Cerita Penjaga Warung dan Ojol yang Selamat dari Ulah Geng Motor di Cilincing

Kompas.com - 11/11/2019, 22:28 WIB
Senin (11/11/2019), press release pembacokan seorang satpam hingga tewas di Cilincing KOMPAS.COM/JIMMY RAMADHAN AZHARISenin (11/11/2019), press release pembacokan seorang satpam hingga tewas di Cilincing

JAKARTA, KOMPAS.com - Dua orang pria berhasil selamat dari ulah geng motor Oyy-Oyy di Cilincing, Jakarta Utara.

Korban selamat pertama bernama Zainal (27), seorang penjaga warung.

Zaenal mengatakan, pada Sabtu (9/11/2019) ia sedang beberes untuk menutup warung yang ia jaga.

Tiba-tiba sekumpulan anggota geng motor mendatangi warung tersebut.

Salah satu di antaranya masuk warung sambil membawa dan mengacungkan senjata tajam tersebut kepada Zaenal.

"Saya lari ke dalam, uang warung sempat saya amanin," kata Zaenal kepada wartawan di Mapolsek Cilincing, Jakarta Utara, Senin (11/11/2019).

Meski begitu, salah seorang tersangka itu mengejar dan mengancam Zaenal dengan senjata tajamnya.

Baca juga: Sebelum Bunuh Satpam, Geng Motor Rampok Warung dan Bacok Ojol di Cilincing

Merasa terancam, Zaenal terpaksa menyerahkan uang yang jumlahnya sekitar Rp 500.000 tersebut.

Beruntung, anggota geng motor itu tidak mengambil dan mengacak barang-barang lain di warungnya.

"Sebelumnya belum pernah begini sih, saya baru dua bulan jaga di sana," ucapnya.

Setelah uang itu diberikan, para anggota geng Motor itu lantas pergi dari lokasi.

Aksi perampokan itu lantas membuat warga berkerumun di warung Zaenal.

Kusnadi (31) seorang ojek online yang hendak pulang ke kediamannya pun ikut bergabung ke kerumunan tersebut.

"Warga lagi ramai, saya tanya ada apa ternyata katanya ada geng motor," ucap Kusnadi.

Selang 20 menit, ternyata geng Oyy-Oyy tersebut berbalik ke lokasi warung.

Mereka langsung menyerang dan membacok bagian punggung Kusnadi.

Warga sekitar sempat berupaya membantu Kusnadi dengan alat-alat seadanya.

Akan tetapi, hal itu tidak mencegah peristiwa pembacokan tersebut.

Alhasil, dua luka bacokan diterima Kusnadi.

"Bubarnya pas polisi datang terus nembak ke atas gitu. Untung aja polisi datang, kalau enggak udah habis saya," ucap Kusnadi.

Setelah peristiwa tersebut, geng Oyy-Oyy melanjutkan perjalanan ke arah Jakarta Garden City, Cakung, Jakarta Timur.

Anggota geng motor yang membuat onar ini ditegur hingga akhirnya dikejar oleh satpam.

Namun nahas, di Jalan Karang Tengah, Cilincing, satpambernama Mika Natalida itu terjatuh.

Momen itu langsung dimanfaatkan tersangka untuk membacok korban hingga tewas.

Peristiwa pembacokan itu sempat terekam oleh warga. Berbekal rekaman tersebut, polisi menangkap empat dari sembilan anggota geng motor yang tertangkap.

Empat orang itu berinisial AJ (17), Jepri Susilo (19), Chaidir Ali Rambe (18), dan AG (17).

Dari empat orang tersebut AJ lah yang membacok Mika hingga tewas.

