Protes Penggusuran Lahan untuk UIII, Warga Merasa Tak Pernah Diajak Berdialog

Kompas.com - 11/11/2019, 09:41 WIB
Kuasa Hukum Warga Kampung Bulak, Erham saat ditemui di Kampung Bulak, Depok, Jawa Barat, Senin (11/11/2019) KOMPAS.com/SINGGIH WIRYONOKuasa Hukum Warga Kampung Bulak, Erham saat ditemui di Kampung Bulak, Depok, Jawa Barat, Senin (11/11/2019)
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Pembebasan lahan untuk pembangunan Universitas Islam Internasional Indonesia (UII) masih mengalami penolakan oleh warga.

Warga yang terdampak penggusuran Kecamatan Sukma Jaya, Kelurahan Cisalak, Kampung Bulak berkumpul di lahan kosong di samping gedung RS Sentra Medika Depok.

Kuasa hukum warga, Erham mengatakan, warga saat ini hanya menuntut satu hal pada pemerintah. Permintaan tersebut berupa terbukanya ruang dialog untuk sengketa penggusuran tersebut.

"Buka ruang dialog dan musyawarah karena itu langkah terbaik menurut kami dan langkah yang tepat untuk menghargai mengedepankan sisi kemanusiaan kepada warga kami," ujar dia saat ditemui di kawasan RS Sentra Medika, Depok, Senin (11/11/2019).

Erham mengatakan, hingga saat ini pemerintah belum pernah sama sekali mengundang warga Kampung Bulak untuk bermusyawarah.

Baca juga: Adang Penggusuran untuk Proyek UIII, Warga Kampung Bulak di Depok Gelar Demo

Bukan hanya musyawarah, Erham mengatakan, sosialisasi terkait penggusuran pun belum pernah terdengar di tengah masyarakat.

"Musyawarah mufakat belum terjadi, sosialisasi belum terjadi," kata dia.

Saat ini, lanjut Erham, kerugian yang dirasakan warga semakin bertambah mengingat waktu yang digunakan untuk demonstrasi mengurangi penghasilan mereka.

Selain kerugian waktu dan materi, kerugian psikis juga dirasakan warga yakni kekhawatiran tempat tinggal yang tidak pasti mengingat tempat mereka akan segera digusur.

"Anak-anak yang harusnya sekolah kemudian harus bolos. agar memberikan perlawanan untuk mengedepankan musyawarah. Jadi kondisinya mencekam, apalagi sudah terpapar tiga sampai lima warga kami yang sudah tergusur," ujar dia.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemprov DKI Raih Anugerah Pemda Informatif 3 Kali Berturut-turut

Pemprov DKI Raih Anugerah Pemda Informatif 3 Kali Berturut-turut

Megapolitan
Pemasangan Spanduk dan Baliho Liar Umumnya Terjadi di Akhir Pekan

Pemasangan Spanduk dan Baliho Liar Umumnya Terjadi di Akhir Pekan

Megapolitan
11 Anggota TNI Divonis Bersalah karena Aniaya Warga hingga Tewas

11 Anggota TNI Divonis Bersalah karena Aniaya Warga hingga Tewas

Megapolitan
Pura-pura Hendak Beli Pulsa, 2 Pria Rampok Minimarket di Bekasi

Pura-pura Hendak Beli Pulsa, 2 Pria Rampok Minimarket di Bekasi

Megapolitan
Normalisasi Saluran Air di Jalan Panjang Ditargetkan Rampung Desember

Normalisasi Saluran Air di Jalan Panjang Ditargetkan Rampung Desember

Megapolitan
Video Perampokan Minimarket di Bekasi Viral, Pelaku Ancam Karyawan dengan Celurit

Video Perampokan Minimarket di Bekasi Viral, Pelaku Ancam Karyawan dengan Celurit

Megapolitan
Polisi: Begal yang Tewaskan Tukang Ojek Beberapa Kali Lakukan Tindak Kejahatan

Polisi: Begal yang Tewaskan Tukang Ojek Beberapa Kali Lakukan Tindak Kejahatan

Megapolitan
Dibujuk Pacar, Perempuan yang Coba Bunuh Diri di Apartemen Akhirnya Selamat

Dibujuk Pacar, Perempuan yang Coba Bunuh Diri di Apartemen Akhirnya Selamat

Megapolitan
Lukai Polisi Saat Ditangkap, Begal di Jakarta Utara Tewas Ditembak

Lukai Polisi Saat Ditangkap, Begal di Jakarta Utara Tewas Ditembak

Megapolitan
Polisi Tangkap Komplotan Bajing Loncat, Modus Saat Terjadi Macet

Polisi Tangkap Komplotan Bajing Loncat, Modus Saat Terjadi Macet

Megapolitan
'Jangan Ada Kriminalisasi Guru Jika Siswa Tertular Covid-19 karena KBM Tatap Muka...'

"Jangan Ada Kriminalisasi Guru Jika Siswa Tertular Covid-19 karena KBM Tatap Muka..."

Megapolitan
UPDATE 25 November: Bertambah 38, Total Kasus Covid-19 di Tangsel Jadi 2.438

UPDATE 25 November: Bertambah 38, Total Kasus Covid-19 di Tangsel Jadi 2.438

Megapolitan
UPDATE 25 November: Bertambah 1.273, Total Ada 130.461 Kasus Covid-19 di Jakarta

UPDATE 25 November: Bertambah 1.273, Total Ada 130.461 Kasus Covid-19 di Jakarta

Megapolitan
Kepulauan Seribu Punya Pembangkit Listrik Surya Hybrid Terbesar di DKI Jakarta

Kepulauan Seribu Punya Pembangkit Listrik Surya Hybrid Terbesar di DKI Jakarta

Megapolitan
Kisah Adi, Berbisnis Modifikasi Sepeda Listrik hingga Raup Omzet Rp 400 Juta

Kisah Adi, Berbisnis Modifikasi Sepeda Listrik hingga Raup Omzet Rp 400 Juta

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X