PT JUP Berjanji Akan Tanam Kembali Pohon di Taman Pluit Putri

Kompas.com - 06/11/2019, 11:18 WIB
Demonstrasi di Taman Pluit Putri, Penjaringan, Jakarta Utara, Senin (4/11/2019) KOMPAS.COM/JIMMY RAMADHAN AZHARIDemonstrasi di Taman Pluit Putri, Penjaringan, Jakarta Utara, Senin (4/11/2019)

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Jakarta Ultilitas Propertindo yang sedang membangun sekolah di Taman Pluit Putri berjanji akan menanam kembali pohon di lokasi tersebut.

Kepala Departemen Corporate Secretariat & Legal PT JUP Andika Silvananda mengatakan, penebangan pohon yang mereka lakukan pada Sabtu (2/11/2019), memang harus dilakukan untuk membangun fondasi sekolah.

"IMB (izin mendirikan bangunan) itu baru muncul awal tahun. Nah, proses pembangunan sekolahnya kita baru mulai sekarang. Makanya kita bersihin (pohon-pohonnya)," kata Andika di Jakarta, Rabu (6/11/2019).

Baca juga: Anak Perusahaan Jakpro Pertimbangkan Langkah Hukum Terkait Penggembokan Taman Pluit Putri oleh Warga

Akan tetapi, kata Andika, proses pemotongan pohon itu hanya terjadi saat pembangunan berlangsung.

Nantinya, setelah sekolah itu berdiri, pihaknya akan kembali menanam pohon-pohon tersebut.

Pihaknya berkomitmen akan membangun sekolah sesuai zonasi yang ada di Taman Pluit Putri tersebut sesuai zonasi, yakni zona cokelat untuk pendidikan dan zonasi hijau 2 untuk Taman bermain.

Setelah beroperasi nanti, pihaknya juga berjanji bahwa lokasi taman akan terbuka untuk umum dan bisa diakses warga sekitar.

"Nanti kita ganti pohonnya karena kan proses panjang harus direkonstruksi lah, teman-teman teknis yang lebih tahu," tutur Andika.

Baca juga: Polemik Pembangunan Sekolah di Taman Pluit Putri yang Ditolak Warga

Adapun pembangunan sekolah tersebut diprotes oleh warga Komplek Pluit Putri.

Protes itu dilakukan mereka dalam bentuk gugatan di PTUN dan sidang masih berlangsung hingga saat ini.

Namun, warga semakin marah ketika PT JUP memulai pengerjaan sekolah dengan menebang pohon di taman tersebut pada Sabtu (2/11/2019) lalu.

Akhirnya pada Senin (4/11/2019), warga berorasi menolak pembangunan tersebut dan menggembok Taman Pluit Putri tersebut.

Dalam orasinya, mereka juga menyebutkan bahwa JUP tidak membantu Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mewujudkan 30 persen ruang terbuka hijau di Jakarta.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wali Kota Tangerang Sebut Penerapan Pembelajaran Tatap Muka Tergantung Dinamika Kasus Covid-19

Wali Kota Tangerang Sebut Penerapan Pembelajaran Tatap Muka Tergantung Dinamika Kasus Covid-19

Megapolitan
Penerima Bansos Tunai Rp 300.000 di Jakarta Bisa Dicoret, Ini Ketentuannya

Penerima Bansos Tunai Rp 300.000 di Jakarta Bisa Dicoret, Ini Ketentuannya

Megapolitan
UPDATE 5 Maret: 537 Pasien Covid-19 di Tangsel Masih Dirawat

UPDATE 5 Maret: 537 Pasien Covid-19 di Tangsel Masih Dirawat

Megapolitan
Pedagang Pasar Induk Kramatjati Tunggu Kepastian Jadwal Vaksinasi Covid-19

Pedagang Pasar Induk Kramatjati Tunggu Kepastian Jadwal Vaksinasi Covid-19

Megapolitan
Bansos Tunai Rp 300.000 untuk Warga Jakarta Cair Minggu Kedua Maret 2021

Bansos Tunai Rp 300.000 untuk Warga Jakarta Cair Minggu Kedua Maret 2021

Megapolitan
UPDATE 5 Maret: Jakarta Tambah 1.159 Kasus Covid-19

UPDATE 5 Maret: Jakarta Tambah 1.159 Kasus Covid-19

Megapolitan
Virus Corona B.1.1.7 Muncul di Indonesia, Pemkot Tangerang Sebut 4M Kunci Pencegahan

Virus Corona B.1.1.7 Muncul di Indonesia, Pemkot Tangerang Sebut 4M Kunci Pencegahan

Megapolitan
Gubernur DKI Anies dan Wagub Ariza Beda Pernyataan: dari Lockdown Akhir Pekan Hingga Skateboard di Trotoar

Gubernur DKI Anies dan Wagub Ariza Beda Pernyataan: dari Lockdown Akhir Pekan Hingga Skateboard di Trotoar

Megapolitan
Kemenkes Akui Slot Vaksinasi Covid-19 di Tanah Abang Rentan Disalahgunakan

Kemenkes Akui Slot Vaksinasi Covid-19 di Tanah Abang Rentan Disalahgunakan

Megapolitan
Polisi Dalami Motif Perbuatan Cabul Penjaga Warung kepada Bocah 6 Tahun di Tangsel

Polisi Dalami Motif Perbuatan Cabul Penjaga Warung kepada Bocah 6 Tahun di Tangsel

Megapolitan
Jumlah Pasien Covid-19 di Depok Kini 3.448 Orang

Jumlah Pasien Covid-19 di Depok Kini 3.448 Orang

Megapolitan
Pemberian Dosis Kedua Vaksinasi Covid-19 di Pasar Tanah Abang Sudah Berlangsung

Pemberian Dosis Kedua Vaksinasi Covid-19 di Pasar Tanah Abang Sudah Berlangsung

Megapolitan
Hujan dan Angin Kencang, Pohon Tumbang di Cinere

Hujan dan Angin Kencang, Pohon Tumbang di Cinere

Megapolitan
ART hingga Kenalan Pedagang Ikut Vaksin di Pasar Tanah Abang, Ini Kata PD Pasar Jaya

ART hingga Kenalan Pedagang Ikut Vaksin di Pasar Tanah Abang, Ini Kata PD Pasar Jaya

Megapolitan
Berbuat Cabul kepada Bocah 6 Tahun, Penjaga Warung di Tangsel Ditangkap Warga

Berbuat Cabul kepada Bocah 6 Tahun, Penjaga Warung di Tangsel Ditangkap Warga

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X