Buntut Kasus Kekerasan di SMP Ciputat, Pemkot Tangsel Akan Kumpulkan Kepala Sekolah Swasta

Kompas.com - 09/11/2019, 22:12 WIB
Wakil Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie mengaku Pemkot Tangsel masih melakukan revisi terkait Peraturan Wali Kota Kota (Perwal) Nomor 3 Tahun 2012 Tentang Pengaturan Waktu Operasi Kendaraan Angkutan Barang di Wilayah Kota Tangerang Selatan. Rencananya, dalam peraturan tersebut Pemkot Tangerang Selatan akan menambah wilayahnya dalam Perwal yang saat ini baru untuk jalan Pahlawan Seribu, Serpong. KOMPAS.com/MUHAMAD ISA BUSTOMIWakil Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie mengaku Pemkot Tangsel masih melakukan revisi terkait Peraturan Wali Kota Kota (Perwal) Nomor 3 Tahun 2012 Tentang Pengaturan Waktu Operasi Kendaraan Angkutan Barang di Wilayah Kota Tangerang Selatan. Rencananya, dalam peraturan tersebut Pemkot Tangerang Selatan akan menambah wilayahnya dalam Perwal yang saat ini baru untuk jalan Pahlawan Seribu, Serpong.

TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com - Pemerintah Kota Tangerang Selatan akan melakukan pertemuan dengan kepala sekolah swasta yang ada di Tangsel untuk membicarakan pencegahan terhadap aksi kekerasan siswa.

Hal tersebut menyusul adanya aksi penganiayaan yang terjadi di sekolah menengah pertama (SMP) Madrasah Pembangunan UIN Syarif Hidayatullah, Ciputat, Tangerang Selatan.

"Saya akan berembuk akan bermusyawarah dengan MKKS (Musyawarah Kerja Kepala Sekolah Swasta) untuk pencegahan kekerasan," kata Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie saat ditemui di Serpong Utara, Tangerang Selatan, Sabtu (9/11/2019).

Menurut Benyamin, langkah tersebut sudah dilakukan sebelumnya namun untuk tingkat SD dan beberapa SMP swasta.

Harapannya orangtua dan guru dapat memperhatikan anak serta muridnya.

Baca juga: Aksi Kekerasan Pelajar di SMP Ciputat, Wakil Wali Kota: Saya Tak Pernah Membayangkan...

"Merumuskan itu ada apa sih? Bagaimana sih cara solusinya? Apa yang bisa kita lakukan oleh kita semua? Untuk menghilangkan kekerasan terhadap pelajar itu sementara seperti itu mudah-mudahan orangtuanya bisa memberikan perhatian tambahan kemudian sekolahnya juga bisa memberikan sanksi kalau diperlukan," katanya.

Sebelumnya, sejumlah siswa kelas 2 sekolah menengah pertama (SMP) Madrasah Pembangunan UIN Syarif Hidayatullah, Ciputat, Tangerang Selatan, mengalami penganiayaan yang dilakukan oleh alumninya.

Pengakuan pelajar terhadap orangtuanya, mereka dianiaya dengan cara dipukul hingga dipaksa untuk meminum minuman keras.

Aksi kekerasan terhadap siswa oleh alumni itu terjadi pada 14 dan 15 Oktober lalu. Penganiayaan itu dilakukan di dua lokasi, yaitu di lingkungan sekolah dan di rumah salah satu alumni sekolah putranya.

Akibat kejadian tersebut, para orangtua siswa memutuskan untuk melaporan kejadian tersebut ke Polsek Ciputat.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Prakiraan Cuaca BMKG: Sebagian Jakarta dan Tangerang Hujan Siang Nanti

Prakiraan Cuaca BMKG: Sebagian Jakarta dan Tangerang Hujan Siang Nanti

Megapolitan
Penyandang Disabilitas hingga Lansia di Jakut Bisa Urus e-KTP di Rumah, Begini Caranya

Penyandang Disabilitas hingga Lansia di Jakut Bisa Urus e-KTP di Rumah, Begini Caranya

Megapolitan
Wali Kota Bekasi Izinkan Sekolah Gelar KBM Tatap Muka Tanpa Persetujuan Nadiem dan Emil

Wali Kota Bekasi Izinkan Sekolah Gelar KBM Tatap Muka Tanpa Persetujuan Nadiem dan Emil

Megapolitan
Update 13 Juni: Bertambah 4, Total Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Jadi 526

Update 13 Juni: Bertambah 4, Total Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Jadi 526

Megapolitan
Pemprov DKI Bakal Tambah Layanan Bike Sharing di Ibu Kota

Pemprov DKI Bakal Tambah Layanan Bike Sharing di Ibu Kota

Megapolitan
Gubernur Banten Izinkan Kegiatan Belajar Tatap Muka, Syaratnya...

Gubernur Banten Izinkan Kegiatan Belajar Tatap Muka, Syaratnya...

Megapolitan
Dinkes DKI: Positivity Rate 10,5 Persen untuk Sehari Kemarin, Secara Mingguan Angkannya 5,5 Persen

Dinkes DKI: Positivity Rate 10,5 Persen untuk Sehari Kemarin, Secara Mingguan Angkannya 5,5 Persen

Megapolitan
Klaim Sudah Berdamai dengan Seniman, Jakpro Lanjutkan Revitalisasi TIM

Klaim Sudah Berdamai dengan Seniman, Jakpro Lanjutkan Revitalisasi TIM

Megapolitan
Pemprov DKI Belum Putuskan untuk Menarik Commitment Fee Formula E

Pemprov DKI Belum Putuskan untuk Menarik Commitment Fee Formula E

Megapolitan
Benyamin Davnie Targetkan Dapat Dukungan 4 Partai dalam Pilkada Tangsel

Benyamin Davnie Targetkan Dapat Dukungan 4 Partai dalam Pilkada Tangsel

Megapolitan
Pendapatan Kota Tangerang Sempat Anjlok 90 Persen akibat Covid-19, Anggaran Pendidikan Terancam Dialihkan

Pendapatan Kota Tangerang Sempat Anjlok 90 Persen akibat Covid-19, Anggaran Pendidikan Terancam Dialihkan

Megapolitan
Tak Ada Juknis dari Pemerintah, Penyelenggaraan MPLS Disebut Tanpa Standar yang Jelas

Tak Ada Juknis dari Pemerintah, Penyelenggaraan MPLS Disebut Tanpa Standar yang Jelas

Megapolitan
Pegawai Dishub Depok yang Cegat Ambulans Akan Dilaporkan ke Badan Kepegawaian

Pegawai Dishub Depok yang Cegat Ambulans Akan Dilaporkan ke Badan Kepegawaian

Megapolitan
Pilotnya Terjerat Narkoba, Citilink Lakukan Tes Urine ke Karyawan

Pilotnya Terjerat Narkoba, Citilink Lakukan Tes Urine ke Karyawan

Megapolitan
Benyamin Davnie Klaim Dapat Dukungan dari PPP untuk Jadi Calon Wali Kota Tangsel

Benyamin Davnie Klaim Dapat Dukungan dari PPP untuk Jadi Calon Wali Kota Tangsel

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X