Pengusaha Kecil di Pamulang Berharap Perbaikan Jembatan Dipercepat

Kompas.com - 08/11/2019, 20:38 WIB
KOMPAS.com/Muhamad Isa Bustomi

TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com - Perbaikan jembatan yang berdampak penutupan Jalan Depag, Bambu Apus, Pamulang, Tangerang Selatan, membuat sebagian pengusaha kecil di sekitar daerah itu merugi.

Para pengusaha kecil itu berharap agar pengerjaan perbaikan yang sudah hampir tiga bulan tersebut dipercepat.

"Harapannya sih ini yang bertanggung jawab bangun ini dipercepat. Karena kalau penutupan gini usaha mati. Siapa yang mau beli, nggak ada orang lewat," kata seorang satu pemilik warung kelontong Alin (46), Jumat (8/11/2019).

"Suami pengangguran. Makannya anak saya suruh ojek online buat nambah pendapatan dan jajan dia," katanya dengan mata berkaca-kaca.

Baca juga: Jalan Ditutup Akibat Perbaikan Jembatan, Pemilik Bengkel Las di Pamulang Merugi Puluhan Juta Rupiah

Pengusaha bengkel las Harjaman (42) mengharapkan hal serupa. Pengerjaan perbaikan jembatan itu berdasarkan keterangan dalam spanduk proyek akan berlangsung 140 hari.

Harjaman berharap, perbaikan itu bisa selesai lebih cepat.

"Harapan pasti ingin cepat selesai. Karena ini sudah hampir tiga bulan nggak ada pesanan kerjaan, dan makan kan harus jalan terus," kata dia.

Humas Dinas Pekerjaan umum Kota Tangerang Selatan Imanudin mengatakan, pengerjaan perbaiki jembatan selama 140 hari itu sudah disosialisasikan kepada masyarakat.

"Sosialisasi sudah dilakukan dan berkoordinasi dengan kelurahan, RT dan RW setempat," kata dia saat dikonfirmasi.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

APBD Defisit, Mengapa Pembebasan Tanah untuk Normalisasi Ciliwung Dikorbankan?

APBD Defisit, Mengapa Pembebasan Tanah untuk Normalisasi Ciliwung Dikorbankan?

Megapolitan
Bangunan SD yang Roboh di Tangerang Pernah Dua Kali Direnovasi

Bangunan SD yang Roboh di Tangerang Pernah Dua Kali Direnovasi

Megapolitan
4 Tips Berburu Baju Bekas di Pasar Baru

4 Tips Berburu Baju Bekas di Pasar Baru

Megapolitan
Rezeki Nomplok Tukang Foto Copy Gara-gara Tingginya Permohonan SKCK

Rezeki Nomplok Tukang Foto Copy Gara-gara Tingginya Permohonan SKCK

Megapolitan
Lantai JPO GBK yang Patah Gara-gara GrabWheels Telah Diperbaiki

Lantai JPO GBK yang Patah Gara-gara GrabWheels Telah Diperbaiki

Megapolitan
Disdik Duga Bangunan SDN Malangnengah II Tangerang Ambruk Karena Pancaroba

Disdik Duga Bangunan SDN Malangnengah II Tangerang Ambruk Karena Pancaroba

Megapolitan
Tertipu Arisan Online Tanpa Riba, Warga Bekasi  Dijanjikan Uang Tanpa Kocok

Tertipu Arisan Online Tanpa Riba, Warga Bekasi Dijanjikan Uang Tanpa Kocok

Megapolitan
Bima Arya Anggap Pilkada Langsung yang Terbaik, Cukup Perbaiki Sistemnya

Bima Arya Anggap Pilkada Langsung yang Terbaik, Cukup Perbaiki Sistemnya

Megapolitan
Polisi Tangkap 5 Tersangka Pencuri Truk di Jakarta

Polisi Tangkap 5 Tersangka Pencuri Truk di Jakarta

Megapolitan
Desember 2019, Pemprov DKI Rampungkan Regulasi Jalur Skuter Listrik

Desember 2019, Pemprov DKI Rampungkan Regulasi Jalur Skuter Listrik

Megapolitan
Pesepeda yang Masuk Lajur Jalan Biasa Tak Akan Dikenai Sanksi

Pesepeda yang Masuk Lajur Jalan Biasa Tak Akan Dikenai Sanksi

Megapolitan
Anggaran Konsultan Penataan 76 RW Kumuh Dipangkas Lebih dari Setengah

Anggaran Konsultan Penataan 76 RW Kumuh Dipangkas Lebih dari Setengah

Megapolitan
Dishub DKI Larang GrabWheels Melintas di JPO, Trotoar, dan Saat CFD

Dishub DKI Larang GrabWheels Melintas di JPO, Trotoar, dan Saat CFD

Megapolitan
Kisah Elin Si Pedagang Baju Bekas, Bangkit Pasca Kebakaran hingga Dapat Pelanggan Artis

Kisah Elin Si Pedagang Baju Bekas, Bangkit Pasca Kebakaran hingga Dapat Pelanggan Artis

Megapolitan
William PSI Terancam Sanksi Teguran Tertulis karena Buka Anggaran Janggal ke Publik

William PSI Terancam Sanksi Teguran Tertulis karena Buka Anggaran Janggal ke Publik

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X