KILAS METRO

Sebagian Anak Sekolah di Jakarta Kini Mendapat Sarapan Gratis

Kompas.com - 10/11/2019, 07:11 WIB
Ada 459 sekolah di DKI Jakarta yang menerima program PMTAS, dan sejauh ini telah menjangkau 144.722 peserta didik. Dok Humas Pemprov DKI JakartaAda 459 sekolah di DKI Jakarta yang menerima program PMTAS, dan sejauh ini telah menjangkau 144.722 peserta didik.

KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, banyak anak yang tak mengonsumsi sarapan sebelum berangkat ke sekolah.

Padahal, sarapan penting untuk memberikan energi untuk menjalani aktivitas sepanjang hari. "Banyak sekali anak-anak dari keluarga, khususnya yang secara sosial ekonomi itu rendah, berangkat sekolah tanpa ada sarapan.

Angkanya bervariasi tapi cukup tinggi, bahkan di studi beberapa tahun yang lalu itu lebih 30 persen anak berangkat ke sekolah tanpa ada sarapan," kata Anies, seperti dimuat di Kompas.com, Jumat (5/4/2019). Padahal, kecukupan gizi pada anak sekolah menjadi faktor penting yang mempengaruhi kemampuan belajar.

Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyediakan makanan tambahan bagi anak sekolah melalui program Penyediaan Makanan Tambahan Anak Sekolah (PMTAS). Kebijakan ini ditetapkan lewat Peraturan Gubernur Nomor 9 Tahun 2019 tentang Penyediaan Makanan Tambahan Anak Sekolah Pada Satuan Pendidikan.

"Penyediaan makanan tambahan anak sekolah (PMT-AS) bertujuan untuk meningkatkan kecukupan gizi," demikian bunyi Pasal 2 Pergub tersebut. Mereka yang berhak mendapatkan makanan bergizi gratis adalah pelajar Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD) Negeri, Sekolah Luar Biasa (SLB) di daerah berkategori miskin di Jakarta, dari Senin hingga Jumat.

Dalam APBD DKI 2019, kegiatan ini dianggarkan di Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) SD. Di Jakarta Pusat anggarannya Rp 34,5 miliar, di Jakarta Utara Rp 58,2, Jakarta Barat Rp 105,7 miliar, Jakarta Selatan Rp 62,6 miliar, Jakarta Timur (hanya wilayah 1) Rp 53,5 miliar, dan Kepulauan Seribu Rp 1,3 miliar.

Sementara itu, untuk PAUD anggarannya Rp 5,2 miliar dan SLB Rp 3,7 miliar. 29 jenis pangan Makanan yang diberikan berupa jajanan sederhana berbahan pangan lokal atau hasil pertanian. Pangan juga harus disediakan beragam dan tak terpaku pada satu jenis saja. Makanan ditentukan oleh Dinas Kesehatan dan diadakan oleh Dinas Pendidikan.

"Variasi makanan yang kami siapkan mempertimbangkan faktor gizi, faktor selera, dan kearifan lokal," ujar Anies.

Jika tahun lalu Dinkes hanya menyediakan dua jenis pangan, tahun 2019 ada 29 jenis paket makanan senilai Rp 10.890 per anak yang disediakan oleh program PMTAS. Misalnya saja roti dan jeruk, sandwich isi telur dan duku, pisang dan telur rebus, nagasari dan apel, roti dan pisang, jasuke dan salak, risoles isi sayuran dan sawo, lemper isi ayam dan lengkeng, martabak telur dan rambutan, kroket singkong isi sayur dan apel, kue wortel dan manggis, serta puding buah dan jambu air.

“Sekolah atau komite bebas memilih menu sesuai dengan kemampuan komite dalam menyediakan menu-menu tersebut,” kata Kepala Seksi Peserta Didik dan Pembangunan Karakter Dinas Pendidikan DKI Jakarta Ida Nurbani.

Halaman:
Baca tentang
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

1.200 Nasi 'Kotak Oranye' bagi Tenaga Medis di RSUP Persahabatan

1.200 Nasi "Kotak Oranye" bagi Tenaga Medis di RSUP Persahabatan

Megapolitan
Wali Kota Jakbar Usul 183 Warga yang Dikarantina di Masjid Jammi Dipindah ke Wisma Atlet

Wali Kota Jakbar Usul 183 Warga yang Dikarantina di Masjid Jammi Dipindah ke Wisma Atlet

Megapolitan
PNS Pemkot Bekasi Ada yang Positif Covid-19

PNS Pemkot Bekasi Ada yang Positif Covid-19

Megapolitan
Diperpanjang, Pelajar Jakarta Belajar dari Rumah hingga 19 April 2020

Diperpanjang, Pelajar Jakarta Belajar dari Rumah hingga 19 April 2020

Megapolitan
Pemkot Depok Siapkan RS UI hingga Ruang Sekolah untuk Tangani Kasus Covid-19

Pemkot Depok Siapkan RS UI hingga Ruang Sekolah untuk Tangani Kasus Covid-19

Megapolitan
Kasus Covid-19 Terus Meluas, Depok Kaji Opsi Karantina Wilayah

Kasus Covid-19 Terus Meluas, Depok Kaji Opsi Karantina Wilayah

Megapolitan
Depok Dapat 1.000 Alat Rapid Test Covid-19 dari Pemprov Jabar

Depok Dapat 1.000 Alat Rapid Test Covid-19 dari Pemprov Jabar

Megapolitan
Pemkot Depok Berencana Realokasi Anggaran untuk Penanganan Covid-19

Pemkot Depok Berencana Realokasi Anggaran untuk Penanganan Covid-19

Megapolitan
Anies Minta Warga Jakarta Tidak Pulang Kampung untuk Cegah Penyebaran Covid-19

Anies Minta Warga Jakarta Tidak Pulang Kampung untuk Cegah Penyebaran Covid-19

Megapolitan
Gelontorkan Rp 15 Miliar, Pemkot Depok Sebut Stok Masker Tenaga Medis Cukup untuk 3 Bulan

Gelontorkan Rp 15 Miliar, Pemkot Depok Sebut Stok Masker Tenaga Medis Cukup untuk 3 Bulan

Megapolitan
UPDATE Covid-19 di Depok 28 Maret: Tambahan 8 Kasus Positif dan 1 Meninggal

UPDATE Covid-19 di Depok 28 Maret: Tambahan 8 Kasus Positif dan 1 Meninggal

Megapolitan
Pemprov DKI Perpanjang Masa Tanggap Darurat Covid-19 sampai 19 April 2020

Pemprov DKI Perpanjang Masa Tanggap Darurat Covid-19 sampai 19 April 2020

Megapolitan
61 Tenaga Medis di Jakarta Terinfeksi Covid-19, Dirawat di 26 RS

61 Tenaga Medis di Jakarta Terinfeksi Covid-19, Dirawat di 26 RS

Megapolitan
Dr Tirta Ceritakan Menyedihkannya Kondisi Dokter yang Berjuang Lawan Covid-19

Dr Tirta Ceritakan Menyedihkannya Kondisi Dokter yang Berjuang Lawan Covid-19

Megapolitan
Data Kasus Covid-19 di 18 Kecamatan di Kabupaten Bekasi, Paling Banyak di Tambun Selatan

Data Kasus Covid-19 di 18 Kecamatan di Kabupaten Bekasi, Paling Banyak di Tambun Selatan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X