Kompas.com - 08/11/2019, 20:00 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Suku Dinas Pendidikan Wilayah II Jakarta Pusat, Ida Subaidah membantah adanya anggaran fantastis hingga Rp 52, 16 miliar untuk pengadaan pasir.

Ia pun membuka data pengadaan pasir tersebut, yang disebutnya tak sampai miliaran rupiah. 

Ida mengatakan, ada beberapa poin penting yang harus dijelaskan terkait tudingan anggaran fantastis tersebut.

"Pertama, total belanja pasir untuk pemeliharaan sarana pendidikan dan pelatihan sebesar Rp 545 juta," kata Ida saat dihubungi Kompas.com melalui pesan singkat, Jumat (8/11/2019).

Kedua, anggaran belanja pasir masuk kode rekening pemeliharaan sarana prasarana, bukan alat peraga seperti yang disebut sebelumnya oleh politisi PDI-P Ima Mahdiah yang dituding merupakan anggaran alat peraga.

Ida juga memastikan biaya belanja pasir sebesar Rp 52 miliar tidak benar.

Ida beralasan, saat ini Sudindik Wilayah II Jakarta Pusat sedang menyisir anggaran sampai dengan 15 November 2019 mendatang.

Baca juga: Anggota DPRD DKI F-PDIP Ungkap Anggaran Janggal Rp 52 Miliar untuk Pembelian Pasir pada Dinas Pendidikan

Berikut adalah data anggaran Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP) pengadaan pasir yang diterima Kompas.com dari Ida Subaidah untuk sejumlah sekolah di bawah Sudindik Wilayah II Jakarta Pusat dalam nilai rupiah:

SMK Bisnis Manajemen

  1. SMKN 3: 1.936.440
  2. SMKN14: 35.543.200
  3. SMKN 21: 13.549.910
  4. SMKN 31: 25.683.460
  5. SMKN 44: 15.303.200

Total untuk SMK Bisnis Manajemen: Rp 92.016.210

SMK Teknologi

  1. SMKN 34: 5.994.560
  2. SMKN 39: 34.661.440
  3. SMKN 54: 10.576.610

Total untuk SMK Teknologi: Rp 51.232.610 

 

 

SMA Negeri

  1. SMAN 5: 56.301.300
  2. SMAN 27: 40.675.580
  3. SMAN 30: 13.273.160
  4. SMAN 68: 8.904.060
  5. SMAN 77: 1.625.250 330.770

Total untuk SMA sebesar: Rp 120.779.350


SMP Negeri

  1. SMP Negeri 183: 661.540
  2. SMP Negeri 2: 27.769.720
  3. SMP Negeri 228: 13.230.800
  4. SMP Negeri 76: 3.279.320
  5. SMP Negeri 77: 6.914.490
  6. SMP Negeri 78: 3.398.890
  7. SMP Negeri 79: 9.867.440
  8. SMP Negeri 28: 661.540
  9. SMP Negeri 47: 4.518.360
  10. SMP Negeri 59: 2.578.730
  11. SMP Negeri 10: 6.166.820
  12. SMP Negeri 71: 2.368.740
  13. SMP Negeri 137: 11.365.200

Total untuk SMP sebesar: Rp 92.781.590 


SD Negeri

  1. SDN Bungur 01: 322.740
  2. SDN Cempaka Baru 03: 11.975.700
  3. SDN Cempaka Baru 05: 3.490.080
  4. SDN Cempaka Baru 07: 1.665.620
  5. SDN Cempaka Baru 09: 1.653.850
  6. SDN Cempaka Baru 12: 1.984.620
  7. SDN Cempaka Putih Barat 01: 7.938.480
  8. SDN Cempaka Putih Barat 05: 3.746.600
  9. SDN Cempaka Putih Barat 17: 3.912.040
  10. SDN GSS 01: 4.961.550
  11. SDN Johar Baru 09: 645.480
  12. SDN Johar Baru 19: 3.746.600
  13. SDN Kebon Kosong 01: 3.068.120
  14. SDN Kebon Kosong 03: 2.305.600
  15. SDN Kebon Kosong 09: 5.959.250
  16. SDN Kebon Kosong 13: 2.259.180
  17. SDN Kebon Kosong 17: 3.909.100
  18. SDN Kenari 01: 4.495.700
  19. SDN Kenari 07: 1.323.080
  20. SDN Kramat 05: 330.770
  21. SDN Kramat 06: 2.259.180
  22. SDN Kramat 07: 3.969.240
  23. SDN Paseban 11: 4.408.300
  24. SDN Paseban 15: 288.200
  25. SDN Paseban 18: 1.653.850
  26. SDN Rawasari 01: 330.770 618.970
  27. SDN Rawasari 03: 1.498.640
  28. SDN Rawasari 05: 330.770
  29. SDN Senen 03: 1.441.000
  30. SDN Serdang 01: 3.307.700
  31. SDN Serdang 03: 2.086.480
  32. SDN Serdang 05: 2.976.930
  33. SDN Serdang 07: 4.807.000
  34. SDN Sumur Batu 01: 3.872.880
  35. SDN Sumur Batu 03: 1.613.700
  36. SDN Sumur Batu 04: 1.290.960
  37. SDN Sumur Batu 06: 3.227.400
  38. SDN Sumur Batu 08: 7.777.880
  39. SDN Sumur Batu 14: 3.302.750
  40. SDN Tanah Tinggi 09: 5.764.000
  41. SDN Tanah Tinggi 10: 330.770

Total Untuk SD sebesar: 126.232.560 

Dengan demikian, total keseluruhan dana BOP untuk pembelian pasir sebesar Rp. 483.042.320.

