Manusia Silver Dinilai Meresahkan, Dinsos Tangsel Lakukan Penertiban

Kompas.com - 09/11/2019, 16:42 WIB
Dinas Sosial Tangerang Selatan bekerjasama dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) melakukan penertiban terhadap manusia silver yang dinilai meresahkan saat beroperasi di beberapa jalan di wilayah Tangsel. dokumentasi dinsos TangselDinas Sosial Tangerang Selatan bekerjasama dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) melakukan penertiban terhadap manusia silver yang dinilai meresahkan saat beroperasi di beberapa jalan di wilayah Tangsel.

TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com - Dinas Sosial Tangerang Selatan bekerjasama dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) melakukan penertiban terhadap manusia silver yang dinilai meresahkan saat beroperasi di beberapa jalan di wilayah Tangsel.

Menurut Kepala Dinas Sosial, Wahyunoto Lukman, mengatakan keberadaan manusia silver yang biasa beroperasi di lampu merah itu selalu meminta sumbangan.

Hal tersebut, kata Wahyunoto, sangat mengganggu ketentraman dan ketertiban umum.

"Kita jaring. Kita siap terima untuk pemenuhan kebutuhan dasar apabila ada manusia silver yang kategori PMKS (Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial) seperti anak jalanan, anak terlantar, atau gelandangan, dan pengemis," ujar Wahyunoto saat dihubungi, Sabtu (9/11/2019).

Baca juga: Setelah Dihukum Push-up, Manusia Perak Bandung Ditunjuk Jadi Penyapu Jalanan

Karena itu, kata Wahyunoto, dalam penjaringan tersebut pihaknya bekerja sama dengan Satpol PP kota Tangsel untuk menyerahkan manusia silver jika tidak masuk dalam kategori PMKS.

Oleh Satpol PP, manusia silver itu nantinya manusia akan diberikan peringkatan.

"Kalau bukan kriteria PMKS misal anak jalanan, atau gelandangan, pengemis, mereka didata lalu diberi peringatan oleh Satpol PP," ucapnya.

Operasi manusia silver tersebut dilakukan dalam tiga hari terakhir di beberapa titik jalan Maruga, Ciputat, Tangerang Selatan dan Kawasan Alam Sutera, Serpong Tangerang Selatan.

Saat diamankan, mereka tengah kedapatan membawa kardus yang bertuliskan galang dana untuk anak yatim.

"Ada yang mengakunya juga baru sekali," ucapnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jam Operasional Diperpanjang, Pengusaha Mal Tetap Minta Dikecualikan dari Pembatasan

Jam Operasional Diperpanjang, Pengusaha Mal Tetap Minta Dikecualikan dari Pembatasan

Megapolitan
Mulai 5 Februari, Pengecekan Covid-19 dengan GeNose Tersedia di Stasiun Gambir dan Yogyakarta

Mulai 5 Februari, Pengecekan Covid-19 dengan GeNose Tersedia di Stasiun Gambir dan Yogyakarta

Megapolitan
Olah TKP Kasus Begal Pesepeda di Jalan Latumenten, Polisi Sisir Kamera CCTV

Olah TKP Kasus Begal Pesepeda di Jalan Latumenten, Polisi Sisir Kamera CCTV

Megapolitan
Dishub DKI Keluarkan SK Juknis Transportasi Selama PSBB Ketat, Pengemudi Ojek Dilarang Berkerumun

Dishub DKI Keluarkan SK Juknis Transportasi Selama PSBB Ketat, Pengemudi Ojek Dilarang Berkerumun

Megapolitan
Jam Operasional Mal Diperpanjang, Pengusaha Harap Bisa Kembalikan Peak Hour

Jam Operasional Mal Diperpanjang, Pengusaha Harap Bisa Kembalikan Peak Hour

Megapolitan
Pesepeda Dibegal di Jalan Latumenten Jakbar, 1 Unit Ponsel Raib

Pesepeda Dibegal di Jalan Latumenten Jakbar, 1 Unit Ponsel Raib

Megapolitan
Dua Pekan Pelaksanaan PSBB Ketat, 237 Tempat Usaha Dijatuhi Sanksi

Dua Pekan Pelaksanaan PSBB Ketat, 237 Tempat Usaha Dijatuhi Sanksi

Megapolitan
33.340 WNA Masuk Indonesia Lewat Bandara Soekarno-Hatta di Masa Pembatasan Kedatangan Warga Asing

33.340 WNA Masuk Indonesia Lewat Bandara Soekarno-Hatta di Masa Pembatasan Kedatangan Warga Asing

Megapolitan
Wagub DKI: Tanpa Warga Luar Jakarta, Okupansi RS di Jakarta Hanya 60 Persen

Wagub DKI: Tanpa Warga Luar Jakarta, Okupansi RS di Jakarta Hanya 60 Persen

Megapolitan
Pemprov DKI Diminta Libatkan Tokoh Agama Cegah Penyebaran Covid-19

Pemprov DKI Diminta Libatkan Tokoh Agama Cegah Penyebaran Covid-19

Megapolitan
Kasus Covid-19 di Jakarta Bertambah 2.314, Angka Kematian Kembali Tertinggi

Kasus Covid-19 di Jakarta Bertambah 2.314, Angka Kematian Kembali Tertinggi

Megapolitan
UPDATE 26 Januari: Ada 46 Kasus Baru Covid-19 di Kota Tangerang, 69 Orang Sembuh

UPDATE 26 Januari: Ada 46 Kasus Baru Covid-19 di Kota Tangerang, 69 Orang Sembuh

Megapolitan
UPDATE 26 Januari: Bertambah 39 Kasus Covid-19 di Tangsel, 3 Pasien Meninggal

UPDATE 26 Januari: Bertambah 39 Kasus Covid-19 di Tangsel, 3 Pasien Meninggal

Megapolitan
Polisi Masih Lengkapi Berkas Perkara Kasus Video Syur Gisel dan Michael Yukinobu

Polisi Masih Lengkapi Berkas Perkara Kasus Video Syur Gisel dan Michael Yukinobu

Megapolitan
Ditanya Alasan Beraksi Mesum di Halte Senen, MA: Emang Kenapa?

Ditanya Alasan Beraksi Mesum di Halte Senen, MA: Emang Kenapa?

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X