Sering Palak Sopir di Jembatan Tiga hingga Todongkan Senjata, Pak Ogah Ini Ditangkap Polisi

Kompas.com - 05/11/2019, 17:28 WIB
Pelaku pemalakan supir truk dan pak ogah yang diamankan polisi dalam operasi cipta kondisi Selasa (23/10/2019) malam KOMPAS.COM/JIMMY RAMADHAN AZHARIPelaku pemalakan supir truk dan pak ogah yang diamankan polisi dalam operasi cipta kondisi Selasa (23/10/2019) malam

 

JAKARTA, KOMPAS.com - Polisi menangkap seorang Pak Ogah berinisial S alias A yang kerap memalak para sopir di kawasan Jembatan Tiga, Jakarta Utara.

Pengungkapan kasus pemalakan itu berawal dari informasi yang viral di media sosial pada 30 Oktober 2019. Adapun, tersangka S ditangkap pada 1 November 2019.


Kanit IV Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKP Iskandar mengatakan, tersangka memalak para sopir seorang diri.

Sebagai Pak Ogah, setiap hari dia membantu para pengendara untuk putar balik di kawasan Jembatan Tiga.

"Tersangka ini sering mengarahkan kendaraan yang berputar balik. Saat membantu para sopir itu lah, dia memaksa meminta uang," kata Iskandar di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa (5/11/2019).

Baca juga: Pak Ogah di Cilincing Bisa Dapat Rp 80.000 Dalam Dua Jam

Pada 30 Oktober, tersangka memalak seorang sopir pick up dengan meminta uang Rp 5.000. Sang sopir menolak permintaan tersangka tersebut.

Iskandar mengungkapkan, tersangka S pun sempat menodongkan senjata tajam untuk mengancam sopir pick up. Sang sopir pun menyerahkan uang senilai Rp 50.000 dan sebuah ponsel.

"Tersangka memaksa meminta uang Rp 5.000 tetapi enggak dikasih sama sopir pick-up. Akhirnya, tersangka mengancam memakai senjata tajam," kata dia.

Kepada polisi, tersangka mengaku baru sekali melakukan aksi pemalakan. Kendati demikian, kata Iskandar, polisi tengah mendalami kasus pemalakan itu.

"Tersangka ini biasa beraksi dari jam 11.00 WIB sampai 14.00 WIB. Berdasarkan pengakuan tersangka, dia mengaku baru sekali beraksi. Tapi berdasarkan keterangan saksi-saksi, tersangka sudah sering beraksi," ujar Iskandar.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman penjara di atas 7 tahun.

Baca juga: Kronologi Penangkapan 7 Pak Ogah Pelaku Pungli di Cengkareng

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

40 Persen Kontraktor yang Tangani Proyek Saluran Air di Jaktim Dapat Rapor Merah

40 Persen Kontraktor yang Tangani Proyek Saluran Air di Jaktim Dapat Rapor Merah

Megapolitan
Polisi Sebut Tidak Ada Tanda Pencurian Kabel PLN pada Kasus Bocah Tewas Tersetrum

Polisi Sebut Tidak Ada Tanda Pencurian Kabel PLN pada Kasus Bocah Tewas Tersetrum

Megapolitan
Tol Kunciran-Serpong Diresmikan, Warga: Senang, Mau ke Mana-mana Jadi Cepat

Tol Kunciran-Serpong Diresmikan, Warga: Senang, Mau ke Mana-mana Jadi Cepat

Megapolitan
Tangan Jahil Beraksi Tiap Malam, Coret-coret Makam di TPU Menteng Pulo 2

Tangan Jahil Beraksi Tiap Malam, Coret-coret Makam di TPU Menteng Pulo 2

Megapolitan
Proyek Saluran Air Rusak Rumah Warga Cakung, Pemkot Minta Kontraktor Perbaiki

Proyek Saluran Air Rusak Rumah Warga Cakung, Pemkot Minta Kontraktor Perbaiki

Megapolitan
Cinta Mega Ingin Dewan Satukan Persepsi Sebelum Ungkap Anggaran, Pengamat: Paradigma Usang

Cinta Mega Ingin Dewan Satukan Persepsi Sebelum Ungkap Anggaran, Pengamat: Paradigma Usang

Megapolitan
Lantai 5 Mal Lokasari Plaza di Taman Sari Jakbar Terbakar

Lantai 5 Mal Lokasari Plaza di Taman Sari Jakbar Terbakar

Megapolitan
Warga Keluhkan Proyek Saluran Air di Cakung, Pemkot Salahkan Kontraktor

Warga Keluhkan Proyek Saluran Air di Cakung, Pemkot Salahkan Kontraktor

Megapolitan
Tanpa PSI, Komisi C DPRD DKI Gelar Konpers Bela Anggaran Komputer Rp 128,9 Miliar

Tanpa PSI, Komisi C DPRD DKI Gelar Konpers Bela Anggaran Komputer Rp 128,9 Miliar

Megapolitan
Seorang Pelajar Tewas dalam Laka Lantas Mobil Vs Sepeda Motor

Seorang Pelajar Tewas dalam Laka Lantas Mobil Vs Sepeda Motor

Megapolitan
Cara Mengganti E-KTP Setelah Pindah Domisili

Cara Mengganti E-KTP Setelah Pindah Domisili

Megapolitan
Wali Kota Tangsel Berharap Tol Kunciran-Serpong Bisa Atasi Macet

Wali Kota Tangsel Berharap Tol Kunciran-Serpong Bisa Atasi Macet

Megapolitan
Masuk Musim Hujan, Pemkot Jakpus Pangkas 9.302 Pohon di 8 Kecamatan

Masuk Musim Hujan, Pemkot Jakpus Pangkas 9.302 Pohon di 8 Kecamatan

Megapolitan
Komisi D DPRD DKI: Rusunami DP 0 Bukan Jawaban Kebutuhan Masyarakat

Komisi D DPRD DKI: Rusunami DP 0 Bukan Jawaban Kebutuhan Masyarakat

Megapolitan
Dua Pria Bawa Samurai Rampok Minimarket di Batu Ceper

Dua Pria Bawa Samurai Rampok Minimarket di Batu Ceper

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X