KILAS METRO

Perluasan Jalur Sepeda, Efektifkah untuk Mengurangi Polusi Udara?

Kompas.com - 04/11/2019, 21:08 WIB
Pekerja akan memindahkan sejumlah tiang yang menghalangi jalur sepeda di Jalan Asia Afrika, Jakarta, Rabu (01/08/2018). Jalur sepeda di sepanjang jalan ini terhalang beberapa tiang lampu penerangan jalan umum (PJU), tiang lampu lalu lintas, hingga tiang rambu penunjuk jalan. KOMPAS.com/ANDREAS LUKAS ALTOBELIPekerja akan memindahkan sejumlah tiang yang menghalangi jalur sepeda di Jalan Asia Afrika, Jakarta, Rabu (01/08/2018). Jalur sepeda di sepanjang jalan ini terhalang beberapa tiang lampu penerangan jalan umum (PJU), tiang lampu lalu lintas, hingga tiang rambu penunjuk jalan.

KOMPAS.com - Bersepeda sudah menjadi gaya hidup bagi sebagian masyarakat DKI Jakarta. Ada yang menggunakannya sebagai rekreasi, olahraga rutin, bahkan emanfaatkannya sebagai transportasi utama menuju ke kantor.

Untuk memfasilitasi para pengguna sepeda, sekaligus mengurangi kemacetan di berbagai wilayah di Ibu Kota, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan meluncurkan 17 jalur sepeda di Jakarta.

"Iya, ada 17 ruas jalan yang menjadi jalur sepeda dan akan diujicobakan," ucap Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo, seperti dimuat di Kompas.com, Selasa (17/9/2019) lalu.

Uji coba jalur sepeda ini akan dibagi dalam 3 fase dengan waktu pelaksanaan berbeda-beda selama 2 bulan penuh. Sebanyak tujuh jalur akan diujicobakan pada 20 September-19 November 2019 sepanjang hari.

Baca juga: Menengok Jalur Sepeda di Bangkok

Rutenya adalah Jalan Medan Merdeka Selatan, Jalan M.H Thamrin, Jalan Imam Bonjol, Jalan Pangeran Diponegoro, Jalan Proklamasi, Jalan Pramuka, dan Jalan Pemuda.

Sementara itu, fase 2 akan diujicobakan pada 12 Oktober-19 November 2019 meliputi empat jalur, yakni Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Sisingamangaraja, Jalan Panglima Polim, dan Jalan RS Fatmawati Raya.

Sedangkan fase 3 sebanyak enam jalur akan diujicobakan pada 2-19 November 2019. Jalurnya adalah Jalan Tomang Raya, Jalan Cideng Timur, Jalan Kebon Sirih, Jalan Matraman Raya, Jalan Jatinegara Barat, dan Jalan Jatinegara Timur.

Mengurangi polusi udara

Dengan perluasan jalur-jalur sepeda ini, Pemprov DKI berharap dapat mendorong lebih banyak warga Jakarta beraktivitas menggunakan sepeda.

"Kami akan meluncurkan jalur-jalur sepeda yang kita harapkan nanti warga Jakarta lebih banyak lagi menggunakan sepeda," ujar Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam kesempatan yang sama.

Anies menuturkan, sepeda bisa digunakan sebagai alat transportasi sehari-hari. Warga bisa menggunakan sepeda untuk menempuh jarak yang cukup dekat.

Jalur sepeda di sepanjang jalan Fatmawati, Jakarta Selatan, Kamis (10/10/2019)KOMPAS.COM/WALDA MARISON Jalur sepeda di sepanjang jalan Fatmawati, Jakarta Selatan, Kamis (10/10/2019)

"Untuk lokasi yang dekat, untuk jarak-jarak tempuh yang memungkinkan menggunakan sepeda, kami mendorong masyarakat menggunakan sepeda," kata Anies.

Selain membangun jalur sepeda, Pemprov DKI juga akan menyiapkan banyak tempat parkir sepeda. Pemprov DKI meminta pula perusahaan swasta menyiapkan tempat parkir sepeda di kantor mereka.

