Viral Video Jambret Mobil Kabur Lewat Busway, Polisi Minta Korban Melapor

Kompas.com - 11/11/2019, 12:40 WIB
Video aksi penjambret yang kabur lewat busway viral di media sosial. Tangkapan layar dari akun @jktinfoVideo aksi penjambret yang kabur lewat busway viral di media sosial.

JAKARTA, KOMPAS.com - Sebuah video yang menunjukkan penjambret beraksi di tengah kemacetan viral di media sosial.

Salah satu akun Instagram yang mengunggah video tersebut adalah @jktinfo. Dalam keterangan video tersebut disebutkan bahwa lokasi kejadian itu diduga Jalan Gunung Sahari, Jakarta Pusat.

Dalam video itu terlihat, pelaku diam-diam mendekati mobil yang terjebak kemacetan. Lalu tiba-tiba ia merebut barang pengendara mobil lewat jendela.

Mobil tersebut berada tepat di samping busway.

Setelah mengambil barang korban, pelakunya berlari menuju rekannya yang menggunakan sepeda motor di busway dan langsung melarikan diri.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 

Sebuah video penjambretan beredar luas di media sosial. Tidak diketahui secara detail perekam dan kapan tepatnya kejadian tersebut terjadi namun penting sebagai pengingat agar kita bisa lebih berhati-hati. Kejadian dalam video tersebut diduga terjadi di Jalan Gunung Sahari, Jakarta Pusat dimana nampak dalam video pemotor berada di jalur transjakarta dan mengambil sesuatu dari mobil dimana saat itu kondisi kaca mobil dalam keadaan terbuka. - DM for video credit #jktinfo

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

A post shared by JAKARTA INFO (@jktinfo) on Nov 9, 2019 at 11:51pm PST

Namun tidak diketahui secara pasti waktu kejadian tersebut.

Kasatreskrim Jakarta Pusat AKBP Tahan Marpaung mengatakan, hingga saat ini korban belum melaporkan kasus tersebut kepada Polisi

"Itu belum ada laporan," kata Tahan melalui pesan singkatnya kepada Kompas.com, Senin (11/11/2019).

Ia menyebutkan meski tak ada laporan, kasus tersebut tetap menjadi atensi petugas.

Namun ia tetap berharap agar korban melaporkan peristiwa itu ke kantor polisi terdekat untuk mempermudah penyelidikan.

"Harapannya korban tetap melapor ke kita," ucap Tahan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Harga Cabai Rawit dan Minyak Goreng Tinggi, PD Pasar Kota Tangerang Ungkap Penyebabnya

Harga Cabai Rawit dan Minyak Goreng Tinggi, PD Pasar Kota Tangerang Ungkap Penyebabnya

Megapolitan
Capaian Vaksinasi Covid-19 Dosis Pertama di Kota Bekasi Capai 75,55 Persen

Capaian Vaksinasi Covid-19 Dosis Pertama di Kota Bekasi Capai 75,55 Persen

Megapolitan
Pohon Tumbang di Ciledug, Pengendara Putar Balik Masuk Underpass

Pohon Tumbang di Ciledug, Pengendara Putar Balik Masuk Underpass

Megapolitan
200 Warga Jakarta Barat Dilatih Jadi Pengusaha Makanan Olahan Jamur dan Ikan

200 Warga Jakarta Barat Dilatih Jadi Pengusaha Makanan Olahan Jamur dan Ikan

Megapolitan
Kronologi Kecelakaan Bus Transjakarta di Jalan Pramuka: Hindari Truk Molen Lalu Tabrak Separator

Kronologi Kecelakaan Bus Transjakarta di Jalan Pramuka: Hindari Truk Molen Lalu Tabrak Separator

Megapolitan
Polda Metro Jaya Tegur Transjakarta karena Tak Laporkan Kecelakaan di Jalan Pramuka Jaktim

Polda Metro Jaya Tegur Transjakarta karena Tak Laporkan Kecelakaan di Jalan Pramuka Jaktim

Megapolitan
Kecelakaan Lagi, Bus Transjakarta Tabrak Separator di Jalan Pramuka

Kecelakaan Lagi, Bus Transjakarta Tabrak Separator di Jalan Pramuka

Megapolitan
Pengunjung Restoran di Jaksel Bakal Dibatasi Selama PPKM Level 3, Pelanggar Bakal Ditindak

Pengunjung Restoran di Jaksel Bakal Dibatasi Selama PPKM Level 3, Pelanggar Bakal Ditindak

Megapolitan
3 Bulan Usai Dilaporkan ke Polisi, Kasus Pelecehan oleh Pemuka Agama di Tangerang Masih Jalan di Tempat

3 Bulan Usai Dilaporkan ke Polisi, Kasus Pelecehan oleh Pemuka Agama di Tangerang Masih Jalan di Tempat

Megapolitan
Bikin Banjir, 10 Bangunan di Atas Saluran Air Wilayah Duren Sawit Dibongkar

Bikin Banjir, 10 Bangunan di Atas Saluran Air Wilayah Duren Sawit Dibongkar

Megapolitan
PPKM Level 3 Berlaku Mulai 24 Desember, Taman hingga Tempat Wisata di Jaksel Ditutup

PPKM Level 3 Berlaku Mulai 24 Desember, Taman hingga Tempat Wisata di Jaksel Ditutup

Megapolitan
Pemprov DKI Kirim 8 Truk Logistik Bantuan Korban Erupsi Gunung Semeru

Pemprov DKI Kirim 8 Truk Logistik Bantuan Korban Erupsi Gunung Semeru

Megapolitan
Bus Transjakarta Sering Kecelakaan, Kesehatan dan Kondisi Sopir Jadi Sorotan

Bus Transjakarta Sering Kecelakaan, Kesehatan dan Kondisi Sopir Jadi Sorotan

Megapolitan
Rapat Kerja Memanas, Anggota DPRD DKI Sentil Dirut dan Sebut Direksi Transjakarta Tonton Tari Perut

Rapat Kerja Memanas, Anggota DPRD DKI Sentil Dirut dan Sebut Direksi Transjakarta Tonton Tari Perut

Megapolitan
Dompet Sering Kering gara-gara Harga Minyak Goreng Naik

Dompet Sering Kering gara-gara Harga Minyak Goreng Naik

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.