Ada Pembangunan LRT, Dishub Berlakukan Rekayasa Lalu Lintas di Setiabudi

Kompas.com - 01/11/2019, 07:09 WIB
Dishub berlakukan rekayasa lalulintas di Jalan Galunggung, Setiabudi, Jakarta Selatan, Kamis (31/10/2019) Dok Pemkot Jakarta SelatanDishub berlakukan rekayasa lalulintas di Jalan Galunggung, Setiabudi, Jakarta Selatan, Kamis (31/10/2019)
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Sudinhub DKI Jakarta, Christianto mengatakan, pihaknya memberlakukan rekayasa lalu lintas di kawasan Jalan Galunggung, Setiabudi, Jakarta, Selatan.

Pengalihan arus ini diberlakukan sejak Kamis (31/10/2019), karena adanya pembangunan Lintasan Rel Terpadu (LRT) di kawasan tersebut.

Dalam keterangan persnya, Christianto menjelaskan skema pengalihan arus tersebut.

"Beberapa kejadian tertumpuknnya kendaraan mulai dari Jalan Galunggung belok ke kiri ke arah Setiabudi Selatan, hari ini mulai jam 10.00 WIB tadi, dilakukan rekayasa lalu lintas. Jadi dari jalan Galunggung diluruskan terus ke arah yang ke Tanah Abang di under pass di bawah BNI," ujar Christianto.


Pihak Dishub akan memantau terus situasi pengalihan arus sampai waktu yang belum ditentukan.

"Perintah pak wali rekayasa lalu lintas ini akan dipantau terus dengan menempatkan beberapa personel. Nanti kita evaluasi apa yang perlu disempurnakan," kata dia.

Sementara itu, Wali Kota Jakarta Selatan, Marullah Matali mengatakan, pihaknya berharap skema pengalihan arus lalu lintas bisa berjalan dengan baik dan tidak memperlambat aktivitas warga.

"Nanti teman-teman Dishub yang akan mengambil langkah selanjutnya, mulai dari sosialisasi dan juga menempatkan petugas untuk mengatur lalu lintas," ucap dia.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sekda DKI Pastikan Anggota TGUPP yang Rangkap Jabatan Akan Diberhentikan

Sekda DKI Pastikan Anggota TGUPP yang Rangkap Jabatan Akan Diberhentikan

Megapolitan
Kepada Polisi, Ibu di Kedoya Mengaku Tak Tahu Bayi Berusia 40 Hari Belum Bisa Mencerna Pisang

Kepada Polisi, Ibu di Kedoya Mengaku Tak Tahu Bayi Berusia 40 Hari Belum Bisa Mencerna Pisang

Megapolitan
Warga Kampung Mampangan Depok Temukan Ular Sanca 3 Meter di Bantaran Kali

Warga Kampung Mampangan Depok Temukan Ular Sanca 3 Meter di Bantaran Kali

Megapolitan
Anggaran TGUPP Dipangkas untuk 50 Orang, Fraksi PDI-P Anggap Masih Terlalu Banyak

Anggaran TGUPP Dipangkas untuk 50 Orang, Fraksi PDI-P Anggap Masih Terlalu Banyak

Megapolitan
Pemprov DKI Anggarkan Rp 170 Miliar untuk Revitalisasi Terminal Kampung Rambutan

Pemprov DKI Anggarkan Rp 170 Miliar untuk Revitalisasi Terminal Kampung Rambutan

Megapolitan
Jualan di Bahu Jalan, PKL Senen Merasa Tak Ganggu Lalu Lintas

Jualan di Bahu Jalan, PKL Senen Merasa Tak Ganggu Lalu Lintas

Megapolitan
Bayi Berusia 40 Hari di Kedoya Meninggal karena Tersedak Pisang yang Diberikan Ibunya

Bayi Berusia 40 Hari di Kedoya Meninggal karena Tersedak Pisang yang Diberikan Ibunya

Megapolitan
DPRD DKI Terbelah Soal TGUPP, PDI-P dan PSI Menolak, Gerindra dan PAN Mendukung

DPRD DKI Terbelah Soal TGUPP, PDI-P dan PSI Menolak, Gerindra dan PAN Mendukung

Megapolitan
Diusulkan untuk Gaji 67 Anggota, Anggaran TGUPP Dipangkas Hanya Buat 50 Orang

Diusulkan untuk Gaji 67 Anggota, Anggaran TGUPP Dipangkas Hanya Buat 50 Orang

Megapolitan
PKL Senen Akan Direlokasi, Pemkot Jakpus Diminta Sosialisasi ke Masyarakat

PKL Senen Akan Direlokasi, Pemkot Jakpus Diminta Sosialisasi ke Masyarakat

Megapolitan
Ada Permainan Tradisional Betawi dan Area Outbond di Taman Tomang Rawa Kepa

Ada Permainan Tradisional Betawi dan Area Outbond di Taman Tomang Rawa Kepa

Megapolitan
Perusahaan Patungan PT KAI dan PT MRT Jakarta Bertugas Kelola Kawasan Transit hingga Tiketing

Perusahaan Patungan PT KAI dan PT MRT Jakarta Bertugas Kelola Kawasan Transit hingga Tiketing

Megapolitan
Dishub Sebut Penutupan Lay Bay Stasiun Bekasi oleh PT KAI Tanpa Kajian Matang

Dishub Sebut Penutupan Lay Bay Stasiun Bekasi oleh PT KAI Tanpa Kajian Matang

Megapolitan
Sidang Eksepsi Kasus 'Ikan Asin' Akan Digelar Tahun Depan

Sidang Eksepsi Kasus "Ikan Asin" Akan Digelar Tahun Depan

Megapolitan
Lay Bay Ditutup, Angkot dan Ojol Bakal Dilarang Ngetem di Depan Stasiun Bekasi?

Lay Bay Ditutup, Angkot dan Ojol Bakal Dilarang Ngetem di Depan Stasiun Bekasi?

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X