Kepala Suku Dinas Perhubungan Jakarta Selatan, Christianto menambahkan, selain untuk memotivasi warga beraktivitas menggunakan sepeda, kendaraan roda dua tanpa bahan bakar ini pun diharapkan bisa mengurangi polusi udara di Jakarta.

"Dengan semakin banyak orang bersepeda, dapat mengurangi polusi udara, dan pengguna kendaraan pribadi di jalan-jalan Ibu Kota bisa semakin ditekan," kata Christianto, seperti dimuat di Kompas.com, Kamis (10/10/2019) lalu.

Baca juga: Dishub DKI Usulkan Revisi Anggaran Pembangunan Jalur Sepeda Jadi Rp 62 Miliar

Untuk menyosialisasikan jalur sepeda di sepanjang Jalan Fatmawati, Jalan Panglima Polim, dan Jalan Sisingamangaraja yang termasuk dalam Fase 2, petugas Dishub Jakarta Selatan berkeliling dengan sepeda di jalur tersebut selama tiga jam dalam sehari.

Sosialisasi bertujuan untuk memperingatkan pengendara sepeda motor dan mobil agar tidak menggunakan jalur sepeda.

Christanto berharap dengan sosialisasi tersebut para pengendara motor dan mobil bisa mengetahui fungsi jalur dan menghargai hak para pengguna sepeda.

Mensterilkan jalur sepeda

Dalam pengamatan Adhityaswara Nuswandana (40), warga Bintaro, Tangerang Selatan, perebutan jalur antara pengendara sepeda dan kendaraan bermotor lain di Jakarta adalah permasalahan klasik yang masih belum terselesaikan hingga sekarang.

Jalur sepedanya pasti dimanfaatkan para pesepeda, tapi saya nggak yakin jalur itu bisa steril selama masih banyak motor yang melawan arus dan jalanan yang dipakai buat parkiran mobil,” kata pegiat sepeda dari komunitas Bintaro Loop dan Blackdog Cycling Club ini, Sabtu (2/11/2019).

Ia memberi contoh jalur sepeda Fatmawati yang sebagian lahannya sempat dan menjadi tempat parkir sebuah hotel. Untunglah, begitu dilaporkan ke Dinas Perhubungan (Dishub), masalah langsung teratasi.

“Seperti jalur Cideng, atau Tomang, pasti masih rebutan jalur dengan pengendara kendaraan lain. ( Jalur sepeda itu) Kalau dijaga, pasti rapi. Kalau tidak dijaga, berantakan lagi,” kata pria yang akrab disapa Adhit ini.

Tampak sepeda motor terparkir di jalur khusus lintasan sepeda di Jalan Pemuda, Jakarta Timur, Jumat (27/9/2019).KOMPAS.COM/DEAN PAHREVI Tampak sepeda motor terparkir di jalur khusus lintasan sepeda di Jalan Pemuda, Jakarta Timur, Jumat (27/9/2019).

Menurut Adhit, yang membantu orang untuk pindah ke sepeda atau kendaraan non BBM lain adalah adanya transportasi Mass Rapid Transportation (MRT).

Ini karena Stasiun MRT berada di jalur-jalur pedestrian yang sudah direvitalisasi, seperti di Sudirman-Thamrin.

Dari pengamatannya, sebagian pengguna MRT ada yang melanjutkan perjalanan ke kantor dengan menggunakan sepeda lipat atau electric scooter. Bahkan ada yang menggunakan Grabwheel sebagai transportasi antar titik.

Baca juga: Target 2020, Jalur Sepeda di Jakarta Mencapai 200 Kilometer

“Di Mega Kuningan itu orang kantoran mau makan siang di mall naik Grabwheel. Bisa juga sepulang kantor mereka pakai Grabwheel menuju Stasiun MRT. Menurut saya trennya ke arah situ,” ujar Adhit.

Banyaknya pekerja yang menggunakan sepeda, tak lepas dari fasilitas di MRT yang menyediakan gerbong khusus untuk kursi roda, sepeda lipat, atau skuter listrik. Dengan begitu, MRT telah mengubah gaya hidup orang Jakarta.

