Hidup Tanpa Listrik Selama 10 Tahun, Kudus Berharap Bantuan Pemerintah

Kompas.com - 04/11/2019, 08:21 WIB
Kondisi rumah Kudus yang gelap gulita di Jalan Kalianyar X RT002/RW006, Kalianyar, Taman Sari, Jakarta Barat harus hidup 10 tahun tanpa listrik karena tidak memiliki biaya KOMPAS.com/ BONFILIO MAHENDRA WAHANAPUTRA LADJARKondisi rumah Kudus yang gelap gulita di Jalan Kalianyar X RT002/RW006, Kalianyar, Taman Sari, Jakarta Barat harus hidup 10 tahun tanpa listrik karena tidak memiliki biaya

JAKARTA, KOMPAS.com - Kudus (55) hidup tanpa listrik selama 10 tahun. Kini ia berharap mendapatkan bantuan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.

"Ya kalau saya terima-terima saja bila ada bantuan dari pemerintah, namanya dibantu terima lah. Ya terakhir ini kalau bapak lihat ubin ini, dapat bantuan keramik dari Dinas Sosial sepertinya," ucap Kudus di Jalan Kalianyar X, RT002 RW006, Kalianyar, Taman Sari, Jakarta Barat, Sabtu (2/11/2019).

Kudus sangat berharap pemerintah bisa membantunya, entah memberikan bantuan listrik atau lainnya.


Sebab, hingga kini situasi rumahnya memprihatinkan. Gelap pada seisi ruang dan hanya mengandalkan sumber cahaya dari pintu serta jendela rumah.

Baca juga: Kisah Kudus, Pria yang 10 Tahun Hidup Tanpa Listrik di Jakarta

Sementara di dalam kamar tidak ada lampu maupun saklar listrik. Tembok yang berwarna dasar kuning pun sudah berlumut di beberapa sudut.

Belum lagi bau pesing di depan rumah kudus begitu santer tercium saat angin berembus kencang. Kudus sudah terbiasa hidup dalam kondisi seperti itu.

"Ya mau gimana lagi disyukuri saja," ucap Kudus.

Selain gelap, Kudus mengaku bahwa dirinya sering diberi bantuan oleh warga sekitar.

Namun, dalam kondisi serba kekurangan Kudus tidak begitu saja putus asa. Dirinya berusaha mendapat uang dari mengumpulkan berbaga plastik botol kemasan untuk dijual kembali.

"Biasa dapat Rp 5.000 sampai Rp 10.000 dari kumpulin botol ini dikasih ke pengepul. Atau pemulung datang kasih uang kesaya ya cukup buat makan," ujar Kudus.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Fakta Pengungkapan Klinik Psikotropika, Pemilik Tak Punya Izin, Jutaan Butir Akan Dijual

Fakta Pengungkapan Klinik Psikotropika, Pemilik Tak Punya Izin, Jutaan Butir Akan Dijual

Megapolitan
Hujan Deras Sabtu Dini Hari, 10 RT di DKI Tergenang

Hujan Deras Sabtu Dini Hari, 10 RT di DKI Tergenang

Megapolitan
Aksi 212 Berantas Korupsi, Dijaga Ribuan Polisi dan Selesai Tepat Waktu

Aksi 212 Berantas Korupsi, Dijaga Ribuan Polisi dan Selesai Tepat Waktu

Megapolitan
Kabar Terbaru Zat Radioaktif di Tangsel, Mengontaminasi Dua Warga Batan Indah

Kabar Terbaru Zat Radioaktif di Tangsel, Mengontaminasi Dua Warga Batan Indah

Megapolitan
Robohnya Atap SMKN 24: Antara Cuaca Buruk dan Indikasi Kecurangan Saat Direhab

Robohnya Atap SMKN 24: Antara Cuaca Buruk dan Indikasi Kecurangan Saat Direhab

Megapolitan
BMKG: Jakarta Diprediksi Turun Hujan Lokal Sore Ini

BMKG: Jakarta Diprediksi Turun Hujan Lokal Sore Ini

Megapolitan
Kritik Formula E di Monas, Ikatan Arsitek: Mereka Enggak Peduli soal Kesakralan

Kritik Formula E di Monas, Ikatan Arsitek: Mereka Enggak Peduli soal Kesakralan

Megapolitan
Minta Bayaran Rp 450.000 Setelah Antar 3 Penumpang, 3 Tukang Ojek Ditangkap Polisi

Minta Bayaran Rp 450.000 Setelah Antar 3 Penumpang, 3 Tukang Ojek Ditangkap Polisi

Megapolitan
Remaja yang Diduga Diperkosa Oknum PNS Papua Minta Perlindungan LPSK

Remaja yang Diduga Diperkosa Oknum PNS Papua Minta Perlindungan LPSK

Megapolitan
50 Kg Ganja di Dalam Bus di Tangerang Milik Dua Napi

50 Kg Ganja di Dalam Bus di Tangerang Milik Dua Napi

Megapolitan
Riset Sebut Ciliwung Masuk Sungai Terkotor di Dunia, Ini Komentar Pemprov DKI

Riset Sebut Ciliwung Masuk Sungai Terkotor di Dunia, Ini Komentar Pemprov DKI

Megapolitan
Anggota Komisi E DPRD Dorong Kasus Robohnya Atap SMKN 24 Jaktim Dibawa ke Jalur Hukum

Anggota Komisi E DPRD Dorong Kasus Robohnya Atap SMKN 24 Jaktim Dibawa ke Jalur Hukum

Megapolitan
Diduga Korsleting Listrik, Rumah Dua Lantai di Duren Sawit Terbakar

Diduga Korsleting Listrik, Rumah Dua Lantai di Duren Sawit Terbakar

Megapolitan
Ini Efek jika Sembarangan Mengkonsumsi Psikotropika Trihexyphenidyl

Ini Efek jika Sembarangan Mengkonsumsi Psikotropika Trihexyphenidyl

Megapolitan
PT INKA Siapkan Tenaga Ahli untuk Kaji Pembangunan Jalur Trem di Bogor

PT INKA Siapkan Tenaga Ahli untuk Kaji Pembangunan Jalur Trem di Bogor

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X