Kompas.com - 30/10/2019, 22:36 WIB
Kepala Stasiun Taman Kota Caryudi saat ditemui di Stasiun Taman Kota, Kembangan, Jakarta Barat, Rabu (30/10/2019) KOMPAS.com/ BONFILIO MAHENDRA WAHANAPUTRA LADJARKepala Stasiun Taman Kota Caryudi saat ditemui di Stasiun Taman Kota, Kembangan, Jakarta Barat, Rabu (30/10/2019)

JAKARTA, KOMPAS.com - Palang pintu pelintasan kereta api dekat Stasiun Taman Kota terbuat dari sambungan besi yang dilas.

Pantuan Kompas.com pada Rabu (30/10/2019) siang, kondisi pelintasan tampak padat di kedua jalur.

Mulai dari pengendara motor, pejalan kaki, pedagang yang membawa gerobak, bergantian menunggu giliran melintas rel kereta api.

Sementara itu, terdapat seorang petugas yang mengoperasikan palang pintu, yakni dari arah Jalan Taman Kota menuju Jalan Raya Daan Mogot. Sebaliknya, dari arah Jalan Raya Daan Mogot menuju Taman Kota tidak tersedia palang pintu.

Baca juga: Meski Dipasangi Pagar, Pelintasan Sebidang Dekat Stasiun Palmerah Tetap Bisa Dilalui Kendaraan

Padahal pelintasan Stasiun Taman Kota termasuk stasiun yang padat dilalui kereta, salah satunya KRL dan kereta bandara.

Menanggapi hal ini, Kepala Stasiun Taman Kota Caryudi menjelaskan alasan mengapa tidak ada palang pintu standar di pelintasan tersebut.

"Karena ini kan dianggapnya perlintasan bukan resmi. (Sedangkan) yang mempunyai wewenang soal pelintasan itu Dirjen Perkeretaapian," ucap Caryudi di Stasiun Taman Kota, Jakarta Barat.

Demi menjaga keamanan dan kenyamanan, pihak stasiun Taman Kota akan mengajukan perencanaan pembangunan palang pintu.

"Rencananya sih ingin ajuin ke pimpinan soal perencanaan (palang pintu)," kata Caryudi.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Belum Ada Lonjakan Pemudik Curi Start dari Depok, Jumlah Penumpang Bus Malah Merosot

Belum Ada Lonjakan Pemudik Curi Start dari Depok, Jumlah Penumpang Bus Malah Merosot

Megapolitan
KILLCOVID19 Jemput Bola Vaksinasi Lansia, Kerahkan Bus hingga Tenaga Medis

KILLCOVID19 Jemput Bola Vaksinasi Lansia, Kerahkan Bus hingga Tenaga Medis

Megapolitan
Bersaksi di Sidang Rizieq Shihab, Dokter RSCM Jelaskan Pemeriksaan Sampel Swab hingga Positif Covid-19

Bersaksi di Sidang Rizieq Shihab, Dokter RSCM Jelaskan Pemeriksaan Sampel Swab hingga Positif Covid-19

Megapolitan
Kebakaran di Taman Sari Hanguskan Ratusan Rumah, Gulkarmat DKI: Warga Terlambat Melapor

Kebakaran di Taman Sari Hanguskan Ratusan Rumah, Gulkarmat DKI: Warga Terlambat Melapor

Megapolitan
Sekda Tangerang Selatan Ditunjuk Jadi Plh Wali Kota Gantikan Airin Rachmi Diany

Sekda Tangerang Selatan Ditunjuk Jadi Plh Wali Kota Gantikan Airin Rachmi Diany

Megapolitan
Sidang Lanjutan Rizieq Shihab Hari Ini, JPU Hadirkan Saksi dari RSCM, RS Ummi, hingga Mer-C

Sidang Lanjutan Rizieq Shihab Hari Ini, JPU Hadirkan Saksi dari RSCM, RS Ummi, hingga Mer-C

Megapolitan
Pemprov DKI Buka Sayembara Desain Jalur Sepeda Terproteksi, Total Hadiah Rp 52 Juta

Pemprov DKI Buka Sayembara Desain Jalur Sepeda Terproteksi, Total Hadiah Rp 52 Juta

Megapolitan
Kebakaran Taman Sari: Polisi Gelar Olah TKP dan Bantah Penyebab Musibah akibat Pertengkaran Suami Istri

Kebakaran Taman Sari: Polisi Gelar Olah TKP dan Bantah Penyebab Musibah akibat Pertengkaran Suami Istri

Megapolitan
Kasus KDRT Serpong: Suami Paksa Istri Pompa ASI, Lakukan Kekerasan hingga Larang Bertemu Anak

Kasus KDRT Serpong: Suami Paksa Istri Pompa ASI, Lakukan Kekerasan hingga Larang Bertemu Anak

Megapolitan
Kapten Fierda Panggabean dan Tragedi Merpati CN-235 di Gunung Puntang

Kapten Fierda Panggabean dan Tragedi Merpati CN-235 di Gunung Puntang

Megapolitan
2 Peristiwa Kebakaran Terjadi di Jakarta Rabu Dini Hari

2 Peristiwa Kebakaran Terjadi di Jakarta Rabu Dini Hari

Megapolitan
Menelusuri Masjid Jami Tangkuban Perahu di Setiabudi

Menelusuri Masjid Jami Tangkuban Perahu di Setiabudi

Megapolitan
Depok 13 Pekan Bertahan di Zona Oranye Covid-19

Depok 13 Pekan Bertahan di Zona Oranye Covid-19

Megapolitan
Kota Bekasi Catat 163 Kasus Baru Covid-19, Selasa Kemarin

Kota Bekasi Catat 163 Kasus Baru Covid-19, Selasa Kemarin

Megapolitan
Depok Catat 10 Kematian akibat Covid-19, Jumlah Terbanyak dalam Sehari

Depok Catat 10 Kematian akibat Covid-19, Jumlah Terbanyak dalam Sehari

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X