DPRD DKI Pangkas Anggaran dari Rp 75 Miliar Jadi Rp 4 Miliar untuk Konsultan Revitalisasi Ragunan

Kompas.com - 06/11/2019, 14:02 WIB
Suasana rapat KUA-PPAS 2020 bersama Komisi D,dl di ruang rapat Komisi D, lantai 1, Gedung DPRD DKI, Jakarta Pusat, Rabu (5/11/2019) KOMPAS.COM/RYANA ARYADITA UMASUGISuasana rapat KUA-PPAS 2020 bersama Komisi D,dl di ruang rapat Komisi D, lantai 1, Gedung DPRD DKI, Jakarta Pusat, Rabu (5/11/2019)

JAKARTA, KOMPAS.com - Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta memangkas anggaran konsultan untuk revitalisasi Taman Margasatwa Ragunan (TMR).

Anggaran sebesar Rp 75 miliar tersebut diajukan oleh Dinas Kehutanan dan Pemakaman DKI Jakarta dalam Kebijakan Umum Anggaran-Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUA-PPAS) 2020.

Mulanya anggaran tersebut ditulis untuk revitalisasi Taman Margasatwa Ragunan. Namun, setelah dipertanyakan lebih dalam, anggaran tersebut ternyata hanya untuk konsultan.

Komisi D kemudian memangkas anggaran tersebut hingga Rp 55 miliar.


"Kayak kemarin deh, untuk Taman Margasatwa Ragunan, ada jasa konsultan kalau enggak salah sampai Rp 75 miliar, akhirnya berhasil dikurangi jadi Rp 55 miliar. Itu untuk perencanaan keseluruhan, untuk revitalisasi," kata Nova saat dikonfirmasi Rabu (6/11/2019).

Baca juga: DPRD DKI Menyetujui Anggaran Rehab Rumah Dinas Gubernur Rp 2,42 Miliar

Dalam rapat tersebut pun, Nova dan jajaran komisinya mengaku kaget mendengar anggaran jasa konsultas TMR yang besar.

"Jadi (turun) Rp 55 miliar, dibuat efisiensi. Terus kita pertanyakan lagi, apa ini. Kita sangka perbaikan dan keseluruhan, enggak tahunya hanya konsep. Judulnya revitalisasi, ternyata jasa konsultan saja," lanjutnya.

Akhirnya, komisinya sepakat untuk hanya meloloskan anggaran sebesar Rp 4 miliar saja bagi konsultan yang membikin konsep revitalisasi Taman Margasatwa Ragunan.

Baca juga: Pemprov DKI Ajukan Anggaran Rp 558,8 Miliar untuk Tata 80 RW Kumuh

"Akhirnya kita turunkan jadi Rp 4 miliar. Kita sepakati konsultan Rp 4 miliar. Akhirnya 4 miliar untuk perencanaannya saja," kata dia.

"Kita juga dari Komisi D perlu memilah juga. Meskipun di Banggar (Badan Anggaran) dibahas lagi. Itu yang penting-penting, vital-vital, enggak mau sembarangan juga," tutur Wakil Ketua Fraksi Nasdem tersebut.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Senin Sore, Lutfi Alfiandi Pemuda Pembawa Bendera Saat Demo Diperiksa sebagai Terdakwa

Senin Sore, Lutfi Alfiandi Pemuda Pembawa Bendera Saat Demo Diperiksa sebagai Terdakwa

Megapolitan
Pemprov DKI: Trotoar Cikini Belum Ditanam Pohon karena Ada Penataan Saluran

Pemprov DKI: Trotoar Cikini Belum Ditanam Pohon karena Ada Penataan Saluran

Megapolitan
Hari Ini, Pramugari Garuda Indonesia Siwi Sidi Dijadwalkan Diperiksa sebagai Pelapor Akun @digeeembok

Hari Ini, Pramugari Garuda Indonesia Siwi Sidi Dijadwalkan Diperiksa sebagai Pelapor Akun @digeeembok

Megapolitan
Merawat Keberagaman dan Kebaikan Lewat Tradisi Patekoan di Glodok

Merawat Keberagaman dan Kebaikan Lewat Tradisi Patekoan di Glodok

Megapolitan
Petugas Pintu Air Manggarai Kerap Dapat Rezeki Kiriman 'Online'

Petugas Pintu Air Manggarai Kerap Dapat Rezeki Kiriman "Online"

Megapolitan
Prakiraan Cuaca BMKG: Sebagian Jakarta Hujan Senin Siang

Prakiraan Cuaca BMKG: Sebagian Jakarta Hujan Senin Siang

Megapolitan
Mengenal Patekoan di Glodok, Tradisi Menyuguhkan Teh Gratis Setiap Hari

Mengenal Patekoan di Glodok, Tradisi Menyuguhkan Teh Gratis Setiap Hari

Megapolitan
Siswa Tewas Lompat dari Lantai 4 Sekolah, Menteri PPPA: Alarm bagi Kita Semua

Siswa Tewas Lompat dari Lantai 4 Sekolah, Menteri PPPA: Alarm bagi Kita Semua

Megapolitan
Atap Bocor Saat Hujan, Siswa SDN Samudrajaya 04 Kerap Dipulangkan

Atap Bocor Saat Hujan, Siswa SDN Samudrajaya 04 Kerap Dipulangkan

Megapolitan
Pengeras Suara Peringatan Dini Banjir di Kampung Melayu Tak Berfungsi Sejak 2017

Pengeras Suara Peringatan Dini Banjir di Kampung Melayu Tak Berfungsi Sejak 2017

Megapolitan
Seorang Pemuda Tewas Ditabrak Kereta di Bekasi

Seorang Pemuda Tewas Ditabrak Kereta di Bekasi

Megapolitan
BERITA FOTO: Kerusakan Bangunan SDN Samudrajaya 04 Bekasi

BERITA FOTO: Kerusakan Bangunan SDN Samudrajaya 04 Bekasi

Berita Foto
Pemkot Depok Gratiskan Biaya Perawatan Korban Kecelakaan Bus di Subang

Pemkot Depok Gratiskan Biaya Perawatan Korban Kecelakaan Bus di Subang

Megapolitan
RS Universitas Indonesia Rawat 33 Korban Kecelakaan Bus di Subang

RS Universitas Indonesia Rawat 33 Korban Kecelakaan Bus di Subang

Megapolitan
RSUD Depok Rawat 13 Korban Kecelakaan Bus di Subang

RSUD Depok Rawat 13 Korban Kecelakaan Bus di Subang

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X