Gerindra Usul 4 Nama Alternatif Cawagub DKI, Anies: Dua Nama dari PKS Saja Belum Dibahas

Kompas.com - 09/11/2019, 05:53 WIB
KOMPAS.com/CYNTHIA LOVA
Penulis Nursita Sari
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tidak mau mengomentari sikap Partai Gerindra yang mengusulkan empat nama alternatif sebagai calon wakil gubernur.

Salah satu nama, yakni Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta Saefullah.

Anies hanya menyinggung dua nama cawagub yang sudah diserahkan ke DPRD DKI Jakarta belum dibahas hingga kini.

Keduanya adalah kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Agung Yulianto dan Ahmad Syaikhu.


"Enggak ada komentar. Wong dua nama (dari PKS) di dalam itu saja belum dibahas kok," ujar Anies di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (8/11/2019) malam.

Baca juga: Gerindra Ajukan 4 Calon Wakil Gubernur DKI Pengganti 2 Kader PKS

Kursi wagub DKI Jakarta kosong sejak ditinggalkan Sandiaga Uno pada Agustus 2018.

Saat itu, Sandiaga mengundurkan diri untuk mendaftar sebagai calon wakil presiden pendamping Prabowo Subianto pada Pilpres 2019.

Gerindra dan PKS selaku pengusung Anies-Sandiaga pada Pilkada DKI 2017 memperebutkan posisi itu hingga akhirnya kursi wagub disepakati milik PKS.

Gerindra dan PKS kemudian menggelar uji kepatutan dan kelayakan cawagub DKI.

Baca juga: Muncul 4 Nama Alternatif Cawagub DKI, PKS Ingatkan Gerindra Tak Cederai Kesepakatan

Agung dan Syaikhu dinyatakan layak menjadi cawagub. Dua nama itu pun diserahkan kepada DPRD DKI.

Namun, proses pemilihan wagub di DPRD DKI jalan di tempat hingga akhirnya masa kerja anggota DPRD DKI periode 2014-2019 berakhir.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X