Jakpro Disebut Mulai Tebang Pohon di Taman Pluit Putri, Warga Turun ke Jalan

Kompas.com - 04/11/2019, 15:19 WIB
Demonstrasi di Taman Pluit Putri, Penjaringan, Jakarta Utara, Senin (4/11/2019) KOMPAS.COM/JIMMY RAMADHAN AZHARIDemonstrasi di Taman Pluit Putri, Penjaringan, Jakarta Utara, Senin (4/11/2019)

JAKARTA, KOMPAS.com - Warga Penjaringan, Jakarta Utara berdemo di depan Taman Pluit Putri yang rencananya dibangun sekolah swasta oleh PT Jakarta Propertindo ( Jakpro), Senin (4/11/2019).

Mereka turun ke jalan setelah PT Jakpro disebut menebang pohon-pohon yang ada di taman tersebut.

"Kebijakan Gubernur Anies Baswedan 30 persen lahan terbuka hijau di DKI Jakarta dengan kondisi banjir yang di mana-mana akan tetapi saudara (Jakpro) memaksakan diri ruang terbuka hijau itu dibangun gedung bertingkat," kata orator menggunakan megaphone menyuarakan pendapatnya, Senin (4/11/2019).

Baca juga: Jakpro Tetap Bangun Jakarta Internasional Stadium Meski Lahannya Sengketa

Ia menyebutkan taman itu telah dirawat warga sejak tahun 1971. Namun beberapa waktu belakangan PT Jakpro berencana membangun swasta Bina Tunas Bangsa di lokasi tersebut.

Ia mengaku, warga telah menggugat Dinas PTSP ke Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTUN) mengenai status fasilitas sosial dan fasilitas umum tersebut.

Demonstrasi di Taman Pluit Putri, Penjaringan, Jakarta Utara, Senin (4/11/2019)KOMPAS.COM/JIMMY RAMADHAN AZHARI Demonstrasi di Taman Pluit Putri, Penjaringan, Jakarta Utara, Senin (4/11/2019)

Warga menuntut PT Jakpro tidak melakukan aktivitas apapun di Taman Pluit Putri itu hingga putusan PTUN keluar.

"Tapi pada tanggal 3 November kemarin mereka menebang pohin," ujar orator tersebut.

Berdasarkan pantauan Kompas.com di lokasi, di taman tersebut terlihat bekas pohon yang ditebang di taman itu. Potongan-potongan kayu tampak berserakan di lokasi taman tersebut.

Baca juga: Warga Dukung Pohon Ditebang, tetapi Keluhkan Cikini Jadi Kian Gersang

Adapun demonstrasi tersebut dilakuan di pinggir Jalan Taman Pluit Putri, Penjaringan, Jakarta Utara. Berdasarkan pantauan, arus lalu lintas cenderung ramai lancar di lokasi tersebut.

Mereka juga sempat mendemo kantor PT Jakarta Ultilitas Propertindo (JUP), anak perusahaan Jakpro yang berdiri di dalam komplek perumahan. Namun, tidak ada satupun perwakilan dari PT JUP yang menemui warga.

Sebelumnya warga Pluit Putri pernah mengeluhkan mengenai pembangunan sekolah di lahan tersebut ke Komisi C DPRD DKI Jakarta.

Menurut warga, lahan tersebut adalah milik mereka yang dijadikan sebagai ruang terbuka hijauh (RTH).

Namun menurut Corporate Secterary PT Jakpro Hani Sumarno menyebut lahan itu merupakan lahan atau aset milik Jakpro. Hani mengatakan Jakpro memiliki bukti kepemilikan yaitu SK Gubernur sejak tahun 1992.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X