Belum Terbiasa, Peminat Layanan SKCK "Online" di Polres Jakpus Masih di Bawah 10 Persen

Kompas.com - 06/11/2019, 11:47 WIB
Warga mendatangi Polres Jakpus untuk membuat SKCK, Selasa (5/11/2019). KOMPAS.com/CYNTHIA LOVAWarga mendatangi Polres Jakpus untuk membuat SKCK, Selasa (5/11/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Kepala Satuan Intelijen dan Keamanan Polres Metro Jakarta Pusat Komisaris Polisi Imam Robik mengakui, angka pendaftaran Surat Keterangan Catatan Kepolisian ( SKCK) secara online masih rendah.

Setidaknya hanya 10 persen dari keseluruhan pendaftar SKCK.

Imam mengatakan, masyarakat lebih banyak mendaftar manual daripada mendaftar online.

"Pengajuan SKCK online kurang dari 10 persen," kata Imam di Polres Metro Jakarta Pusat, Rabu (6/11/2019).

Imam mengatakan, banyak anggota masyarakat memilih mendaftar manual lantaran belum terbiasa daftar secara online.

Sebagian masyarakat juga masih keliru memahami sistem SKCK online.

Baca juga: SKCK Online untuk Daftar CPNS 2019, Ini Cara Membuatnya

Masyarakat mengira jika sudah daftar online, mereka tinggal mengambil SKCK tanpa perlu datang ke kantor polisi untuk memenuhi kelengkapan lainnya.

Padahal, meski sudah mendaftar online, orang tersebut tetap harus datang untuk melengkapi dokumennya ke kantor polisi.

“Kelengkapan itu misalnya seperti identifikasi sidik jari ya kan harus datang ke sini (Polres Metro Jakarta Pusat),” kata Imam.

Imam mengatakan, proses pendaftaran SKCK online memang mempercepat waktu masyarakat untuk mengisi formulir.

Dengan waktu antara 15 hingga 30 menit, masyarakat sudah bisa mendapatkan SKCK.

Baca juga: Begini Cara Bayar SKCK Online melalui Bank

Sebelumnya, Imam mengakui adanya peningkatan pembuatan SKCK sepekan ini.

Biasanya, kata Imam, pemohon SKCK itu tak sampai 100 orang. Namun, dalam sepekan terakhir, pemohon SKCK mencapai 150 hingga 200 per hari.

Pelayanan permohonan SKCK di Polres Jakarta Pusat dimulai pukul 08.00 hingga 15.00 WIB.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mulai Hari Ini Sekolah di Bekasi Diizinkan Belajar Tatap Muka

Mulai Hari Ini Sekolah di Bekasi Diizinkan Belajar Tatap Muka

Megapolitan
Jakarta Catat Lonjakan Tertinggi, Ini 10 Kelurahan dengan Kasus Covid-19 Terbanyak

Jakarta Catat Lonjakan Tertinggi, Ini 10 Kelurahan dengan Kasus Covid-19 Terbanyak

Megapolitan
UPDATE Grafik 12 Juli: 7 Kasus Baru Covid-19 di Depok

UPDATE Grafik 12 Juli: 7 Kasus Baru Covid-19 di Depok

Megapolitan
Prakiraan Cuaca BMKG: Sebagian Jakarta dan Tangerang Hujan Siang Nanti

Prakiraan Cuaca BMKG: Sebagian Jakarta dan Tangerang Hujan Siang Nanti

Megapolitan
Kronologi Penerbitan e-KTP Djoko Tjandra, Pengacara Sempat Temui Lurah Grogol Selatan

Kronologi Penerbitan e-KTP Djoko Tjandra, Pengacara Sempat Temui Lurah Grogol Selatan

Megapolitan
Anies Sebut Reklamasi Ancol untuk Atasi Banjir, KIARA: Alasan Klise

Anies Sebut Reklamasi Ancol untuk Atasi Banjir, KIARA: Alasan Klise

Megapolitan
PSBB Tangsel Kembali Diperpanjang 14 Hari sampai 26 Juli

PSBB Tangsel Kembali Diperpanjang 14 Hari sampai 26 Juli

Megapolitan
Tahun Ajaran Baru Dimulai Besok, Disdik Bogor Larang Sekolah Belajar Tatap Muka

Tahun Ajaran Baru Dimulai Besok, Disdik Bogor Larang Sekolah Belajar Tatap Muka

Megapolitan
Setiap Senin, Stasiun KRL Bogor, Cilebut dan Cikarang Tak Layani Penumpang THB

Setiap Senin, Stasiun KRL Bogor, Cilebut dan Cikarang Tak Layani Penumpang THB

Megapolitan
Jika Kasus Covid-19 Terus Melonjak, Anies: Kita Semua Bisa Kembali Dalam Rumah

Jika Kasus Covid-19 Terus Melonjak, Anies: Kita Semua Bisa Kembali Dalam Rumah

Megapolitan
Anies: 66 Persen Kasus Baru Jakarta adalah OTG

Anies: 66 Persen Kasus Baru Jakarta adalah OTG

Megapolitan
Izin Reklamasi Ancol Buat Nasib Pemulihan Teluk Jakarta Tidak Jelas

Izin Reklamasi Ancol Buat Nasib Pemulihan Teluk Jakarta Tidak Jelas

Megapolitan
Antisipasi Lonjakan Penumpang, Jadwal KRL dari Bogor dan Cikarang Ditambah

Antisipasi Lonjakan Penumpang, Jadwal KRL dari Bogor dan Cikarang Ditambah

Megapolitan
Anies Sebut Persebaran Covid-19  di Jakarta Sebagian Besar Terjadi di Pasar

Anies Sebut Persebaran Covid-19 di Jakarta Sebagian Besar Terjadi di Pasar

Megapolitan
Catat Lonjakan Kasus Tertinggi, Positivity Rate Covid-19 di Jakarta Naik Jadi 10 Persen

Catat Lonjakan Kasus Tertinggi, Positivity Rate Covid-19 di Jakarta Naik Jadi 10 Persen

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X