Kakek yang Laporkan Cucu atas Pencurian Mobil Mercedes Cabut Laporan

Kompas.com - 04/11/2019, 14:40 WIB
Mahmud, kuasa hukum seorang pria bernama Wadhwani,  di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (4/11/2019). Wadhani sebelumnya melaporkan cucunya terkait kasus pencurian mobil Mercedes Bens. Har ini, Mahmud mewakili Wadhani, mencabut lagi laporan itu. KOMPAS.COM/ RINDI NURIS VELAROSDELAMahmud, kuasa hukum seorang pria bernama Wadhwani, di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (4/11/2019). Wadhani sebelumnya melaporkan cucunya terkait kasus pencurian mobil Mercedes Bens. Har ini, Mahmud mewakili Wadhani, mencabut lagi laporan itu.

JAKARTA, KOMPAS.com - Seorang kakek yang melaporkan cucunya sendiri ke polisi atas kasus pencurian mobil jenis Mercedes Bens memutuskan untuk mencabut laporannya.

Melalui pengacaranya, Mahmud, kakek yang bernama Wadhwani itu telah mengirim surat pencabutan laporan ke Polda Metro Jaya pada Jumat (1/11/2019) lalu. Saat ini, kepolisian tengah memproses pencabutan laporan tersebut.

"Ini sudah kami mencabut (laporan), sudah resmi (cabut laporan), kakeknya sendiri sudah membuat suatu pernyataan perdamaian dan diharapkan perbuatan ini tidak terulang kembali," kata Mahmud di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin.

Baca juga: Polisi Tangkap Seorang Cucu yang Curi Mobil Mercedes Benz Kakeknya


Awalnya, kata Mahmud, sang kakek ingin memberikan pelajaran kepada cucunya dengan membuat laporan polisi. Namun, dia merasa iba saat cucunya harus mendekam di balik jeruji besi.

Karena itu, berdasarkan kesepakatan keluarga, Wadhawani mencabut laporan itu dan menyelesaikan perkara pencurian itu secara kekeluargaan.

"Belakangan ada penyesalan juga dari beliau sebagai seorang kakek (karena telah membuat laporan). Sehingga alangkah baiknya perkara ini dicabut dan diselesaikan secara internal keluarga saja," ungkap Mahmud.

Sebelumnya diberitakan, polisi menangkap pria berinisial VHW, tersangka pencurian mobil Mercedes Benz keluaran tahun 2016, di kawasan Pulogadung, Jakarta Timur.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan, tersangka merupakan cucu dari korban. Tersangka mencuri mobil ketika kakeknya sedang tidur di rumah.

Awalnnya, korban memarkir mobilnya di parkiran depan rumahnya. Keesokan harinya, mobil tersebut hilang. Karena itu, dia langsung melaporkan kasus pencurian tersebut ke kantor polisi.

Sementara itu, tersangka membawa kabur mobil milik kakeknya ke kediaman temannya di kawasan Jakarta Pusat.

Polisi menjerat VHW dengan Pasal 363 Subsider Pasal 362 KUHP dengan ancaman hukuman penjara tujuh tahun.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Harga Paket Wisata di Kepulauan Seribu Naik 20 Persen Selama Libur Natal dan Tahun Baru

Harga Paket Wisata di Kepulauan Seribu Naik 20 Persen Selama Libur Natal dan Tahun Baru

Megapolitan
Pohon di Duri Kepa Tumbang Menimpa Kabel, Listrik di Permukiman Warga Padam

Pohon di Duri Kepa Tumbang Menimpa Kabel, Listrik di Permukiman Warga Padam

Megapolitan
Pernah Wacanakan yang Sama, Anies Enggan Komentari Rencana Nadiem Hapus UN

Pernah Wacanakan yang Sama, Anies Enggan Komentari Rencana Nadiem Hapus UN

Megapolitan
Aktivitas Penerbangan Saat Natal dan Tahun Baru Diprediksi Hanya Naik 1 Persen, Ini Kata Menhub

Aktivitas Penerbangan Saat Natal dan Tahun Baru Diprediksi Hanya Naik 1 Persen, Ini Kata Menhub

Megapolitan
Bantah PSI, Pemprov DKI Sebut Pembangunan LRT oleh Dishub Tak Langgar Aturan

Bantah PSI, Pemprov DKI Sebut Pembangunan LRT oleh Dishub Tak Langgar Aturan

Megapolitan
Ada Ormas Tolak DWP, Ketua DPRD: Itu Pendapatan DKI dan Bukan Tahun Ini Saja

Ada Ormas Tolak DWP, Ketua DPRD: Itu Pendapatan DKI dan Bukan Tahun Ini Saja

Megapolitan
90 Persen Penginapan di Kepulauan Seribu Sudah Dipesan untuk Libur Natal dan Tahun Baru

90 Persen Penginapan di Kepulauan Seribu Sudah Dipesan untuk Libur Natal dan Tahun Baru

Megapolitan
Polisi Akan Periksa Sekuriti yang Tangkap Pasien RSJ Soeharto Heerdjan

Polisi Akan Periksa Sekuriti yang Tangkap Pasien RSJ Soeharto Heerdjan

Megapolitan
Kata Lurah soal Rumah Ko Ayun yang Dikepung Proyek, Sebut Sulit Lakukan Mediasi

Kata Lurah soal Rumah Ko Ayun yang Dikepung Proyek, Sebut Sulit Lakukan Mediasi

Megapolitan
2 Pohon Tumbang Saat Hujan yang Disertai Angin di Cakung

2 Pohon Tumbang Saat Hujan yang Disertai Angin di Cakung

Megapolitan
Pohon Biola Cantik di Duri Kepa Tumbang, Kabel Listrik pun Terbakar

Pohon Biola Cantik di Duri Kepa Tumbang, Kabel Listrik pun Terbakar

Megapolitan
Anies: Dua Nama Cawagub Sudah Sembilan Bulan di DPRD DKI, Dewan Harus Putuskan

Anies: Dua Nama Cawagub Sudah Sembilan Bulan di DPRD DKI, Dewan Harus Putuskan

Megapolitan
Pemprov DKI Beri Mesin Kremasi buat Umat Hindu di Jakarta

Pemprov DKI Beri Mesin Kremasi buat Umat Hindu di Jakarta

Megapolitan
Sejarah Pasar Senen, Bekas Tempat Tuan Tanah Belanda hingga PKL Era Ali Sadikin

Sejarah Pasar Senen, Bekas Tempat Tuan Tanah Belanda hingga PKL Era Ali Sadikin

Megapolitan
Hendak Salip Truk dari Kiri, Pengendara Motor Tewas Terlindas di Jalan Siliwangi Bekasi

Hendak Salip Truk dari Kiri, Pengendara Motor Tewas Terlindas di Jalan Siliwangi Bekasi

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X