Dengan kolaborasi MRT dan jalur sepeda yang sedang disediakan Pemprov DKI, bisa saja nanti warga perlahan-lahan mulai melirik sepeda sebagai moda transportasi penunjang.

Kalau itu terjadi bukan saja kemacetan di DKI yang terurai, udara di Jakarta pun semakin bersih

Baca tentang


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Begini Cara MRT Jakarta Relokasi Pohon di Monas dan Thamrin yang Terkena Proyek

Begini Cara MRT Jakarta Relokasi Pohon di Monas dan Thamrin yang Terkena Proyek

Megapolitan
Gumpalan Minyak di Perairan Pulau Pari Diduga Berasal dari Kapal yang Melintas

Gumpalan Minyak di Perairan Pulau Pari Diduga Berasal dari Kapal yang Melintas

Megapolitan
Dirut Sebut Pengerjaan MRT Fase 2A Bagian dari Pemulihan Ekonomi

Dirut Sebut Pengerjaan MRT Fase 2A Bagian dari Pemulihan Ekonomi

Megapolitan
Perairan Pulau Pari Dibersihkan dari Limbah Gumpalan Minyak, Terkumpul 380 Karung

Perairan Pulau Pari Dibersihkan dari Limbah Gumpalan Minyak, Terkumpul 380 Karung

Megapolitan
Dituduh Culik Anak hingga Fotonya Disebar, Pria di Bogor Lapor Polisi

Dituduh Culik Anak hingga Fotonya Disebar, Pria di Bogor Lapor Polisi

Megapolitan
40 Truk Keliling Tangerang Semprot Disinfektan, Wakil Walkot Sebut untuk Ingatkan Pandemi Belum Usai

40 Truk Keliling Tangerang Semprot Disinfektan, Wakil Walkot Sebut untuk Ingatkan Pandemi Belum Usai

Megapolitan
UPDATE 10 Agustus: 17 RW di 15 Kelurahan Kota Bekasi Masuk Zona Merah

UPDATE 10 Agustus: 17 RW di 15 Kelurahan Kota Bekasi Masuk Zona Merah

Megapolitan
UPDATE 11 Agustus: Bertambah 10, Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Kini Ada 647

UPDATE 11 Agustus: Bertambah 10, Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Kini Ada 647

Megapolitan
Dituding Lecehkan Anak-anak secara Seksual, Pria di Citayam Nyaris Diamuk Warga

Dituding Lecehkan Anak-anak secara Seksual, Pria di Citayam Nyaris Diamuk Warga

Megapolitan
Perairan Pulau Pari Tercemar Gumpalan Minyak Berwarna Hitam

Perairan Pulau Pari Tercemar Gumpalan Minyak Berwarna Hitam

Megapolitan
Zona Merah Covid-19 di Kota Tangerang Kembali Bertambah

Zona Merah Covid-19 di Kota Tangerang Kembali Bertambah

Megapolitan
Hujan Deras dan Saluran Air Tersumbat, Kawasan Lenteng Agung Sempat Terendam

Hujan Deras dan Saluran Air Tersumbat, Kawasan Lenteng Agung Sempat Terendam

Megapolitan
Setelah Anji, Polisi Panggil Hadi Pranoto Terkait Video Temuan Obat Covid-19

Setelah Anji, Polisi Panggil Hadi Pranoto Terkait Video Temuan Obat Covid-19

Megapolitan
Tak Ada Dana, Insentif Tukang Gali Kubur dan Sopir Ambulans Khusus Covid-19 di Jakarta Tertunda

Tak Ada Dana, Insentif Tukang Gali Kubur dan Sopir Ambulans Khusus Covid-19 di Jakarta Tertunda

Megapolitan
Sejumlah Warga Mengamuk Saat Razia Masker, Banting Dompet hingga Minta Dipenjara

Sejumlah Warga Mengamuk Saat Razia Masker, Banting Dompet hingga Minta Dipenjara

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X