Boeing Siapkan 50 Juta Dollar AS untuk Santuni Korban Lion Air JT-610

Kompas.com - 29/10/2019, 18:13 WIB
Keluarga K. Djunaidi, korban jatuhnya pesawat Lion Air JT-610 rute Jakarta-Pangkal Pinang tengah menabur air doa di Pantai Tanjungpakis, Desa Tanjungpakis, Kecamatan Pakisjaya, Kabupaten Karawang, Selasa (29/10/2019). Mereka juga membaca tahlil untuk almarhum. KOMPAS.COM/FARIDAKeluarga K. Djunaidi, korban jatuhnya pesawat Lion Air JT-610 rute Jakarta-Pangkal Pinang tengah menabur air doa di Pantai Tanjungpakis, Desa Tanjungpakis, Kecamatan Pakisjaya, Kabupaten Karawang, Selasa (29/10/2019). Mereka juga membaca tahlil untuk almarhum.

JAKARTA, KOMPAS.com - Boeing selaku produsen pesawat Lion Air JT-610 yang jatuh di Tanjung Karawang pada 29 Oktober 2018 lalu, menyiapkan uang 50 juta dollar AS untuk menyantuni keluarga korban.

Perwakilan Boeing, Ibrahim Senen mengatakan bahwa uang santunan itu diberikan secara sukarela kepada keluarga korban yang mendaftarkan diri untuk menerima santunan tersebut.

"Sifatnya sukarela, tidak ada kewajiban untuk mendatangi hal-hal terkait dengan hal dari keluarga korban," kata Ibrahim, Selasa (29/10/2019).


Jika dihitung berdasar jumlah korban pesawat Boeing 737 Max 8 jurusan Jakarta-Pangkal Pinang, keluarga korban masing-masing akan mendapatkan santunan sebesar 114.500 dollar AS.

Baca juga: Demi Keluarga Korban, Peringatan Setahun Kecelakaan Lion Air JT-610 Tak Bisa Diliput

Ibrahim mengatakan, para keluarga korban bisa mendaftar untuk mendapatkan uang santunan tersebut hingga 31 Desember 2019 nanti.

"Kami akan mengontak seluruh ahli waris. Yang belum dihubungi pihak Boeing, dapat menghubungi kami untuk bekerja sama memasukkan permohonan untuk bantuan langsung dari Boeing tersebut," tutur Ibrahim.

Ia turut menyampaikan, hingga saat ini sudah ada 25 orang ahli waris yang telah menerima santunan tersebut.

Sementara 40 orang ahli waris lainnya dalam proses pemberkasan. Sebab, setiap ahli waris yang mendaftarkan diri sebagai penerima santunan tersebut, proses pencarian dananya didasarkan pada kelengkapan dokumen dan hukum ahli waris.

Untuk diketahui, pesawat Lion Air JT-610 rute Jakarta-Pangkal Pinang jatuh di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat pada 29 Oktober 2018.

Baca juga: Kenang Setahun Tragedi Lion Air JT-610, Keluarga Korban Tabur Bunga di Perairan Tanjung Karawang

Ada 189 jiwa berada dalam pesawat nahas itu. Mereka terdiri dari 179 penumpang dewasa, 1 penumpang anak, 2 bayi, 2 pilot, serta 5 kru meninggal dunia.

Pesawat dengan nomor penerbangan PK-LQP itu lepas landas dari Bandara Soekarno Hatta menuju Bandara Depati Amir pukul 06.20 WIB.

Pesawat itu dijadwalkan tiba di tempat tujuan sekitar pukul 07.20 WIB. Namun, 13 menit setelah mengudara, pesawat jatuh pada pukul 06.33 WIB.