Beberapa sekolah menambah atau menggunakan dana BOS untuk pengadaan pasir tersebut. Dengan demikian, total dana BOS itu sebesar Rp 62.610.280.

Jika ditotal keseluruhannya, maka total anggaran BOP dan BOS sebesar Rp 545.652.600.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Diduga Ditelantarkan Orangtuanya, Bayi Ditemukan Tewas di Kontrakan Kawasan Ciracas

Diduga Ditelantarkan Orangtuanya, Bayi Ditemukan Tewas di Kontrakan Kawasan Ciracas

Megapolitan
Polisi Selidiki Penyebab Kebakaran di Ruko Produksi Saus di Mangga Besar

Polisi Selidiki Penyebab Kebakaran di Ruko Produksi Saus di Mangga Besar

Megapolitan
Tahap I Pendaftaran Bakal Caleg DKI Partai Demokrat Rampung, 106 Orang Daftarkan Diri

Tahap I Pendaftaran Bakal Caleg DKI Partai Demokrat Rampung, 106 Orang Daftarkan Diri

Megapolitan
Seorang Pria Ditemukan Tewas di Kamar Hotel Kawasan Setiabudi Jaksel

Seorang Pria Ditemukan Tewas di Kamar Hotel Kawasan Setiabudi Jaksel

Megapolitan
Bukan Kaleng-kaleng, Ini Sepak Terjang Para Pengacara di Pusaran Kasus Brigadir J

Bukan Kaleng-kaleng, Ini Sepak Terjang Para Pengacara di Pusaran Kasus Brigadir J

Megapolitan
Cerita Pencari Kerja Datang ke Job Fair Mal Thamrin City, Antre 30 Menit untuk Sebar Lamaran

Cerita Pencari Kerja Datang ke Job Fair Mal Thamrin City, Antre 30 Menit untuk Sebar Lamaran

Megapolitan
Keluarga Manajer BCL Ajukan Rehabilitasi, Polisi Tunggu Hasil Asesmen

Keluarga Manajer BCL Ajukan Rehabilitasi, Polisi Tunggu Hasil Asesmen

Megapolitan
Warga Desak Cabut Pergub Penertiban Tanah, Pemprov DKI: Kalau pun Dicabut, Tak Bisa Tahun Ini

Warga Desak Cabut Pergub Penertiban Tanah, Pemprov DKI: Kalau pun Dicabut, Tak Bisa Tahun Ini

Megapolitan
Ini Lokasi Pos Imunisasi BIAN dan Booster Covid-19 yang Buka Sabtu-Minggu

Ini Lokasi Pos Imunisasi BIAN dan Booster Covid-19 yang Buka Sabtu-Minggu

Megapolitan
Jadi Tersangka Penyalahgunaan Psikotropika, Manajer BCL Terancam Pidana 5 Tahun Penjara

Jadi Tersangka Penyalahgunaan Psikotropika, Manajer BCL Terancam Pidana 5 Tahun Penjara

Megapolitan
Mahasiswa yang Bunuh Diri di Pinang Tangerang Sempat Tinggalkan Surat Wasiat

Mahasiswa yang Bunuh Diri di Pinang Tangerang Sempat Tinggalkan Surat Wasiat

Megapolitan
Tim SAR Gabungan Temukan Korban Kedua yang Tenggelam di Kali Bekasi

Tim SAR Gabungan Temukan Korban Kedua yang Tenggelam di Kali Bekasi

Megapolitan
Dishub DKI Jakarta Sebut Penerapan Tarif Integrasi Masih Tunggu Keputusan Gubernur

Dishub DKI Jakarta Sebut Penerapan Tarif Integrasi Masih Tunggu Keputusan Gubernur

Megapolitan
Warga Minta Pergub Penertiban Tanah Dicabut, Pemprov DKI: Nanti Dievaluasi Dulu

Warga Minta Pergub Penertiban Tanah Dicabut, Pemprov DKI: Nanti Dievaluasi Dulu

Megapolitan
Sambut HUT ke-77 RI , PT KAI Sediakan 7.000 Tiket KA Mulai Harga Rp 17.000

Sambut HUT ke-77 RI , PT KAI Sediakan 7.000 Tiket KA Mulai Harga Rp 17.000

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.