Trotoar Jalan Raya Otista Diokupasi PKL, Satpol PP Mengaku Kekurangan Personel

Kompas.com - 31/10/2019, 16:01 WIB
Tampak trotoar di Jalan Otista Raya, Jatinegara, Jakarta Timur, yang baru rampung direvitalisasi dijadikan lahan parkir dan Pedagang Kaki Lima (PKL), Selasa (29/10/2019). KOMPAS.COM/DEAN PAHREVITampak trotoar di Jalan Otista Raya, Jatinegara, Jakarta Timur, yang baru rampung direvitalisasi dijadikan lahan parkir dan Pedagang Kaki Lima (PKL), Selasa (29/10/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Trotoar Jalan Raya Otista, Jatinegara, Jakarta Timur, yang baru selesai direvitalisasi telah diokupasi sejumlah pedagang kaki lima ( PKL) dan kendaraan bermotor.

Kepala Satuan Pelaksana Satpol PP Kecamatan Jatinegara Sadikin mengatakan, anak buahnya setiap hari melakukan penjagaan dan penghalangan PKL dan kendaraan bermotor yang hendak mengokupasi trotoar.

Sosialisasi kepada warga sudah dilakukan. Namun, PKL dan kendaraan bermotor masih kerap menempati trotoar tersebut.

"Kalau (trotoar) yang sudah digunakan untuk masyarakat umum, itu kami lakukan penjagaan, penghalangan, sosialisasi kepada masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas di kawasan tersebut," kata Sadikin, Kamis (31/10/2019).

Baca juga: Baru Selesai Direvitalisasi, Trotoar di Jalan Otista Sudah Diokupasi PKL dan Motor

Sadikin juga menyatakan kekurangan personel untuk menyisir dan mengamankam trotoar dari PKL dan kendaraan bermotor.

Saat ini terdapat 100 personel Satpol PP di Kecamatan Jatinegara. Jumlah tersebut dirasa masih kurang oleh Sadikin.

"Saya dengan kelurahan hampir 100 personel. Idealnya mungkin kalau untuk daerah saya antara 150 personel," ujar Sadikin.

Trotoar di sepanjang jalan itu belum sepenuhnya rampung. Terdapat sejumlah titik trotoar yang masih dalam pembangunan.

Trotoar sepanjang 3,6 kilometer itu direvitalisasi dengan anggaran Rp 23 miliar. Revitalisasi  ditargetkan rampung akhir tahun ini.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lepas Jalan Sehat, Anies Sebut Jumlah Pejalan Kaki di Jakarta Paling Rendah Sedunia

Lepas Jalan Sehat, Anies Sebut Jumlah Pejalan Kaki di Jakarta Paling Rendah Sedunia

Megapolitan
Kadis SDA: Rumah yang Ambruk di Matraman Posisinya di Atas Saluran Air

Kadis SDA: Rumah yang Ambruk di Matraman Posisinya di Atas Saluran Air

Megapolitan
2 Rumah Ambruk di Matraman, Warga Khawatir Ada Kejadian Serupa

2 Rumah Ambruk di Matraman, Warga Khawatir Ada Kejadian Serupa

Megapolitan
Rute LRT Pulo Gadung-Kebayoran Lama yang Berimpitan dengan MRT Diminta Dievaluasi

Rute LRT Pulo Gadung-Kebayoran Lama yang Berimpitan dengan MRT Diminta Dievaluasi

Megapolitan
Mobil Tabrak Pagar Gereja Immanuel di Gambir, Sopir Diduga Mengantuk

Mobil Tabrak Pagar Gereja Immanuel di Gambir, Sopir Diduga Mengantuk

Megapolitan
Pemilik Rumah yang Ambruk di Matraman Berharap Dijenguk Anies

Pemilik Rumah yang Ambruk di Matraman Berharap Dijenguk Anies

Megapolitan
Besok, Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek II Dibuka, Tarif Masih Gratis

Besok, Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek II Dibuka, Tarif Masih Gratis

Megapolitan
Rumah Ambruk karena Galian Saluran, Pemilik Berharap Pemkot Bertanggung Jawab

Rumah Ambruk karena Galian Saluran, Pemilik Berharap Pemkot Bertanggung Jawab

Megapolitan
Polisi Serahkan Secara Simbolis Jenazah Warga Pakistan Tersangka Kasus Narkoba

Polisi Serahkan Secara Simbolis Jenazah Warga Pakistan Tersangka Kasus Narkoba

Megapolitan
2 Rumah di Matraman Ambruk, Diduga karena Pengerjaan Saluran Air

2 Rumah di Matraman Ambruk, Diduga karena Pengerjaan Saluran Air

Megapolitan
Cerita Bowo Dirikan Bilik Pintar buat Anak-anak Pemulung di Menteng Atas

Cerita Bowo Dirikan Bilik Pintar buat Anak-anak Pemulung di Menteng Atas

Megapolitan
Kota Bogor Rentan Bencana Tanah Longsor Saat Musim Hujan

Kota Bogor Rentan Bencana Tanah Longsor Saat Musim Hujan

Megapolitan
Bangun Bilik Pintar untuk Anak-anak Pemulung, Ini Alasan Bowo

Bangun Bilik Pintar untuk Anak-anak Pemulung, Ini Alasan Bowo

Megapolitan
Alasan Pembeli Sepatu Compass Rela Antre Semalaman: Kayaknya Gaul Gitu...

Alasan Pembeli Sepatu Compass Rela Antre Semalaman: Kayaknya Gaul Gitu...

Megapolitan
7 Fakta Kelihaian Azura Luna, Mengaku Sosialita Indonesia dan Menipu di Hong Kong

7 Fakta Kelihaian Azura Luna, Mengaku Sosialita Indonesia dan Menipu di Hong Kong

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X