Hari ini, pihak Lion Air bersama dengan keluarga korban memperingati satu tahun jatuhnya pesawat tersebut. Dengan menggunakan kapal KRI Semarang-594 milik TNI AL mereka berangkat ke perairan Tanjung Karawang untuk menaburkan bunga dan mengirimkan doa.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Komisi E Pangkas Anggaran Tenda Pengungsi, dari Rp 26 Juta Jadi Rp 16 Juta Per Unit

Komisi E Pangkas Anggaran Tenda Pengungsi, dari Rp 26 Juta Jadi Rp 16 Juta Per Unit

Megapolitan
Cegah PKL Senen Jualan di Bahu Jalan, Satpol PP Berjaga hingga Malam

Cegah PKL Senen Jualan di Bahu Jalan, Satpol PP Berjaga hingga Malam

Megapolitan
Polisi Periksa Kejiwaan Ayah yang Bekap dan Todong Anaknya di Cilincing

Polisi Periksa Kejiwaan Ayah yang Bekap dan Todong Anaknya di Cilincing

Megapolitan
Masuk Jakarta Harus Bayar Tahun 2020, Ini Kisah Jalan Berbayar di Ibu Kota

Masuk Jakarta Harus Bayar Tahun 2020, Ini Kisah Jalan Berbayar di Ibu Kota

Megapolitan
Pengakuan Ayah yang Bekap dan Todong Anak Balitanya, Dapat Bisikan Kakaknya Akan Dibunuh

Pengakuan Ayah yang Bekap dan Todong Anak Balitanya, Dapat Bisikan Kakaknya Akan Dibunuh

Megapolitan
Anggota Ormas Hadiri Sidang Perdana Pablo Benua, Galih Ginanjar, dan Rey Utami

Anggota Ormas Hadiri Sidang Perdana Pablo Benua, Galih Ginanjar, dan Rey Utami

Megapolitan
Motif WNA Ilegal ke Indonesia: Jualan Baju hingga Jadi Pemain Bola

Motif WNA Ilegal ke Indonesia: Jualan Baju hingga Jadi Pemain Bola

Megapolitan
Kisah Pak Tole, Berjaga dan Tidur di Atas Makam Menteng Pulo

Kisah Pak Tole, Berjaga dan Tidur di Atas Makam Menteng Pulo

Megapolitan
Ajukan Anggaran Rp 26 Juta untuk Satu Tenda, Dinsos DKI Dicecar Komisi E

Ajukan Anggaran Rp 26 Juta untuk Satu Tenda, Dinsos DKI Dicecar Komisi E

Megapolitan
Polisi Tangkap 2 Pengedar Narkoba di Depok, Barbuk 18 Kg Ganja

Polisi Tangkap 2 Pengedar Narkoba di Depok, Barbuk 18 Kg Ganja

Megapolitan
Ayah yang Bekap dan Todong Dua Putrinya Sudah Ditinggal Istri 5 Bulan Jadi TKI

Ayah yang Bekap dan Todong Dua Putrinya Sudah Ditinggal Istri 5 Bulan Jadi TKI

Megapolitan
Jadi Dewan Pengawas 7 RSUD Jakarta, Kinerja Anggota TGUPP Achmad Haryadi Diyakini Tak Efektif

Jadi Dewan Pengawas 7 RSUD Jakarta, Kinerja Anggota TGUPP Achmad Haryadi Diyakini Tak Efektif

Megapolitan
Imigrasi Kota Tangerang Tangkap 25 WNA yang Langgar Izin Tinggal

Imigrasi Kota Tangerang Tangkap 25 WNA yang Langgar Izin Tinggal

Megapolitan
Jadi Anggota TGUPP dan Dewan Pengawas 7 RSUD, Achmad Haryadi Dapat Gaji Dobel

Jadi Anggota TGUPP dan Dewan Pengawas 7 RSUD, Achmad Haryadi Dapat Gaji Dobel

Megapolitan
Pemkot Jakpus Pastikan Pasar Baru Metro Atom Siap Ditempati PKL Senen

Pemkot Jakpus Pastikan Pasar Baru Metro Atom Siap Ditempati PKL Senen

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X