AJ disangkakan pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan yang menyebabkan meninggal. Sementara pelaku lainnya, lantaran ikut terlibat, dikenai pasal 358 KUHP. 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Masuk Hari Ke-8, Tim SAR Fokus Cari 3 Obyek Pencarian Sriwijaya Air 182

Masuk Hari Ke-8, Tim SAR Fokus Cari 3 Obyek Pencarian Sriwijaya Air 182

Megapolitan
Tangis Keluarga Pramugari Korban Sriwijaya Air, Sang Ayah Terus Pandangi Peti Jenazah Putrinya

Tangis Keluarga Pramugari Korban Sriwijaya Air, Sang Ayah Terus Pandangi Peti Jenazah Putrinya

Megapolitan
5.563 KK di Kepulauan Seribu Akan Terima BST Rp 300.000 Mulai 25 Januari

5.563 KK di Kepulauan Seribu Akan Terima BST Rp 300.000 Mulai 25 Januari

Megapolitan
Anies Terbitkan Aturan Soal Masker Kain di DKI Jakarta, Ini Ketentuan dan Sanksi buat Pelanggar

Anies Terbitkan Aturan Soal Masker Kain di DKI Jakarta, Ini Ketentuan dan Sanksi buat Pelanggar

Megapolitan
Pelayat Padati Area Pemakaman Habib Ali bin Abdurrahman Assegaf di Pancoran

Pelayat Padati Area Pemakaman Habib Ali bin Abdurrahman Assegaf di Pancoran

Megapolitan
Cerita Ivana, Perawat di Jakarta yang Sudah Divaksin Covid-19

Cerita Ivana, Perawat di Jakarta yang Sudah Divaksin Covid-19

Megapolitan
Pramugari Korban Sriwijaya Air Teridentifikasi, Keluarga Jemput Jenazah di RS Polri

Pramugari Korban Sriwijaya Air Teridentifikasi, Keluarga Jemput Jenazah di RS Polri

Megapolitan
4 Fakta Penangkapan Komplotan Pembobol Mesin ATM di Stasiun Pasar Minggu

4 Fakta Penangkapan Komplotan Pembobol Mesin ATM di Stasiun Pasar Minggu

Megapolitan
 Akhir Kasus Mutilasi di Bekasi, Vonis 7 Tahun Penjara Bagi Si Remaja Manusia Silver

Akhir Kasus Mutilasi di Bekasi, Vonis 7 Tahun Penjara Bagi Si Remaja Manusia Silver

Megapolitan
Fakta-fakta Gugatan terhadap Raffi Ahmad Gara-gara Pesta Usai Divaksinasi Covid-19

Fakta-fakta Gugatan terhadap Raffi Ahmad Gara-gara Pesta Usai Divaksinasi Covid-19

Megapolitan
Buntut Keluyuran Usai Vaksin, Raffi Ahmad Diminta Lakukan 3 Hal Ini oleh Penggugat

Buntut Keluyuran Usai Vaksin, Raffi Ahmad Diminta Lakukan 3 Hal Ini oleh Penggugat

Megapolitan
Update Korban Sriwijaya Air SJ 182, 17 Jenazah Teridentifikasi, Sampel DNA Keluarga Telah Lengkap

Update Korban Sriwijaya Air SJ 182, 17 Jenazah Teridentifikasi, Sampel DNA Keluarga Telah Lengkap

Megapolitan
Fakta Hari Ke-7 Pencarian Sriwijaya Air, 272 Kantong Jenazah Dievakuasi hingga Operasi SAR Diperpanjang

Fakta Hari Ke-7 Pencarian Sriwijaya Air, 272 Kantong Jenazah Dievakuasi hingga Operasi SAR Diperpanjang

Megapolitan
Sepekan Jatuhnya Sriwijaya Air SJ 182: CVR Masih Dicari hingga 17 Korban Teridentifikasi

Sepekan Jatuhnya Sriwijaya Air SJ 182: CVR Masih Dicari hingga 17 Korban Teridentifikasi

Megapolitan
Prakiraan Cuaca BMKG: Jabodebek Berawan Pagi Ini, Tangerang Mendung Sepanjang Hari

Prakiraan Cuaca BMKG: Jabodebek Berawan Pagi Ini, Tangerang Mendung Sepanjang Hari

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X