Koalisi Pejalan Kaki: Jangan Jadikan Pesepeda Itu Anak Haram Ibu Kota...

Kompas.com - 29/10/2019, 18:57 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menjajal jalur sepeda 23 km, Sabtu (12/10/2019) KOMPAS.COM/RYANA ARYADITA UMASUGIGubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menjajal jalur sepeda 23 km, Sabtu (12/10/2019)
Penulis Dean Pahrevi
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Program pembangunan jalur sepeda dengan anggaran Rp 73,7 miliar dipersoalkan dalam rapat Badan Anggaran DPRD DKI Jakarta. 

DPRD DKI mempertanyakan besarnya anggaran itu. Selain itu, jalur sepeda ini juga dinilai belum jelas perencanaannya. 

Terkait hal itu, Ketua Koalisi Pejalan Kaki Alfred Sitorus mengatakan, pembangunan jalur sepeda merupakan keperluan yang sangat mendesak dan harus segera direalisasikan.

"Mereka bilang itu tidak mendesak, kalau kami bilang ini harus lebih mendesak gitu, karena Jakarta itu sedang dirundung isu pencemaran udara dan lain-lain. Kita harus memanjakan pejalan kaki dan pesepeda. Jadi jangan jadikan pejalan kaki dan pesepeda itu anak haram jalanan Ibu Kota," kata Alfred saat dihubungi Kompas.com, Selasa (29/10/2019).

Menurut dia, selama ini Pemprov DKI Jakarta selalu mengutamakan perbaikan fasilitas kendaraan bermotor, tapi tidak untuk pejalan kaki dan pesepeda. Untuk itu, sudah saatnya pejalan kaki dan pesepeda dimanjakan dengan fasilitas yang baik.

Baca juga: Anggaran Jalur Sepeda di DKI Capai Rp 73,7 Miliar, Benarkah Warga Jakarta Beralih Gunakan Sepeda?

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kalau ini seberapa urgent, saya bilang ini urgent, karena apa? Jangan dikira bahwa di Jakarta itu pengguna sepeda itu sedikit, tidak, banyak, hampir setiap rumah itu pasti punya sepeda cuma dipakai di lingkungannya karena tidak disediakan fasilitasnya. Jadi siapkan saja fasilitasnya, nanti terlepas orang pakai atau tidak ya itu soal lain yah. Jadi siapkan fasilitasnya pasti dipakai oleh masyarakat," ujar Alfred.

Alfred juga menilai DPRD telah gagal paham soal perencanaan pembangunan fasilitas untuk pejalan kaki dan pesepeda.

"DPRD-nya gagal paham mengenai master plannya mau master plan yang seperti apa. Kalau yang saya ikuti tuh sudah ada master plannya Pemprov DKI Jakarta. Tinggal bahwa jangan gagap juga ketika ada urgensi seperti ini ya," ujar Alfred.

Diketahui, saat ini sudah ada 63 kilometer jalur sepeda di wilayah DKI Jakarta. Dinas Perhubungan DKI Jakarta pada 2022 menargetkan jalur sepeda mencapai 500 kilometer.

Adapun lonjakan anggaran yang sebelumnya Rp 4,4 miliar menjadi Rp 73,7 miliar lantaran program pembangunan jalur sepeda itu kini menjadi prioritas Pemprov DKI Jakarta.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Korban Penembakan di Taman Sari Masih Dirawat di Rumah Sakit

Korban Penembakan di Taman Sari Masih Dirawat di Rumah Sakit

Megapolitan
Produksi Tembakau Sintetis, Perempuan Ini Ditangkap Polisi

Produksi Tembakau Sintetis, Perempuan Ini Ditangkap Polisi

Megapolitan
Kurir Sabu-sabu Ditangkap Polisi di Karawaci Tangerang

Kurir Sabu-sabu Ditangkap Polisi di Karawaci Tangerang

Megapolitan
Diduga Intimidasi Jurnalis, Kadispora Tangsel Mengaku Emosi

Diduga Intimidasi Jurnalis, Kadispora Tangsel Mengaku Emosi

Megapolitan
Setuju Tarif Parkir Naik, Pengamat: Indonesia Sudah Lama Jadi Surga Parkir

Setuju Tarif Parkir Naik, Pengamat: Indonesia Sudah Lama Jadi Surga Parkir

Megapolitan
Pemkot Bekasi Ungkap Penyebab Meninpisnya BOR di RSUD

Pemkot Bekasi Ungkap Penyebab Meninpisnya BOR di RSUD

Megapolitan
Update 23 Juni: 35.705 Pasien Covid-19 di Jakarta Dirawat, 4.693 Kasus Baru

Update 23 Juni: 35.705 Pasien Covid-19 di Jakarta Dirawat, 4.693 Kasus Baru

Megapolitan
Hasil Asesmen, Anji Segera Keluar Tahanan untuk Rehabilitasi

Hasil Asesmen, Anji Segera Keluar Tahanan untuk Rehabilitasi

Megapolitan
Amankan Pria Positif Covid-19 yang Mengamuk di RSUD Pasar Minggu, 2 Satpam Tertular

Amankan Pria Positif Covid-19 yang Mengamuk di RSUD Pasar Minggu, 2 Satpam Tertular

Megapolitan
Pemkot Tangerang Minta Perkantoran Patuhi Skema WFH dan WFO

Pemkot Tangerang Minta Perkantoran Patuhi Skema WFH dan WFO

Megapolitan
Sasar 25.000 Warga, Vaksinasi Massal di Stadion Patriot Bekasi Dilanjutkan Juli 2021

Sasar 25.000 Warga, Vaksinasi Massal di Stadion Patriot Bekasi Dilanjutkan Juli 2021

Megapolitan
Video Pria Positif Covid-19 Mengamuk Minta Dirawat di RSUD Pasar Minggu Viral di Medsos

Video Pria Positif Covid-19 Mengamuk Minta Dirawat di RSUD Pasar Minggu Viral di Medsos

Megapolitan
Tempat Tidur ICU untuk Pasien Covid-19 di Tangsel Tersisa 4 Unit

Tempat Tidur ICU untuk Pasien Covid-19 di Tangsel Tersisa 4 Unit

Megapolitan
Kepala Dinas Pertamanan DKI Bantah Jenazah Pasien Covid-19 Mulai Diangkut Pakai Truk

Kepala Dinas Pertamanan DKI Bantah Jenazah Pasien Covid-19 Mulai Diangkut Pakai Truk

Megapolitan
Alarm dari RS Wisma Atlet, Pasien Positif Dipulangkan hingga 'Teror' Sirine

Alarm dari RS Wisma Atlet, Pasien Positif Dipulangkan hingga 'Teror' Sirine

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X