Pemohon SKCK di Polres Jaktim Naik 500 Persen Selama Pendaftaran CPNS

Kompas.com - 12/11/2019, 16:05 WIB
Tampak pemohon SKCK membeludak di Mapolres Metro Jakarta Timur, Selasa (12/11/2019) siang, selama adanya pendaftaran CPNS. KOMPAS.COM/DEAN PAHREVITampak pemohon SKCK membeludak di Mapolres Metro Jakarta Timur, Selasa (12/11/2019) siang, selama adanya pendaftaran CPNS.

JAKARTA, KOMPAS.com - Sejak pendaftaran calon pegawai negeri sipil ( CPNS) dibuka, pemohon surat keterangan catatan kepolisian ( SKCK) di Mapolres Metro Jakarta Timur meningkat hingga 500 persen.

Kaur Mintu Satuan Intelkam Polres Metro Jakarta Timur Ipda Wahyu Wibowo mengatakan, pemohon SKCK di Mapolres Jakarta Timur normalnya sekitar 200 hingga 300 orang.

Namun, semenjak pendaftaran CPNS dibuka, pemohon mencapai 800 hingga 1.000 orang per harinya.

"Sejak hari Jumat (8/11/2019) sudah membeludak, sudah banyak yang daftar sampai hari ini. Normalnya kami itu paling 200 sampai 300 pemohon. Tapi sekarang bisa 800 sampai 1.000 pemohon," kata Wahyu di lokasi, Selasa.

Baca juga: Pendaftaran CPNS, Antrean SKCK di Polres Jaksel Ramai sejak Loket Belum Dibuka

Wahyu menambahkan, mayoritas pemohon SKCK mendaftar untuk keperluan pendaftaran CPNS.

Pemohon sudah datang sejak pagi, yakni pada pukul 08.00 WIB saat pelayanan SKCK dibuka.

"Sebagian besar memang buat CPNS, tapi ada juga yang buat perpanjang kontrak PNS di pemda-pemda gitu. Tapi paling banyak tetap CPNS," ujar Wahyu.

Karena banyaknya pemohon, pelayanan SKCK harus dipindah ke lantai enam Mapolres Metro Jakarta Timur. Pelayanan yang sebelumnya di lantai dua. Namun di tempat itu tidak mampu lagi menampung jumlah pemohon yang membeludak.

Untuk membuat SKCK, pemohon diwajibkan membawa foto copy KTP, Kartu Keluarga (KK) , dan akta lahir masing-masing satu lembar, serta pas foto 4x6 dengan background merah sebanyak lima lembar.

Pemohon akan mengisi formulir dan lakukan sidik jari saat mendaftar SKCK. SKCK bisa diambil langsung dengan estimasi waktu sekitar dua jam setelah mendaftar.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kasus Baru Covid-19 di Depok Bertambah 34 Kemarin

Kasus Baru Covid-19 di Depok Bertambah 34 Kemarin

Megapolitan
Prakiraan Cuaca BMKG: Jakarta Cerah, Depok dan Bogor Berpeluang Hujan

Prakiraan Cuaca BMKG: Jakarta Cerah, Depok dan Bogor Berpeluang Hujan

Megapolitan
49 RW di Kota Bekasi Ada di Zona Merah Covid-19,  Paling Tinggi di Bekasi Utara dan Timur

49 RW di Kota Bekasi Ada di Zona Merah Covid-19, Paling Tinggi di Bekasi Utara dan Timur

Megapolitan
Patroli Iklan Aborsi Ilegal di Internet, Polda Metro Jaya Gandeng Kemenkominfo

Patroli Iklan Aborsi Ilegal di Internet, Polda Metro Jaya Gandeng Kemenkominfo

Megapolitan
Tempat Hiburan Malam Disebut Klaster Penyebaran Covid-19, DPRD Minta Pemprov DKI Kroscek

Tempat Hiburan Malam Disebut Klaster Penyebaran Covid-19, DPRD Minta Pemprov DKI Kroscek

Megapolitan
Tempat Isolasi Pasien Covid-19 OTG Penuh, Pemkab Bekasi Siapkan 3 Hotel

Tempat Isolasi Pasien Covid-19 OTG Penuh, Pemkab Bekasi Siapkan 3 Hotel

Megapolitan
Usai Berkelahi karena Sepeda Motor Bersenggolan, Seorang Pria Tewas

Usai Berkelahi karena Sepeda Motor Bersenggolan, Seorang Pria Tewas

Megapolitan
Pasien OTG di Stadion Patriot Candrabhaga Bekasi Jalani Swab Test 2-3 Hari Sekali

Pasien OTG di Stadion Patriot Candrabhaga Bekasi Jalani Swab Test 2-3 Hari Sekali

Megapolitan
Lagi Mandi, Tauhid Panik Lihat Kepala Ular Sanca Melongok dari Atap

Lagi Mandi, Tauhid Panik Lihat Kepala Ular Sanca Melongok dari Atap

Megapolitan
Dua Ormas Hendak Bentrok Gara-gara Rebutan Lapak di Bekasi, Polisi Menembak ke Udara

Dua Ormas Hendak Bentrok Gara-gara Rebutan Lapak di Bekasi, Polisi Menembak ke Udara

Megapolitan
Ingar Bingar Bianglala hingga Cafe di Cengkareng Timur, Zona Merah Covid-19 Jakarta

Ingar Bingar Bianglala hingga Cafe di Cengkareng Timur, Zona Merah Covid-19 Jakarta

Megapolitan
Tempat Hiburan Malam Dinyatakan sebagai Klaster Baru, Asphija Bereaksi

Tempat Hiburan Malam Dinyatakan sebagai Klaster Baru, Asphija Bereaksi

Megapolitan
Pemkot Bekasi Akan Tes Swab Keluarga Karyawan Pabrik Epson yang Positif Covid-19

Pemkot Bekasi Akan Tes Swab Keluarga Karyawan Pabrik Epson yang Positif Covid-19

Megapolitan
Dapat Nomor Urut Dua di Pilkada Tangsel, Azizah-Ruhamaben Sebut Sesuai Harapan

Dapat Nomor Urut Dua di Pilkada Tangsel, Azizah-Ruhamaben Sebut Sesuai Harapan

Megapolitan
Pemprov DKI Gandeng 26 Rumah Sakit Swasta untuk Tangani Covid-19

Pemprov DKI Gandeng 26 Rumah Sakit Swasta untuk Tangani Covid-19

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X