KILAS METRO

Berkat Program Pangan Murah Bersubsidi, Warga DKI Bisa Hemat 3 Kali Lipat

Kompas.com - 31/10/2019, 19:03 WIB
Antrean warga membeli pangan murah di Rusunawa Tipar Cakung, Jakarta Timur, Selasa (18/6/2019). KOMPAS.com/Vitorio MantaleanAntrean warga membeli pangan murah di Rusunawa Tipar Cakung, Jakarta Timur, Selasa (18/6/2019).
|

KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mewujudkan komitmennya untuk memenuhi kebutuhan pangan dengan harga yang terjangkau.

Buktinya anggaran lebih dari Rp 1 triliun per tahun dialokasikan untuk subsidi bahan pangan, sehingga harga lebih murah dan dapat dijangkau seluruh warga Jakarta, terutama yang tidak mampu.

Jumlah anggaran program itu pun meningkat terus. Berdasarkan keterangan pers dari Pemprov DKI, dana subsidi pangan pada 2019 sebesar Rp 1,078 triliun untuk 1.100.894 orang.
Angka itu meningkat dibandingan dengan tahun 2019 yang hanya Rp 885 miliar untuk 840.630 orang.

Dalam pelaksanaannya, program tersebut dijalankan melalui titik-titik distribusi di sejumlah rumah susun (rusun) dan ruang publik terpadu ramah anak (RPTRA) di DKI Jakarta.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Provinsi DKI Jakarta, Darjamuni membeberkan target penerima subsidi pangan di Ibu Kota.

“Targetnya pemegang Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus, Kartu Pekerja Jakarta (KPJ), Kartu Lansia Jakarta (KLJ), Kartu Penyandang Disabilitas Jakarta (KPDJ), Petugas Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) dan Pegawai Harian Lepas (PHL) dengan pendapatan UMP, serta penghuni rusun milik Pemprov DKI Jakarta,” kata Darjmuni seperti dalam keterangan tertulisnya.

Program pangan murah tersebut diselenggarakan di toko perkulakan dan pasar-pasar yang ada di Jakarta dan buka setiap hari Senin hingga Sabtu dari pukul 08.00 – 17.00 WIB.
Selain di sana, pangan murah juga bisa diperoleh di sejumlah rusun dan RPTRA yang telah dijadwalkan Dinas KPKP Provinsi DKI Jakarta. Di sini program ini rutin diadakan setiap bulan, pada pukul 08.00 – 12.00 WIB.

Bekerja sama dengan serikat pekerja

Pemprov DKI melalui Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Perumda Pasar Jaya membuka gerai pangan bersubsidi di Jalan P Komarudin, Cakung, Jakarta Timur, Selasa (26/2/2019) lalu. Gerai pangan bersubsidi itu diperuntukkan bagi buruh pemegang KPJ dan siswa KJP.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, gerai di Cakung ini merupakan gerai pangan bersubsidi pertama yang dibuka atas kerja sama Pemprov DKI dengan serikat pekerja, yakni Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Logam Elektronik dan Mesin (LEM).

Menurut Direktur Utama Perumda Pasar Jaya Arief Nasrudin, harga bahan pangan yang dijual di gerai Cakung jauh lebih murah dibandingkan dengan harga di pasaran karena telah disubsidi pemerintah.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kasus Omicron Bertambah, Pemkot Tangerang Akan Sesuaikan Aturan WFH dan PTM

Kasus Omicron Bertambah, Pemkot Tangerang Akan Sesuaikan Aturan WFH dan PTM

Megapolitan
Mobil Terjun Ke Parit di Tangerang, Pengemudi dan Anaknya Selamat

Mobil Terjun Ke Parit di Tangerang, Pengemudi dan Anaknya Selamat

Megapolitan
Demi Bayar Utang Rp 1 Miliar, Ibu Hamil Rela Jual Ginjal

Demi Bayar Utang Rp 1 Miliar, Ibu Hamil Rela Jual Ginjal

Megapolitan
Balas Pantun Anies dan Giring PSI: dari Sirkuit Formula E hingga Sindiran 'Kurang Kerjaan'

Balas Pantun Anies dan Giring PSI: dari Sirkuit Formula E hingga Sindiran "Kurang Kerjaan"

Megapolitan
Pelintasan Rel Stasiun Pondok Cina Melengkung, Warga: Enggak Kelihatan Kereta Datang

Pelintasan Rel Stasiun Pondok Cina Melengkung, Warga: Enggak Kelihatan Kereta Datang

Megapolitan
Situasi Jakarta Makin Gawat: Omicron Tembus 1.000 Kasus, Pasien Wisma Atlet Terus Melonjak

Situasi Jakarta Makin Gawat: Omicron Tembus 1.000 Kasus, Pasien Wisma Atlet Terus Melonjak

Megapolitan
18.000 Nasi Bungkus Dibagikan ke Warga Terdampak Banjir di Jakbar Selama 4 Hari

18.000 Nasi Bungkus Dibagikan ke Warga Terdampak Banjir di Jakbar Selama 4 Hari

Megapolitan
Kejati DKI Jakarta Geledah Kantor Distamhut, Ini Respons Wagub Riza

Kejati DKI Jakarta Geledah Kantor Distamhut, Ini Respons Wagub Riza

Megapolitan
UPDATE 21 Januari: Ada 1.177 Kasus Omicron di DKI Jakarta

UPDATE 21 Januari: Ada 1.177 Kasus Omicron di DKI Jakarta

Megapolitan
Polisi dan Keluarga Korban Bantah Laporan Bocah yang Dicabuli Kuli Bangunan Sempat Diremehkan

Polisi dan Keluarga Korban Bantah Laporan Bocah yang Dicabuli Kuli Bangunan Sempat Diremehkan

Megapolitan
Pekan Depan, Kapasitas PTM di Kota Tangerang Dikurangi hingga 50 Persen

Pekan Depan, Kapasitas PTM di Kota Tangerang Dikurangi hingga 50 Persen

Megapolitan
Realisasi Vaksinasi Covid-19 Dosis Ketiga di DKI Capai 216.726 Orang

Realisasi Vaksinasi Covid-19 Dosis Ketiga di DKI Capai 216.726 Orang

Megapolitan
Wakil Ketua Komisi Informasi Pusat Dijambret, Tas Berisi Dokumen Penting Hilang

Wakil Ketua Komisi Informasi Pusat Dijambret, Tas Berisi Dokumen Penting Hilang

Megapolitan
Perkenalkan Formula E ke Anies, Dino Patti Djalal: Saya Yakin Akan Naikkan Pamor Jakarta

Perkenalkan Formula E ke Anies, Dino Patti Djalal: Saya Yakin Akan Naikkan Pamor Jakarta

Megapolitan
Soal Penjabat Gubernur DKI, Ketua Fraksi PDI-P: Sekda Juga Memenuhi Syarat

Soal Penjabat Gubernur DKI, Ketua Fraksi PDI-P: Sekda Juga Memenuhi Syarat

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.