSUD Koja, Jakarta Utara, untuk mendapatkan kamar rawat inap kelas 3, Senin (27/5/2013). Setiap harinya sekitar 150 pasien KJS antre untuk mendapatkan ruang rawat inap di rumah sakit tersebut.

Kartu Jakarta Sehat

Catatan Kompas.com, Jokowi meluncurkan Kartu Jakarta Sehat (KJS) pada 10 November 2012.

Peluncuran KJS pertama kali dikenalkan Jokowi ke warga di permukiman padat penduduk di Kelurahan Pademangan Timur, Jakarta Utara.

Bahkan, KJS itu dibagikan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk 4,7 juta warga miskin.

Data penerima KJS ini disesuaikan dengan pendataan program perlindungan sosial (PPLS) tahun 2011.

KJS ini juga diberikan secara bertahap. Tahap pertama, November hingga Desember 2012, Pemprov DKI membagikan 3.000 kartu KJS.

Baca juga: Ada BPJS dan KIS, Masihkah KJS Digunakan?

Pembagian KJS ini juga diprioritaskan kepada warga di beberapa kelurahan padat penduduk dan kumuh. Misalnya kelurahan yang menjadi prioritas utama itu, yakni Tanah Tinggi, Bukit Duri, Manggarai, Pademangan Timur, Marunda, dan Tambora.

Halaman:
Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Demo Ojek Online di DPR, Menolak Pembatasan Jalan hingga Sweeping Pengemudi

Demo Ojek Online di DPR, Menolak Pembatasan Jalan hingga Sweeping Pengemudi

Megapolitan
Kronologi Perampokan Toko Emas di Pasar Pecah Kulit, Mengasak 4 Kg Emas hingga Tembak Petugas Sampah

Kronologi Perampokan Toko Emas di Pasar Pecah Kulit, Mengasak 4 Kg Emas hingga Tembak Petugas Sampah

Megapolitan
BMKG: Sabtu Pagi, Jakarta Hujan Lokal

BMKG: Sabtu Pagi, Jakarta Hujan Lokal

Megapolitan
Kerugian Toko Emas Tamansari akibat Disatroni Maling Belum Dapat Pastikan

Kerugian Toko Emas Tamansari akibat Disatroni Maling Belum Dapat Pastikan

Megapolitan
Soal Banjir Dinikmati, PSI DKI Nilai Pernyataan Sekda Menyakiti Hati Masyarakat

Soal Banjir Dinikmati, PSI DKI Nilai Pernyataan Sekda Menyakiti Hati Masyarakat

Megapolitan
Lurah Pastikan Suplai Logistik Pengungsi Banjir Cipinang Melayu Memadai

Lurah Pastikan Suplai Logistik Pengungsi Banjir Cipinang Melayu Memadai

Megapolitan
Polisi Kejar Perampok Bersenjata yang Satroni Toko Emas di Pasar Pecak Kulit

Polisi Kejar Perampok Bersenjata yang Satroni Toko Emas di Pasar Pecak Kulit

Megapolitan
Revitalisasi Monas dan Formula E, Ombudsman: Pejabat yang Rusak Cagar Budaya Bisa Dipidana

Revitalisasi Monas dan Formula E, Ombudsman: Pejabat yang Rusak Cagar Budaya Bisa Dipidana

Megapolitan
Banjir Makin Tinggi, Warga Cipinang Melayu Kembali Penuhi Posko Pengungsian

Banjir Makin Tinggi, Warga Cipinang Melayu Kembali Penuhi Posko Pengungsian

Megapolitan
Masker Ilegal di Cakung Didistribusikan ke Rumah Sakit

Masker Ilegal di Cakung Didistribusikan ke Rumah Sakit

Megapolitan
Ombudsman Minta Revitalisasi Monas dan Sirkuit Formula E Dimoratorium

Ombudsman Minta Revitalisasi Monas dan Sirkuit Formula E Dimoratorium

Megapolitan
Banjir Lagi di Cipinang Melayu, Warga Mulai Mengungsi

Banjir Lagi di Cipinang Melayu, Warga Mulai Mengungsi

Megapolitan
Saudi Larang Umrah Sementara, 48 Jemaah Asal Bekasi Batal Berangkat

Saudi Larang Umrah Sementara, 48 Jemaah Asal Bekasi Batal Berangkat

Megapolitan
Drainase Buruk hingga Persoalan Mandeknya Normalisasi Bakal Jadi Prioritas Pansus Banjir Jakarta

Drainase Buruk hingga Persoalan Mandeknya Normalisasi Bakal Jadi Prioritas Pansus Banjir Jakarta

Megapolitan
Pemkot Bogor Relokasi Makam yang Terdampak Longsor

Pemkot Bogor Relokasi Makam yang Terdampak Longsor

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X